Jika hidup adalah sebuah perjalanan, maka hati nurani adalah kompasnya, dan masa puasa adalah waktu untuk berhenti sejenak guna memastikan, bahwa kita tidak sedang berjalan menuju jalan buntu (kesia-siaan). Dalam perjalanan itu kita membiarkan diri dipimpin Allah berarti kita bersedia mengubah rute hidup saat suara hati (sabda-Nya) mengingatkan, bahwa kita mulai melenceng. Ini adalah jaminan…
Tuhan Melihat dan Mengizinkan Manusia Digodai Setan
Sering kali kita bertanya dalam hati: kalau Tuhan itu baik, mengapa Ia membiarkan manusia digodai? Mengapa Ia tidak langsung menghentikan Iblis sejak awal? Di Taman Eden, Tuhan melihat, ketika manusia pertama digoda. Di padang gurun, Tuhan juga melihat ketika Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus, dicobai berulang kali. Tuhan melihat, Ia tidak lalai. Ia tahu. Ia mengizinkan….
Mendidik Hati agar Peka terhadap Suara Tuhan
Dua adegan kontras: kejatuhan manusia pertama, karena godaan (Kej. 3: 1-7) dan kemenangan Yesus atas godaan di padang gurun (Mat. 4: 1-11). Adam dan Hawa jatuh, karena membiarkan tipu daya Iblis masuk ke dalam hati. Mereka tergoda oleh keinginan jadi seperti Allah dan akhirnya kehilangan kepercayaan kepada-Nya. Sebaliknya, Yesus menunjukkan, bahwa godaan bisa dihadapi dan…
Keinginan Daging
Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang ke luar dari mulut Allah” (Mat 4: 4). … Manusia menginginkan kebahagiaan dan kesejahteraan, sehingga membutuhkan hal-hal yang bersifat materi untuk menunjang hidupnya. Tapi manusia sering kali tidak merasa puas dengan segala sesuatu yang telah dimilikinya. Ia terus berusaha mencari…
Rahmat Allah lebih Kuat daripada Dosa
“Di mana Adam ragu, Kristus percaya. ketika kita jatuh, kerahiman-Nya lebih besar siap menjangkau.” Dalam Kitab Kejadian, Allah membentuk Adam dari tanah dan memahkotainya dengan kemuliaan. Ia adalah anak-Nya. Ia hidup dalam keintiman dengan-Mu. Ketika firman-Nya diputarbalikkan, keraguan itu masuk. Manusia itu jatuh. Ketakutan lahir dan manusia bersembunyi. Dalam Injil Matius, kami melihat Yesus di…
Berpantang dan Pengendalian Diri
“Stop… berkasak-kusuk agar kita tidak jadi busuk!” -Mas Redjo … Jika ada hal yang tidak berkenan di hati atau tidak sependapat, ya, kita tidak harus kasak-kusuk dan bicara di belakang. Karena itu bukan sifat kesatria. Lebih baik dikemukakan dengan bijak. Tapi alangkah bijak, jika kita tidak berprasangka buruk kepada siapa pun! Stop berprasangka buruk! Lebih…
Jejak Kelana Nafas-50
Bocah Angin-545
Bicara, Diam, Bicara dalam Diam
1.Bicaralah…Selama masih engkau punya mulutmuSelagi masih ada emosi rasamuKetika masih sehat waras pikiranmuJika memang ada hati nuranimuKarena sungguh ada sanubari jiwamuKatakan berani seribu katamuLantangkan tegas sejuta kalimatmuNyatakan apa dan siapa pribadimuGaungkan sosok sejati harkat martabatmu“Katakan benar itu benar…Lantangkan salah itu salah…Hentakkan kaki di dada bumiArahkan wajahmu menatap mentariJangan diamJangan bisuJangan takut! 2.Diam…Jangan coba buka mulutmuJangan…







