Terjerat Asa yang Menjauh

Di tengah derasnya arus modernisasi, rakyat kecil kian terhimpit dalam ruang hidup yang semakin sempit dan rapuh. Harapan-harapan sederhana mereka seolah melayang menjauh, menyisakan perjuangan sunyi melawan roda zaman yang sering kali tidak berpihak pada kemanusiaan. Kondisi ini melahirkan apa yang disebut sebagai ‘globalisasi ketidakberdayaan’, (the globalization of powerlessness)...

Belas Kasih untuk Para Pengikut Tuhan Yesus

Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku” (Mat 14: 17-18). Lima roti dan dua ikan sekilas tidak berarti apa-apa. Apalagi bagi orang banyak yang jumlahnya lebih dari lima ribu orang. Tapi bagi Yesus, yang sedikit itu...

Kasih Tuhan:
Sumber Hidup Sejati

“Tuhan memberi tidak sekadar cukup, tapi lebih dari cukup, untuk tiap hati yang haus dan lapar akan Dia.” Allah yang Maha Rahim, Engkau kembali mengingatkan kami, bahwa hanya Engkaulah yang mampu memuaskan rasa lapar terdalam dalam hati kami. Dunia menawarkan begitu banyak hal, tapi hanya kasih-Mulah yang memberi hidup...

Menelisik Mosaik Kelana

Mosaik Serpihan Kelana -2Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Jemari pikiran menjahit kisah ceritadari tanya asali yang tak bertepiJejak nalar merajut kembara dambadari darah daging, debu tanah, samudra dan angkasaKesadaran memungut serpihan ingatandan meraih puing nostalgiaLalu…rindu damba dan imajinasi mimpiberkreasi membuat sosok wajahpada halaman ruang tanpa batasDesah nafas dan desir...

Penggandaan 5 Roti dan 2 Ikan

Yesus kehilangan Yohanes Pembaptis, kerabat dan sahabat-Nya. Ia mungkin sedang berduka dan ingin menyendiri. Ketika Ia melihat ribuan orang datang mengikuti-Nya, “Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan.” Ia tidak mengabaikan mereka. Ia menyembuhkan orang-orang sakit dan mengajar mereka. Belas kasihan Yesus selalu mendahului segala kebutuhan dan keinginan pribadi-Nya. Ia selalu...

Mukjizat itu Terjadi, bila Kita mau Berbagi

“Sekecil apa pun pemberian kita, tapi bagi mereka yang sangat membutuhkan, maka itu adalah mujizat.” Ketika Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Ia meminta kepada para murid-Nya untuk memberi makan kepada ribuan orang itu. Kata-Nya, “Kamulah yang harus memberi mereka makan.” Tapi jawab para...

Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Sadarilah selalu, bahwa gonggongan anjing itu pun tidak mampu menghentikan langkah ayunan kaki Anda”(Filosofi Hidup Sejati) Filosofi “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu,” adalah sebuah “sikap hidup, sebuah fokus, dan kebijaksanaan Anda.” Secara harfiah: Filosofi ini hendak mengajak Anda agar jangan sekali-kali mau memberikan ruang bagi...

Mati Demi Kebenaran

Di gerbang sebuah kota, ada patung terkenal yang bernama “Anak di Pundak Ibu” untuk memberi makna kota tersebut. Pada zaman dahulu kota itu dibela oleh seorang pemuda yang memimpin segenap masyarakat untuk melawan para musuh yang ingin menduduki kota. Meskipun kota ini berhasil dipertahankan, tapi pemuda ini mati terbunuh...

Menanggapi Undangan Kerahiman Ilahi

“Belas kasih Tuhan tidak menghapus kebenaran; belas kasih-Nya memberi kita keberanian untuk kembali kepada-Nya.” Allah yang Maha Rahim, Engkau memperlihatkan dua saksi-Mu yang setia: Nabi Yeremia yang diselamatkan oleh penyelenggaraan-Mu, dan Yohanes Pembaptis yang menyerahkan nyawanya demi mempertahankan kebenaran. Keduanya tidak mencari kenyamanan ataupun pujian manusia. Mereka hanya ingin...

Berani Bersaksi atas Kebenaran

Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” (Mat 14: 4). Rintangan berat yang dihadapi Nabi Yeremia tidak membuatnya takut atau putus asa. Sebaliknya, ia semakin berani dan lantang menyampaikan pesan Tuhan. Meskipun ia menyadari risiko besar, bahkan ancaman kehilangan nyawa, hal itu tidak membuatnya mundur atau...

Hidup ini Indah

“God always be with you.” Pada ranting kering pohon alpokat yang tadi malam dicuri buahnya, bertengger sepasang burung kutilang yang saling membersihkan bulu indah mereka. Mereka tidak pusing dengan yang ada di bawahnya. Tetap asyik saling menata bulu. Tidak sadar ada yang kagum pada mereka sembari menikmati segelas kopi....

Jalan Tanpa Nama

Mosaik Serpihan Kelana -1Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Aku terlempar di jalan iniMungkin juga kau, dia dan merekaEntah…di mana dan apa nama tempatnyakarena tak pernah seorang pun memintadan memang terjadi begitu sajaBerjalan dengan tanya getirmelangkah dalam kelana galauEntah sebagai apa dan siapaEntah dari mana dan akan ke mana? Aku...

Mendengarkan Suara Hati, Mengikuti Panggilan Tuhan

Seorang anak kecil melihat sebuah jalan kecil yang mengarah ke tempat yang belum pernah dikunjunginya. Meskipun ia ingin tahu apa yang menantinya di ujung sana. Kadang kita seperti anak kecil itu yang merasa takut menghadapi tantangan, konflik, atau ketidakpastian. Tapi kita juga diajarkan untuk berani mendengarkan suara hati dan...

Jujur Melukai, Berani Beresiko

“Kejujuran itu akan melukai mereka yang mencintai kebohongan, dan keberanian itu mengandung resiko dibenci, bahkan ancaman terhadap diri ini. Tapi hanya orang yang menaruh percaya pada Tuhan yang tetap berdiri tegar melakukan keduanya.” Baik Yeremia maupun Yohanes Pembaptis diancam sampai dibunuh, karena kejujuran dan keberanian mereka. Tubuh mereka mati,...

Laksana Katak di Bawah Tempurung

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Janganlah puas dengan langitmu yang selebar tempurung. Beranilah merangkak ke luar, meskipun kakimu gemetar. Karena di luar sana, menunggumu bukan kehampaan, melainkan pelukan lelangit yang tidak bertepi.”(Didaktika Hidup Sadar) Inilah sebuah metafora klasik yang mendeskripsikan hal “keterbatasan perspektif dan zona nyaman yang terbelenggu.” Dalam...