Jangan Cuma Jago Bicara, Lebih Baik Turun Bekerja
“Bekerja dengan mulut itu omon-omon. Tapi bekerja dengan hati itu untuk melayani dan ikhlas.” -Mas Redjo Fakta membuktikan! Orang yang bekerja dengan mulut itu sejatinya tidak mampu bekerja, tapi senang membuat gaduh agar jadi pusat perhatian, apalagi viral di sosmed. Aneh, tapi nyata pula. Mereka yang membuat gaduh itu...
Berseru-seru di Padang Gurun
“Berseru-seru di padang gurun, aku mohon belas kasih-Mu, ya, Allah.” -Mas Redjo Tidak hanya terinspirasi, tapi saya termotivasi dengan pengalaman rohani Yohanes Pembaptis (Yoh 1: 23), dan berusaha meneladaninya dalam hidup keseharian. “Jalan keheningan adalah orientasi untuk memperoleh hidup sejati.” Ya, bagi saya pribadi, berseru-seru di padang gurun itu...
Egois itu Menutup Rezeki Sendiri
“Selalu bertanya pada nurani lebih dulu, agar kita tidak disesatkan oleh keegoisan sendiri.” -Mas Redjo Baik (saya pikir dulu). Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Menanggapi dengan rendah hati itu yang saya selalu kedepankan untuk merefleksikan peluang usaha dan tawaran teman agar tidak mudah menolak,...
Salah Pilihan
“Tidak seorang pun yang luput dari berbuat salah. Tapi menyesali pilihan yang salah itu konyol.” -Mas Redjo … Nasi telah jadi bubur. Tapi bubur itu jangan disia-siakan, apalagi dibuang mubazir. Lebih bijak bubur itu disantap sendiri, atau mungkin dapat diberikan pada orang yang membutuhkan. Sederhana, tapi realita. Kita tentu...
Memotivasi dan Menginspirasi
“Melayani dengan hati agar hidup ini berwarna dan bermakna.” -Mas Redjo Jujur, untuk memaknai hidup ini kita tidak harus melakukan perbuatan besar, hebat, dan spektakuler. Kita dapat melakukan hal-hal kecil dan sederhana, tapi dengan hati yang tulus serta ikhlas. Orientasi itu yang saya jalani untuk disyukuri dan dinikmati. Saya...
Ternyata Kita Koruptor juga
“Zaman edan! Ora melu edan ora keduman. Yo, ben! Kita orang waras. Sehat lahir batin, Bro!” -Mas Redjo Miris itu tidak cukup, faktanya tragis dan ironis. Ketika korupsi berjamaah dipertontonkan banyak orang tanpa malu, sebaliknya dibanggakan, bahkan divalidasi lewat senyum tengiknya itu. Berorientasi, karena tidak mampu memperbaiki keadaan tersebut,...
Hukum Kasih
“Hukum Tabur Tuai itu mengajar kita untuk sadar diri agar tidak jatuh ke dalam kegelapan dosa. Dengan Hukum Kasih agar kita jadi pribadi yang murah hati.” -Mas Redjo Tidak cukup sekadar membaca dan merenungkan kedua hukum itu. Kita diajak untuk meresapi, menghidupi, dan memaknai dalam keseharian. Dengan mempraktekkannya agar...
Apresiasi Kasih
Seorang anak laki-laki berumur 6 tahun, M mau diberi makanan atau kue. Tapi ia menolak tegas, ketika diberi uang untuk jajan. Lho…?! Tidak hanya aneh, tapi langka! Itu kesan pertama saya yang memberi uang jajan kepadanya. Lebih kaget lagi, ketika mendengar alasan M menolak pemberian uang yang membuat dada...
Melepas Tanpa Kehilangan
“Banyak orang merasa mengerti, tapi tidak mau melakukannya. Yang memahami dan melakukan dengan hati, rezekinya dilipatkangandakan Tuhan.” -Mas Redjo Terpujilah Tuhan! Karena saya percaya dan mengimani-Nya. Bagi saya, peristiwa di dunia ini tidak ada yang terjadi secara ‘ndilalah’ atau kebetulan, tapi itu ketetapan-Nya. Tujuannya agar saya belajar hidup berhikmat...
Sukses Sejati
“Sesukses-suksesnya mencapai puncak prestasi dan terkenal, lebih hebat itu orang yang sukses untuk mengelola hidupnya secara sehat lahir batin.” -Mas Redjo Semula saya berpikir, sukses itu adalah, ketika saya berhasil melalui tahapan demi tahapan dalam hidup ini. Dari bayi, merangkak, lalu berjalan dan berlari. Dari dimandikan Ibu, lalu mandi...
Yang Penting itu Cuan
“Apa pun pekerjaan dan profesinya, jika orientasinya sekadar mencari cuan, dijamin bakal bo cuan!” -Mas Redjo Fakta di atas itu suatu bukti nyata, apalagi, jika bidang pekerjaan dan jasa pelayanan kita orientasinya demi ‘cuan’ (untung) semata, dan tanpa hati. Coba lihat fakta itu di sekitaran kita. Kita tentu pernah...
Puasa Bisu
“Belajar mendengarkan suara hati agar kita tidak mudah diperdaya oleh keinginan sendiri.” -Mas Redjo … Untuk makin peka dan peduli itu berproses. Tidak datang secara mendadak dan ‘ujuk-ujuk’, tapi belajar tahap demi tahap. Saya ingat, ketika diajar dan dilatih oleh Mbah Putri dengan laku hidup prihatin. Dari berpuasa waktu...
Memahami dan Mengasihi
“Berbicara keras itu memekakkan telinga. Tapi berbisik dengan hati itu mengguncang jiwa.” -Mas Redjo Membiasakan diri berbicara lembut, tapi jelas itu lebih bijak, ketimbang kita berteriak-teriak. Toh kita tidak sedang marah. Bahkan dengan kita berteriak itu bisa disalahpahami, dan lawan bicara itu tersinggung. Selalu berusaha menjaga perasaan orang lain...
Berani Realistis
“Aneh, tapi konyol! Kita ingin mengubah dunia, tapi lupa untuk berubah sendiri.” -Mas Redjo Tidak harus mengawang-awang dan hidup muluk-muluk untuk mengubah dunia, sehingga melupakan dunia kecil kita: dimulai dari perubahan diri ini, keluarga, dan lingkungan di sekitar. Berani realitis, karena saya sadar diri. Jujur, saya bukan pribadi yang...
Mutung Kasarung
“Jangan mutungan agar kita tidak terperangkap dalam penyesalan.” -Mas Redjo Mutung, ngambek, atau marah lalu pergi meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawab itu naif, kekanak-kanakan, dan (maaf) pengecut! Karena tidak berani menghadapi kenyataan pahit. Kecewa itu boleh, tapi realistis! Coba disikapi dengan bijak agar tidak menyesal belakangan. Hal itu yang...