Memahami dan Mengasihi

“Berbicara keras itu memekakkan telinga. Tapi berbisik dengan hati itu mengguncang jiwa.” -Mas Redjo

Membiasakan diri berbicara lembut, tapi jelas itu lebih bijak, ketimbang kita berteriak-teriak. Toh kita tidak sedang marah. Bahkan dengan kita berteriak itu bisa disalahpahami, dan lawan bicara itu tersinggung.

Selalu berusaha menjaga perasaan orang lain itu orientasi saya untuk belajar berbicara lembut dengan hati agar tidak disalahpahami, tapi untuk dihidupi dan dimaknai.

Saya belajar untuk tidak menyela dan memotong pembicaraan orang, tapi untuk menyimaknya. Karena saya menghargai, menghormati, dan belajar memahaminya.

“Mengedepankan kerendahan hati itu adalah dasar untuk memahami orang lain.”

Saya terinspirasi dan termotivasi dengan Firman Tuhan, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Mat 11: 25).

Dengan mengedepankan semangat kerendahan hati, saya menjauhi konflik dan kesalahpahaman. Tapi agar di hati saya bertumbuh segala kebaikan. Hati ini adalah tanah yang subur untuk ditanami benih surgawi, sehingga menghasilkan buah yang berlimpah.

Mengedepankan kerendahan hati, karena kita mengasihi adalah ciri khas murid-murid Tuhan Yesus agar kita jadi pribadi yang sabar, lembah lembut, dan menghasilkan buah-buah kebaikan.

Mas Redjo