Jembatan Keledai
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Jangan kutuk jembatanmu. Jangan memaki keledaimu. Karena di suatu hari nanti, kamu akan berterima kasih: ternyata di sanalah karaktermu ditempa.”(Didaktika Hidup Sadar) ‘Jembatan Keledai’ itu sebuah istilah yang dikenal dalam dunia pendidikan. Dulu, jika Anda ingin lulus ujian di Sekolah Dasar (SD), Anda wajib...
Dipanggil untuk jadi Pembawa Damai
Hubungan yang paling sehat itu bukan hubungan tanpa konflik, melainkan hubungan yang mampu mengelola konflik dengan komunikasi terbuka dan empati. Sebagaimana Sabda Yesus, bahwa ketika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia secara pribadi. Jika tidak mendengar, ajak satu atau dua orang lain sebagai saksi. Jika tetap menolak, barulah dibawa ke...
Duta Kerahiman Ilahi
“Salib bukan sekadar tanda yang kita pakai, melainkan panggilan kerahiman kita.” Allah yang Maha Rahim, Engkau mengingatkanku, bahwa tanda salib bukan hanya sesuatu yang kubuat di dahi dan dadaku. Salib adalah tanda yang Engkau kehendaki nyata dalam hidupku. Dalam kitab Yehezkiel, mereka yang ditandai diselamatkan. Dalam Injil, Yesus menunjukkan,...
HUT Kemerdekaan NKRI dan Bocah Pewaris Negeri
Mosaik Serpihan Kelana -12Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Dari Merauke sampai SabangAnak-anak pewaris bangsa turun berkumpulDari Mianggas hingga Rote Ndaogenerasi penerus NKRI datang berbarisMereka satukan nasib dengan hamparan pasir pantailalu menatap bentang samudra luas untuk merayakan HUT Kemerdekaan NKRI 81Energi galau lara nestapa telah menggiring mereka pada satu tanya“Benarkah...
Hidup dalam Relasi Kasih
“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18: 20). Kita diajak untuk menyadari kembali pentingnya membangun relasi dengan sesama. Allah sendiri hidup dalam relasi kasih: Bapa, Putra, dan Roh Kudus yang bersatu dalam kasih yang sempurna. Ketika menjadi...
Cukup
“My heart finally said enough is enough.” -Rio, Scj Sambil menikmati kopi pagi ini, saya melihat induk kutilang memberi makan dua anaknya. Yang satu menolak, mungkin karena sudah cukup kenyang. Tapi yang satunya terus meminta, bahkan saat paruhnya sudah penuh. Sampai akhirnya anak burung kutilang yang rakus itu ngap-ngap...
Menegur Tanpa Melukai
“Ketika engkau menasihati, apalagi menegur seseorang maka engkau memberi pilihan kepadanya untuk menerima atau menolaknya. Tapi sesaat engkau mendoakannya berarti engkau telah menyerahkannya kepada penyelenggaraan Ilahi terjadi atasnya.” Kecenderungan manusiawi kita, apalagi ketika marah atau benci terhadap orang lain, kita akan menjadi pendaftar pertama untuk mengumandangkan kesalahan mereka ke...
Anak-anak yang Membanggakan
Sebuah reuni alumni SD. Semua hadirin terdiri dari para petani, buruh, pegawai pemerintah, Guru, ohaniwan, bahkan Bupati untuk kabupaten setempat. Di antara tamu hadir, terdapat tamu yang sangat spesial, yaitu seorang lelaki tua berusia 88 tahun. Ia adalah Kepala Sekolah pertama SD tersebut. Semua alumni memiliki kenangan indah tentang...
Menjadi Besar dengan Melayani Sesama
“Belajar dari St. Klara agar kita menemukan kebesaran dalam kesederhanaan, kemiskinan Injili, dan penyerahan total kepada Tuhan.” Allah yang Maha Rahim, Engkau mengundangku untuk ‘memakan’ sabda-Mu, seperti Nabi Yehezkiel menerima gulungan kitab dari tangan-Mu. Sabda-Mu tidak hanya untuk dibaca, tapi untuk diterima, dicerna, dan aku biarkan mengubah hatiku. Yesus...
Misteri Udang di Balik Batu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Suatu hari nanti, semua batu sungai di bumi ini pun akan terangkat, dan akan tampak, siapakah si udang dan siapa pula si emas tulen.”(Suara Sang Kebenaran) “Udang di balik batu,” adalah peribahasa, yang bermakna “ada maksud terselubung, atau niat yang dengan sengaja disembunyikan.” Bukankah...
Kerahiman Allah Memulihkanku
“Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?” (Mat 18: 12). Yesus menyampaikan perumpamaan tentang domba yang hilang. Kita membayangkan seorang Gembala yang menggembalakan seratus ekor domba. Ia mengenal...
Ternyata Kita Koruptor juga
“Zaman edan! Ora melu edan ora keduman. Yo, ben! Kita orang waras. Sehat lahir batin, Bro!” -Mas Redjo Miris itu tidak cukup, faktanya tragis dan ironis. Ketika korupsi berjamaah dipertontonkan banyak orang tanpa malu, sebaliknya dibanggakan, bahkan divalidasi lewat senyum tengiknya itu. Berorientasi, karena tidak mampu memperbaiki keadaan tersebut,...
Rintihan Ibu Pertiwi
Mosaik Serpihan Kelana -11Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Wahai, putra-putri bangsa IndonesiaBersyukurlah kepada Sang IlahiYang menganugerahkan bangsa dan tanah air iniYang memberikan berkah kemerdekaan sebagai Negara Kesatuan Republik IndonesiaDirgahayu HUT Proklamasi NKRI ke 81 Kalian adalah para pewaris bangsa dan Negara Indonesia tercintaBangkitlah berdiri tegakJaga dan rawat pribadimu dengan...
Cinta Sejati itu Totalitas Memberi Diri
Anak kecil yang lugu dan polos itu percaya terhadap orangtuanya. Saat Ayahnya berkata, “Lompat, Ayah tangkap,” anak itu melompat tanpa ragu, meski dari tempat tinggi. Ia tidak memikirkan risiko. Ia percaya. Dalam Injil, Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya, bahwa untuk jadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga, seseorang harus jadi...
Tiga Huruf
“Yang kotor kadang jadi berkat.” -Rio, Scj Sambil menikmati kopi, terlihat di bawah pohon manggis tersusun rapi tumpukan karung berisi ‘kohe’ alias kotoran hewan. Yang terbuang itu justru menyuburkan; yang dihindari, justru jadi sumber sukacita di hati. Itulah ‘kohe’, pupuk organik dari kotoran hewan. Sejenak merenung, kita bekerja keras...