Berlagak Suci

“Sadar atau tidak, kadang kita merasa diri atau berlagak sebagai orang suci, ketika berhadapan dengan para pendosa, sehingga kita membiarkan pendosa yang bertobat itu menggapai Surga, sedang kita hanya memandangnya dari dunia kita.”

Tentunya harus disadari, bahwa semua manusia itu berdosa. Yang membedakan satu sama lain adalah berat ringannya dari dosa masing-masing. Sesaat, ketika dosa kita diketahui umum maka kita memiliki seribu argumen untuk membela diri, sementara bila belum diketahui orang lain, kita berlagak atau sok suci di hadapan mereka. Hal ini yang dilakukan oleh orang Farisi, ketika mengeluh terhadap sikap Yesus kepada perempuan yang menangisi dosanya di kaki Yesus dan menyeka air matanya dengan rambutnya.

Pelajaran penting bagi kita adalah:

    1. Sadarlah, walaupun segelintir kecil dosa kita. Tapi dosa, ya, tetap dosa. Konsekuensi yang diterima sebagai akibat dosa tetap sama, bila kita tidak bertobat;
    1. Bila kota sadar akan dosa-dosa, maka jangan menjauh dari Tuhan, karena sesungguhnya Ia akan mencari dan menemukan kita dengan jalan pengampunannya;
    1. Tuhan selalu dan selamanya memiliki ruang di hati untuk kita, para pendosa. Tidak cukup dengan sadar dan menangisi dosa-dosa kita, tapi harus bangkit dan menghampiri Tuhah di kamar pengakuan.

Jangan berlagak atau sok suci, karena dosa tetaplah dosa. Yang membuat seseorang benar-benar suci adalah pertobatan.

Monsignor Inno Ngutra, Pr