Hati ini adalah Tanah bagi Benih Firman Tuhan
Posted On 19 September 2026

“Tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim, bahwa sepanjang hidupnya, hatinya telah menjadi tanah yang subur bagi tumbuhnya benih firman Tuhan. Karena sesungguhnya yang terjadi adalah hati kita menjadi tanah yang kersang, berduri, dan berbatu-batu. Tapi sering juga menjadi tanah yang subur yang memungkinkan benih firman Tuhan dapat tumbuh dan berbuah.”
Perumpamaan Yesus tentang penabur dalam Injil ini memberikan beberapa buah permenungan bagi kita, yakni:
- Percayalah, bahwa Tuhan menciptakan kita sebagai tanah yang subur bagi taburan benih firman-Nya dengan harapan, bahwa benih itu akan tumbuh dan menghasilkan buah baik dan segar;
- Faktanya, karena pilihan dan keputusan pribadi maka kadang diri ini menjadi tanah yang berbatu dan berduri, ketika emosi, iri hati, cemburu, dan dendam yang tidak bisa dikontrol, sehingga hama itu mematikan semua benih firman yang Tuhan taburkan di atas tanah hati dan pikiran kita;
- Perlunya kesadaran untuk pertobatan dan niat serta perbuatan baik untuk menjadi pupuk agar tanah hati kita menjadi subur kembali, sehingga benih firman Tuhan dapat bertumbuh subur dan berbuah banyak.
Selalu untuk diingat, walaupun Tuhan adalah Penabur benih, tapi pribadi kita yang menentukan jenis tanah di dalam diri ini, sehingga tumbuh atau matinya benih itu sangat tergantung pada pengelolaan tanah hati kita masing-masing.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.