Menyimak Mantra ‘ke-kita-an’
Mosaik Serpihan Kelana -18Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Siapakah Kita Aku adalah kitaEngkau adalah kitaDia juga adalah kitaKarena…kehadiran diri selalu bersama orangtuatanpa bicara pun mereka adatanpa kata pun mereka faktaTanpa orangtuaaku, engkau, dia pasti tidak terlahir ada Tetapi…Kami belum tentu kitaKamu juga belum tentu kitaMereka juga belum pasti kitaKarena…itu...
Sosok Wajah Kemerdekaan NKRI
Mosaik Serpihan Kelana -17Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Darahku terasa desir mendidihketika mendengar cerita Kakek Nenektentang perjuangan merebut kemerdekaan dari para penjajahJantungku cepat berdetakmenyimak kisah para pendahulualami penindasan dan lara derita kolonialNKRI lahir dengan banjir darah perjuangan para pahlawanNKRI hadir dari ribuan jiwa yang hilang terbangMeskipun hanya dengan senjata...
Para Pahlawan NKRI dan Kusuma Bangsa
Mosaik Serpihan Kelana -16Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Pada pusara di taman makam pahlawanada tertulis namamu, wahai, pahlawan negaraAda terpatri sosok wajah jasamuwahai, para kusuma bangsapada pusara yang tak semua rakyat bisa datang berziarahDanketika belajar membaca di lembaran buku sejarahmungkin banyak yang berganti karena sejarah bangsa ditulisEntah mengapa dan...
Tradisi Lisan Merana Terlunta
Mosaik Serpihan Kelana -15Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Kudengar kisah cerita para pendahuluterpatri dalam ragam sesajen ritual adat budayatentang suka duka pengalaman kehidupanKulihat warisan tradisi terpahat pada sarana sakral sujud sembahPara leluhur melukis makna kelana ziarahapa dan siapa manusia dan jagat rayameskipun diteruskan anak cucu pewaris generasiEntah karena hormat...
Merajut Sabuk Merah Putih
Mosaik Serpihan Kelana -14Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Pada kanvas biru nirmalasosok wajah negeri maritim tercintaPara nelayan memecah ombak tekad dengan sampan nasib pasrah bersujudMenjahit gelora laut mengarungi zamanmerah berani membalut raga dan rasaputih sahaja tekad sucimembungkus nurani dan sanubari jiwa“Indonesia tanah airkuinilah negeri tumpah darah anugerah Sang IlahiBagimu...
Banjir Kreasi Kata dan Nasib Bangsa
Mosaik Serpihan Kelana -13Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Berdiri di depan podium resmikarena memang dia pejabat pentingTubuh tegap wajah serius berwibawaDia berpidato di hadapan undangan terhormatDia dinantikan rakyat yang mengidolakanBajunya hitam berlogo macandan menggunakan celana lorengAkhir pidatonya yang membingungkankarena bukan dari teks yang tertulisDia menegaskan gelar pribadinya“Akulah Sang Macan...
HUT Kemerdekaan NKRI dan Bocah Pewaris Negeri
Mosaik Serpihan Kelana -12Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Dari Merauke sampai SabangAnak-anak pewaris bangsa turun berkumpulDari Mianggas hingga Rote Ndaogenerasi penerus NKRI datang berbarisMereka satukan nasib dengan hamparan pasir pantailalu menatap bentang samudra luas untuk merayakan HUT Kemerdekaan NKRI 81Energi galau lara nestapa telah menggiring mereka pada satu tanya“Benarkah...
Rintihan Ibu Pertiwi
Mosaik Serpihan Kelana -11Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Wahai, putra-putri bangsa IndonesiaBersyukurlah kepada Sang IlahiYang menganugerahkan bangsa dan tanah air iniYang memberikan berkah kemerdekaan sebagai Negara Kesatuan Republik IndonesiaDirgahayu HUT Proklamasi NKRI ke 81 Kalian adalah para pewaris bangsa dan Negara Indonesia tercintaBangkitlah berdiri tegakJaga dan rawat pribadimu dengan...
Mosaik Harmoni Agustus
Mosaik Serpihan Kelana -10Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Parade Garuda Terluka Tujuh belas Garuda terbang dari arah Timurbulu sayap lusuh dan berdarahDatang mengitari puncak emas di Monumen Nasional JakartaEntah mengapa dan untuk apaDelapan Garuda berlari dari arah BaratKaki terluka dan penuh lumpurair mata berderai dan wajah lusuhDatang mengitari pelataran...
Parade Sosok Wajah Bangsa
Mosaik Serpihan Kelana -9Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Keserakahan membangun istana megahMenaranya menikam wajah angkasaGemerlap cahaya kesombongan memadamkan sinar mentariPikiran licik membangun tembok baja memagariDilengkapi senjata canggih kata-kata sumpah dan janji atas nama agamaIptek canggih jadi mata dan senjata adidayaBukan saja menghabisi mereka yang dianggap musuhtapi juga untuk menguras...
Merangkul Jarak dan Waktu
Mosaik Serpihan Kelana -8Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Hidup itu kelana dalam tanyamengembara merangkul jarak dan waktuJarak tempat yang tak bertepiJarak waktu yang tak pernah usaiBagi raga yang terbatasuntuk berada di mana sajaBagi jiwa yang tak bebasuntuk melintas tanpa batasKita selalu ada dan menjadidalam waktu dan tempat terbataskarena memang...
Memburu Rindu Damba Pribadi
Mosaik Serpihan Kelana -7Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Purnama di Pucuk Menara Purnama datang di akhir Juliberjalan gontai berwajah letihdibakar terik mentari musim kemaraupotret lara derita petani yang galaudi tengah sawah ladang yang gersang layu Aku hampiri bangku trotoar berdebumembawa nalar yang getir lesuLantaran mendengar aneka kabar pilukisah perjuangan...
Fakta dan Misteri Angin
Mosaik Serpihan Kelana -6Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Menghitung Desah Nafas Aneh…Lucu…Menggelitik dan menggugat tanyaUntuk apa menghitung nafasMengapa harus habiskan waktu menghiting nafasBukankah nafas itu biasa dan biasa sajaAdakah manfaat menghitung desah nafasMungkin hanya bagi yang kurang kegiatanMungkin juga bagi yang kurang waras dan berhalusinasiMungkin juga bagi pertapa dan...
Memburu Dasyatnya Kata
Mosaik Serpihan Kelana -5Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Aku, kau, diaKita, kamu, merekaSemua terlahir dari kataSemua hidup dalam kataSemua mati pada kataEntah…Asal usul kita dari kataEntah…Sumber adanya kita dari Sang Maha KataKita ciptakan kata bahasa miskindengan nalar yang papa merana terbatastetapi yakin bisa membatasi ruang dan waktudengan kata-kata kita...
Meraih Energi Kata Puisi.
Mosaik Serpihan Kelana -4Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Ketika kata-kata kepakkan sayapsekat ruang waktu sirna dilahapApi tanya membara dibawa anginmembakar hasrat rindu dambaYang gersang di padang dahagaYang kering terkulai di belantara nestapaKata jadi sosok wajah tanyaKata meleburkan harkat jiwa ragaKata merangkul ada dan tiadaKarena segalanya ada dan terjadi dalam...