Menurut Injil Yohanes, Bunda Maria berdiri dekat Salib Yesus (Yoh 19: 25-27). Tapi sebenarnya ia berada dalam rombongan yang mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya ke Kalvari. Ibunda sempat sekali bertemu Putranya sepanjang Via Dolorosa (Jalan Sengsara) itu. Sang Ibu menatap Anaknya dalam diam dan sedih, tapi hatinya penuh dengan rahmat Allah. Seorang lelaki yang berziarah ke…
Iman yang Bernyali seperti Nikodemus
Permenungan hari ini berhenti berpura-pura seperti Nikodemus. Iman yang sejati itu bukan seberapa hafal kita pada doa atau seberapa rapi ibadat kita. Iman itu kerja nalar dan budi yang digerakkan oleh Roh di kedalaman jiwa. Jadi murid Yesus adalah tentang keberanian untuk jujur. Di tengah dunia yang sering kali penuh topeng, kita dipanggil untuk memiliki…
Jebakan Informasi
“Batasi informasi, karena terlalu banyak tahu itu kadang malah jadi jebakan.” -Rio, Scj Idealnya makin banyak kita membaca buku itu seharusnya kian cerdas dan pintar. Makin banyak informasi kita dapatkan kian luas pikiran dan pengetahuan. Nyatanya sebaliknya makin berjubel informasi yang datang kian pusing pikiran ini. Makin stress juga untuk menentukan pilihan dan mengambil keputusan….
Kemenangan Kasih
Ketika terlibat dalam kepanitiaan suatu kegiatan, saat acara selesai kita akan bersorak penuh kelegaan, “Akhirnya, sudah selesai!” Beberapa orang, oleh karena pencapaian pribadi, menuntaskan pekerjaannya juga dengan sukacita, dan mengatakan, “Sudah selesai.” Kalimat “sudah selesai” itu tidak hanya berarti memaklumkan tuntasnya suatu pekerjaan, tapi lebih-lebih sukacita dan kelegaan atas tuntasnya perjuangan. Tapi sering kali segalanya…
Pandanglah Salib dan Percaya
“Hari ini kita memandang Salib.Kasih bukan dijelaskan: Kasih disalibkan.” Allah yang Maharahim, kami berdiri di kaki salib Putra-Mu, Yesus. Saat Ia ditinggikan, kami memandang Dia yang telah kami tikam; dan hati kami pun tertusuk. Dalam keheningan-Nya, kami mendengar kerahiman-Mu. Dalam luka-luka-Nya, kami menemukan kesembuhan kami. Yesus, Engkau adalah Sang “Akulah Aku,” yang di hadapan-Nya para…
Jejak Kelana Nafas-90
Bocah Angin-545
Revolusi Kasih Sayang-2
1.Tetes-tetes darah cintaMengalir dari Getsemani ke YerusalemCiuman sahabat yang berkhianat dibasuhNgantuk dan kelemahan diri dicuciKeberanian semu dan pembelaan berpamrih dibilasNafsu balas dendam dihalauCinta itu menyelamatkan meski harus berkorban darahKasih itu memberi bahagia biarpun harus terlukaMemang tak mudah rasanyatetapi bisa dilakukan faktanyaJika setia dan mengandalkan kekuatan rahmat Sang Maha CintaJika berani meraih amanat harkat martabat kitasebagai…
Kristus, Pokok Keselamatan yang Abadi
“Dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia jadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya” (Ibr 5: 9). Dalam komunitas-komunitas para Suster Putri Karmel serta para Imam dan Frater CSE, ibadat hariannya menggunakan Ofisi Ritus Byzantin yang dipadukan dengan Ritus Latin. Dalam ibadat itu istilah yang sering digunakan untuk Yesus adalah ‘Sahabat manusia’,…







