Kategori: SIMPLY DA FLORES

Kelana Kampung dan Kota -74
Simply da Flores
Merayakan Ruang dan Waktu

1.Menulis dan Melukis Peristiwa Kepada-Mu…Sang Hyang Maha Sejatiaku datang sujud memohonAjarkan aku mampu menuliskata dan kalimat jadi kisah ceritatentang aneka suka duka peristiwadalam setiap jejak langkah kelanaku Kepada-Mu…Sang Hyang Maha LuhurAku datang berlutut memintaAjarkan aku memakai kuas warna dan kanvasuntuk bisa melukis sosok wajah kejadiandalam setiap tapak ziarah pribadi...

Kelana Kampung dan Kota -73
Simply da Flores
Energi Bara Api Membakar Rakyat

1.Para pemilik kuasa bangga menepuk dadakarena sudah mencaplok hak suara dan kepercayaan rakyatPara pebisnis tamak bersukacita menguras kekayaan alamkarena berkolusi dengan pemilik kuasauntuk membuat aneka aturan dan mempermainkan hukumMereka menumpuk kekayaan dan menguasai iptek serta senjata canggihJadilah komplotan pejabat koruptor, politisi busuk dan pebisnis tamakMereka proklamasikan negara kerakusanLalu diri...

Kelana Kampung dan Kota -72
Simply da Flores
Menelusuri Sepi, Sunyi, dan Hening

Alhamdulillah wa syukurilahTerima kasih diajak sahabat berkelana ke dalam pribadiBerziarah menelusuri sepi, sunyi dan heningDari tanya lara nestapadan gugatan resah rindu dambaLalu,mengembara kepada sepi, sunyi misteriDan bertanya ‘siapakah aku ini’ Lalu…pijar cahaya kerendahan hati membersitBerkas bara nyala api bangkitKesadaran terbuka dilukis jawaban Sang Maha Tanya“Kehebatan akal budimu yang paling...

Kelana Kampung dan Kota -71
Simply da Flores
Apa dan Siapakah Aku?

1.Ada dan Terjadi Aku, engkau, diaKita adalah datang,Kita adalah adadanKita adalah pulangKita adalah inkarnasi abadidalam ruang dan waktu tak bertepi Datang, ada, dan pulangSelalu jadi ayat sajak yang tak pernah habis ditulisMungkin…Karena kekurangan kata bahasauntuk menjelaskan fakta tanya rindu dambadari pengalaman dan realitas misteri 2.Bara dan Nyala Api Tahukah…aku,...

Kelana Kampung dan Kota -70
Simply da Flores
Ziarah ke Ruang Tanya Pribadi

Aku melukis kanvas tanahdengan dua bola matakuEngkau melukis wajah angkasajuga dengan dua bola matamu Dia melukis bentangan wajah samudraJuga dengan dua bola matanyaSedangkan…Mereka yang tak bisa melihatMelukis semesta dengan telinganya Ternyata…Bola mata kita semuaJuga telinga mereka yang buta mataditulis oleh kisah cerita nalar pikiranEntah warisan orangtua dan leluhurEntah catatan...

Kelana Kampung dan Kota -69
Simply da Flores
Menggoda Ruang Kesendirian

1.Kupu-kupu, Mengapa tak Pulang? Hei, kupu-kupuWarna-warni rupamusering menggoda banyak mataKepak sayapmu ke mana-manaJangan sampai engkau lupaRumah kepompongmu di manaKapan engkau akan pulang Hai, kupu-kupuSudah berapa kembang yang mempesonaBerapa banyak madu yang manjakan dirimuDanpasti aneka aroma merasuk rasamuJangan sampai engkau lupapada ulat yang memberimu ragaApakah engkau akan pulang? Hei, kupu-kupuRupanya...

Kelana Kampung dan Kota -68
Simply da Flores
Serpihan Nasib dan Puing Doa

1.Senja Merah Hitam di Khatulistiwa Bergema adzan magrib akhiri hariSenja bersujud di sajadah samudraMatanya kelilipan merah padamMulutnya bergetar lafalkan doabagi lara nestapa pewaris negeri KhatulistiwaDari Sabang sampai MeraukeBagi generasi penerus di Tanah Rencong Acehbagi anak negeri pewaris Dayak di Kalimantanbagi putra-putri Fajar di Tanah Papua Bumi Kasuari Merah hitam...

