Jangan Cuma Jago Bicara, Lebih Baik Turun Bekerja

“Bekerja dengan mulut itu omon-omon. Tapi bekerja dengan hati itu untuk melayani dan ikhlas.” -Mas Redjo

Fakta membuktikan! Orang yang bekerja dengan mulut itu sejatinya tidak mampu bekerja, tapi senang membuat gaduh agar jadi pusat perhatian, apalagi viral di sosmed.

Aneh, tapi nyata pula. Mereka yang membuat gaduh itu tidak malu atau berefleksi diri. Sebaliknya, mereka berbangga diri.

Realitas itu mudah ditemui di sekitar kita. Apakah kita terhibur, jengkel, atau asyik mengomentari mereka yang cuma omon-omon itu?

Disadari dan diakui, atau tidak: sesungguhnya perilaku itu adalah cerminan karakter keseharian kita di rumah sendiri.

Banyak dari kita cuma jago bicara, tapi tidak mau (malas) bekerja. Kita tidak mampu merealisasikan tugas dan tanggung jawab dari Bos atau yang dipercayakan masyarakat. Kita jago bicara dan berkilah untuk sekadar menutupi kekurangan dan kelemahan sendiri(?)

Bagi pribadi yang berseberangan, iri hati, dan tidak menyukai mereka, tentu omon-omon yang tidak bermutu itu segera diserang dan dikomentari miring.

Apakah kita tahu maksud dan tujuan mereka yang sebenarnya memancing kegaduhan itu?

Apakah kita sadar, kegaduhan yang muncul itu mempengaruhi sikon perpolitikan dan perekonomian di negeri ini? Siapa yang diuntungkan, ketika harga kebutuhan melonjak dan daya beli masyarakat anjlog?

Ketimbang gaduh dan ribut melulu, cobalah fokus pada tujuan hidup kita, baik dalam berumah tangga atau bernegara.

Untuk berbangsa dan bernegara itu lebih bijak diserahkan pada mereka yang berkompeten, dan doa ikhlas kita agar mereka yang gaduh itu sadar diri. Karena hanya Allah yang mampu mengubah hati.

Kita yang warga biasa itu lebih bijak fokus pada perbaikan taraf hidup keluarga dengan bekerja dan doa ikhlas. Semoga kita dijauhkan dari yang jahat. Hidup sehat, sejahtera, dan bahagia.

Mas Redjo