Kategori: MONSIGNOR RD INNO NGUTRA

Darah Mengikat, Firman Menyelamatkan

“Suatu hubungan darah antar manusia hanya bisa menghantar kepada keselamatan, jika diikat dan dilandasi oleh Firman Tuhan. Hubungan darah membanggakan, tapi hanya Firman Tuhan yang menuntun kita kepada keselamatan.” Jawaban Yesus, bahwa Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku adalah mereka yang melakukan firman Tuhan menegaskan beberapa hal penting sebagai berikut: Sesungguhnya engkau...

Jadilah Jembatan, bukan Tembok

“Sadar atau tidak, kita kadang tidak mampu mengontrol kata dan perbuatan, sehingga kita menjadi tembok yang memisahkan Tuhan dan sesama.” Pada pesta Santo Matius, Rasul dan Penulis Injil, kita mendapatkan sebuah kisah yang sangat inspiratif. Santo Matius menampilkan gerakan pertobatan dan perubahan dari manusia yang penuh dosa dan masa...

Berubah itu Susah, tapi Tidak Mau Berubah itu Fatal

“Perkembangan seseorang hanya bisa terjadi, ketika ia mau bertobat dan berubah. Tuhan bukan hanya memanggil kita untuk berobat dan berubah, melainkan sesungguhnya Ia percaya kita mau melakukannya.” Sering kita mendengar seorang melabel orang lain dengan kata-kata seperti ini; “Orang itu susah berubah” atau “memang dari sononya dia sudah seperti...

Hati ini adalah Tanah bagi Benih Firman Tuhan

“Tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim, bahwa sepanjang hidupnya, hatinya telah menjadi tanah yang subur bagi tumbuhnya benih firman Tuhan. Karena sesungguhnya yang terjadi adalah hati kita menjadi tanah yang kersang, berduri, dan berbatu-batu. Tapi sering juga menjadi tanah yang subur yang memungkinkan benih firman Tuhan dapat tumbuh...

Jadikanlah Diri ini sebagai Kabar Baik

“Kita dipanggil dan dipilih Allah bukan hanya untuk mewartakan Kabar Gembira/Baik, melainkan lebih dari itu agar kita berjuang untuk menjadi Kabar Baik itu. Karena sesungguhnya kita telah menerima Dia yang adalah Sumber Kegembiraan dan Kebaikan itu, yakni Tuhan sendiri.” Dalam Injil dikisahkan Yesus yang berkeliling dari kota ke kota...

Berlagak Suci

“Sadar atau tidak, kadang kita merasa diri atau berlagak sebagai orang suci, ketika berhadapan dengan para pendosa, sehingga kita membiarkan pendosa yang bertobat itu menggapai Surga, sedang kita hanya memandangnya dari dunia kita.” Tentunya harus disadari, bahwa semua manusia itu berdosa. Yang membedakan satu sama lain adalah berat ringannya...

Cara Bijak Menasihati

“Banyak orang memiliki ide cemerlang dan nasihat yang bermanfaat, tapi semuanya itu tidak berguna bagi orang lain. Karena cara yang kurang baik dan tidak santunlah yang digunakan, sehingga melukai orang lain.” Inilah juga yang dikeluhkan oleh Yesus, ketika Ia merasa heran akan tanggapan dan kritikan orang-orang terhadap cara hidup...

Dalam Dukamu Bunda Ada Selamatku

“Derita Sang Putra mendatangkan duka lara di hati Sang Bunda, maka pantaslah ia dijuluki Mater Dolorosa, Bunda Berdukacita.” Dilukiskan secara tragis oleh Yohanes, penulis Injil, bahwa di dekat salib Yesus, berdiri ibu-Nya. Lukisan tentang dekatnya jarak antara tiang gantungan di mana Sang Putra dipaku dengan berdirinya Sang Bunda membuat...

Di Salib-Mu Kutemukan Cinta Sejati

“Setiap kali derita dan bebanmu terasa berat, pandanglah di salib Tuhanmu, karena Ia masih tetap terpaku di sana, karena dosa-dosamu.” Sungguh menjadi luar biasa, bahwa Tuhan menyatakan cinta sejati-Nya kepada kita melalui jalan salib. Kita mendengar ungkapan terdalam kasih Bapa kepada kita lewat Injil, “Karena begitu besar kasih Allah...

Selalu ada Ruang Ampunan di Hatiku Untukmu

“Manfaat pengampunan pertama-tama selalu diperuntukan bagi dia yang mengampuni, bukan dia atau mereka yang diampuni, karena terlepas atau terikatnya dirimu dengan amarah dan dendam ditentukan oleh kerelaanmu untuk mengampuni.” Ketika memberikan jawaban kepada Petrus, Yesus memberi harapan kepadanya, bahwa kendatipun Petrus adalah manusia biasa, tapi akan menjadi sangat serupa...

Hasilkanlah Buah Kebaikan

“Buah semangka berdaun sirih. Yang normal terjadi seharusnya buah dan daun sama satu pohon, tapi pepatah di atas dalam arti lain, bahwa mengapa pohonnya sirih tapi buahnya semangka? Demikian pun seharus manusia itu baik maka produk yang ke luar pun baik bukan yang jahat.” Saya pernah teringat pada tahun...

Menjadi Hakim bagi Sesama, tapi Pembela bagi Diri Sendiri

“Kadang kita sibuk menghakimi orang lain atas salah dan dosa mereka. Tapi atas salah dan dosa yang sama yang kita lakukan, maka kita dengan cepat mengubah peran menjadi seorang pembela. Kita justru menjadi pembela hebat atas perkara diri sendiri.” Tentang kecenderungan untuk menghakimi orang lain, Yesus mengingatkan kita, “Mengapakah...

Mengampuni:
Bukan Kompromi, melainkan Pelepasan

“Kerelaan dan keberanian untuk mengampuni bukan karena si pengampun adalah pribadi yang lemah atau berada di bawah tekanan, melainkan pengampunan adalah atribut dan karakter orang kuat kepribadian. Dengan kata lain, pengampunan itu bukan tindakan kompromi terhadap kesalahan dan orang yang salah atau penjahat, melainkan tindakan pelepasan hati dan pikiran...

Nikmat Duniawi Dipeluk, tapi Nikmat Surgawi Diabaikan

“Dewasa ini banyak orang mencari nikmat duniawi, tapi mereka mengabaikan nikmat surgawi. Satu yang pasti, bahwa nikmati surgawi hanya bisa dinikmati oleh mereka yang telah membelinya dengan kebaikan selama hidup terberi di dunia ini.” Dalam Injil, Yesus memberi kekuatan bagi mereka yang diabaikan di dunia ini; yang miskin, sedih,...

Lahirnya untuk Melahirkan Penyelamat Bagimu

“Sang Bunda melahirkan Yesus, dan Yesus mendatangkan keselamatan bagi kita.” Pada pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, kita dihantar untuk bermenung tentang sosok Bunda Maria yang lahir untuk melahirkan Sang Penebus dunia bagi kita. Allah mempunyai banyak cara untuk mengutus Yesus ke dunia guna menebus dosa manusia. Dalam cara yang...