Kebiasaan sering melihat atau menonton hal-hal buruk (kekerasan, pelanggaran, pornografi, penipuan, dan hal negatif) itu memang bisa berdampak nyata pada perilaku. Hal ini bukan sekadar “pengaruh ringan”, tapi bisa membentuk cara berpikir dan reaksi seseorang secara bertahap. Dampak yang Sering Terjadi… Kenapa ini Bisa Terjadi? Otak manusia bekerja dengan prinsip, bahwa yang sering dilihat itu…
Dalam Cinta dan Untuk Cinta
Maksud tersirat dalam kalimat ini ialah kita diciptakan oleh Tuhan Allah, melalui perkawinan orangtua. Kita dilahirkan Ibu masing-masing, adalah suatu kejadian dalam cinta dan untuk mencintai. Kehidupan itu ada ialah karena cinta. Sumber atau pokok yang membuahkan kita adalah cinta itu sendiri, seperti dalam Surat Pertama Rasul Yohanes 4: 8, bahwa Allah adalah kasih, “Deus…
Kutemukan Jati Diri
Dunia mungkin menuntut segalanya, tapi di titik ini, raga memilih berserah. Setelah ‘Via Dolorosa’ dan laku seduluran yang panjang, saya menemukan ‘Padang Gurun’. Bukan sebagai tempat kehilangan, melainkan ruang suci untuk lahir baru. Oleh rapuhnya jantung dan dampak stroke, saya belajar, bahwa retaknya raga itu justru jadi jalan masuk bagi cahaya-Nya. Tubuh yang ringkih ini…
Saling Mengasihi dan Bahagia
“Kita dipilih untuk mengasihi, dibentuk melalui jalan salib, dan diutus untuk setia melakukan kehendak-Nya.” Allah yang Maharahim, Engkau kembali mengingatkan kami, bahwa kasih sejati itu bukan sekadar perasaan yang datang dan pergi. Melainkan kasih itu adalah pilihan untuk tetap memberi, setia, mengampuni, bahkan ketika hati ini terluka dan lelah. Engkau menguatkan kami, bukan karena kami…
Ukuran Mengasihi
“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15: 12). Kita mungkin berpikir, bahwa ukuran kasih yang tertinggi adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Melalui Injil, Yesus menaikkan standar kasih itu. Ia tidak lagi menjadikan diri kita sebagai patokan, melainkan Diri-Nya sendiri, sebagaimana dikatakan-Nya, “Seperti Aku telah mengasihi kamu.”…
Kelana Kampung dan Kota -22
Simply da Flores
Alunan Musik Jagat Raya
1.Melodi Ilalang Pada dawai sepoi anginnada sinar mentari berlariPada senar badai bergetarmelodi cahaya bunyikan inspirasiikuti irama musim silih bergantimerasuk kreasi pribadi menari-nari Padang gersang seperti saljuada nada irama bisa berpacuGelombang samudra laksana angkasa biruInovasi karya seniman seperti pemburu Tetes embun jatuh membelai ubundinginya salju padatkan makna di batinTerik cahaya mentari tumbuhkan inspirasidalam aneka karya seni…
Maria, Bunda dan Pengantara Rahmat
Gereja merayakan pesta Santa Perawan Maria sebagai Bunda dan Pengantara Rahmat. Dalam komunitas Gereja awal, Maria hadir bukan sebagai sosok yang memerintah dari atas, melainkan sebagai Ibu yang mendampingi. Ia bukan sosok yang menekan, melainkan yang mengangkat dan meneguhkan. Sebagai Pengantara Rahmat, ia tidak menggantikan Yesus, tapi jadi jembatan yang lembut – menghubungkan kita dengan…







