Ternyata Kita Koruptor juga

“Zaman edan! Ora melu edan ora keduman. Yo, ben! Kita orang waras. Sehat lahir batin, Bro!” -Mas Redjo
Miris itu tidak cukup, faktanya tragis dan ironis. Ketika korupsi berjamaah dipertontonkan banyak orang tanpa malu, sebaliknya dibanggakan, bahkan divalidasi lewat senyum tengiknya itu.
Berorientasi, karena tidak mampu memperbaiki keadaan tersebut, saya memilih diam tidak komentar, mengkritik, dan menghakimi. Lebih bijak, saya mawas diri memfilter suatu hal yang dilihat, dibaca, dan didengar. Hal-hal baik dan positif itu untuk pengembangan diri dan dibagikan ke orang lain. Sedang yang buruk dan negatif itu segera dibuang jauh agar tidak meracuni hati sendiri.
Begitu pula dengan dunia usaha yang telah kehilangan etika bisnis dan berlaku hukum rimba, karena mempunyai kuasa dan uang. Si kuat makan si lemah. Apalagi para pemangku kebijakan itu hobinya membuat gaduh lewat statemen dan manuver politiknya.
Jujur, ketimbang terbawa arus dan tenggelam dalam hiruk pikuk dunia yang acakadut itu, lebih bijak saya refleksi diri untuk selalu ‘eling lan waspada’ agar sehat dan selamat.
Cara bijak itu tidak dengan meniru kegilaan mereka. Kecurangan itu tidak perlu dibalas dan dibahas, jika kita tidak mampu memperbaikinya.
“Apakah kita sungguh lebih baik dari mereka yang berbuat curang dan koruptor itu?”
Tiba-tiba pertanyaan itu melesat menggedor ‘pintu sadar’ saya, dan membuat saya terhenyak diam beberapa saat.
Jujur, meski tidak berbuat curang merugikan orang lain, atau korupsi uang rakyat… ternyata selama ini saya telah korupsi waktu di tempat kerja dengan bermalas-malasan. Karena jurus ‘Asal Bos Senang’ itu sangat ‘mandraguna’ dan efektif.
Jika memperoleh kesempatan, bisa jadi saya juga akan korupsi seperti mereka. Saya sekadar berteori, tapi tidak mampu mempraktekkannya?
“Tuhan, mohon kerendahan hati dan semangat bekerja agar saya tidak mengecewakan kepercayaan dan harapan Bos…”
“Saya harus berbenah memperbaiki diri untuk jadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab!” tekad saya mantap.
Niat ingsun!
Mas Redjo
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.