Kelana Kampung dan Kota -67
Simply da Flores
Bara Kebodohan dan Api Keterasingan

1.Sayap-sayap gengsi terbang ke langit mayamembawa tekad bajamembangun kota di awan angkasamengusung selera mimpi mendirikan istana di planet-planetIni namanya kreasi proyek digital bangsaIni disebut proyek strategis milenial nasionalPadahal kaki masih menginjak debu tanahdan nafas masih menghirup udara di bumiMungkin mereka itu pencipta dan pemilik Zaman Edan 2.Orang-orang pintar semakin...

Kelana Kampung dan Kota -66
Simply da Flores
Menelisik Makna Zaman Edan

1.Orang-orang Zaman Edandipermainkan dasyatnya gelora energi birahiPikirannya sungguh mengabdi pada nafsu gengsiSegala cara pasti dilakukan dengan beranikarena meyakini itulah jalan terbaikdemi meraih tujuan dan kepentingannyaSemua untuk memiliki tahta kekuasaan abadiSemua untuk mengumpulkan harta kekayaan berlimpahSemua untuk mempunyai iptek dan senjata canggihSemuanya demi memuaskan gengsi pribadi, keluarga dan kelompoknyaPikiran yang...

Kelana Kampung dan Kota -65
Simply da Flores
Atas Nama ‘Sesama Saudara’

1.Ketika coba digabungkan semua suaraSesama yang berteriak atas penindasan dan ketidakadilanSemua orang yang berdemo nantang di jalanan dan gedung kantor pejabatSeluruh rakyat yang merintih dan berontak dalam keluarga, di halaman perusahaan serta di tengah hutan pelosokMungkin…jeritan suara lara derita merekasudah bisa menghalau debur ombak samudraApalagi, ketika menggunakan sarana mengeras...

Kelana Kampung dan Kota -64
Simply da Flores
Bangkit Berdiri dan Bicara

1.Jangan diam…Bangkit berdiri dan bicaralahKetika…jiwa ragamu lara derita diinjak sesamaatas nama alasan apa punKetika harkat martabat pribadi dirampok dan dihancurkandemi selera dan gengsi sesamaKetika hak asasimu direnggut sesamaatas nama negara, kemanusiaan, bahkan TuhanKetika sesama saudaramu lara derita merana karena aneka alasan kejahatanMaka…Bangkit berdiri dan bicaraKatakan dengan lantang,Benar itu benarSalah...

Kelana Kampung dan Kota -63
Simply da Flores
Catatan Suara Semesta

1.Seberkas Cahaya Mentari Bumi dan mentaridua sisi dari satu misteriseperti suka duka insanidalam ziarah kelana pribadiBumi diam dan selalu berbaktiMentari terus memberi dan berbagiSetiap kita berkelana berkreasi mencariMerajut makna menenun arti diri Pada lembaran cahaya mentariada catatan puisi bumiPada percikan helai sinar suryaada lukisan sajak bumi berceritaEntah…adakah yang mau...

Kelana Kampung dan Kota -62
Simply da Flores
Ketika Mereka Bilang…

1.Ketika mereka bilang…nasib kita hari ini bisa diaturKita rakyat seperti ikan dalam kolam hiasanBisa diperlakukan seenaknya seturut selera pemiliknyaAir kolam keruh dan kotordipenuhi makanan janji dan sumpah palsuKita hanya menunggu lara dan matiKita juga tak bisa lari dan membela diriKita di kolam ini untuk puaskan selera dan gengsiSang pemilik...

Kelana Kampung dan Kota -61
Simply da Flores
Perjumpaan dengan Sang Pemulung

1.Ketika gulita menemaniku di kursi trotoarHilir mudik deru dan debu kota menggelegarGemerlap lampu jalanan tebarkan hingar bingarGedung megah menjulang menikam langittempat para pemilik modal dan kuasa bersinarIni fakta dan tanya zaman bergelora berputardalam ruang dan waktu yang dikejarsedangkan para mahasiswa berdemo resah getirSeorang pemulung datang membawa senyumKarung rezekinya diletakkan...

Kelana Kampung dan Kota -60
Simply da Flores
Nyanyian Balada dari Debu Jalanan

1.Oh, angin…bawalah kabar ke sanaantarlah kami punya pesan suarauntuk mereka yang ada di sanaMereka di kursi empuk jabatan negaraMereka yang menyusun anggaran pembangunanMereka yang menguras kekayaan alam negeriMereka yang membuat aturan dan menggunakan hukumMereka yang mengintip dari gedung megah menjulangMereka yang mempunyai kuasa, senjata dan hartaMasih adakah pikiran mereka...