Kategori: MONSIGNOR RD INNO NGUTRA

Menutupi Kekurangan dengan Mencari Kesalahan Orang Lain

“Sadar atau tidak, tapi kadang menjadi kesenangan dan kepuasan, bila kita menemukan kekurangan, kesalahan, bahkan dosa/aib orang lain serta menyebarkannya. Tapi pada saat yang sama kita berjuang untuk menutupi kelemahan dan kerapuhan diri sendiri.” Jika kita memperhatikan, ada dua tipe orang di sekitar kita: Gambaran tipe manusia pertama kita...

Tikamilah Aku dengan Kasih-Mu agar Lukaku Sembuh

“Teguran dan bahkan kritikan itu selalu tidak mengenakan. Jika dilakukan dengan cara yang lembut, di tempat yang sesuai, dan dalam suasana persaudaraan yang berbalutkan kasih, maka tajamnya kata-kata kritikan itu tidak akan melukai, bahkan sekalipun menusuk daging maka tidak terasa sakitnya.” Dalam Injil, Yesus berbicara tentang bagaimana cara menasehati...

Jadilah Fasilator Rahmat, bukan Wasitnya

“Kadang, karena posisi atau bahkan merasa diri dekat dengan Tuhan dan Gereja-Nya, lalu terhadap sesama, kita berlaku bukan sebagai fasilator, melainkan sebagai wasit, bahkan hakim yang menentukkan layak tidaknya seseorang masuk Surga.” Atas tindakan yang bertentangan dari para murid yang memakan bulir gandum tanpa mencuci tangan itu dikritik pedas...

Ketika Kita Kehilangan Momen Untuk Mencintai

“Menghakimi dan mengkritik sesama yang dilakukan, karena kebencian, iri hati, dan dendam itu sesungguhnya menutup peluang kita untuk mencintai mereka.” Dalam Injil, orang-orang Farisi telah kehilangan momen untuk mencintai, ketika mereka mengkritik Yesus dan para murid-Nya. Mereka fokus pada kelemahan, kekurangan, dan kesalahan orang lain daripada belajar untuk memeluk...

Jadilah Perahu dan Jala Tuhan

“Sekuat dan sebagus apa pun sebuah perahu dan jala bukan semata tergantung pada bahan buatannya, melainkan pada orang yang mendayung dan menggunakan untuk menjala. Bila perahu dan jala hanyalah benda mati yang berfungsi, ketika disentuh oleh tangan manusia, maka engkau adalah manusia yang dipercaya oleh Tuhan untuk menjala manusia.”...

Merindukan yang Surgawi, tapi Menikmati Duniawi

“Inilah yang terjadi dalam diri ini: Kita merindukan keselamatan dan kemuliaan surgawi, tapi berjuang menikmati pujian dan kehormatan dari sesama. Yang surgawi menjadi cita-cita, tapi yang duniawi selalu dipikirkan dan berjuang untuk meraihnya.” Di sekitar kita sering terjadi pada diri ini, bahwa kita mencari pujian dan penghormatan dari sesama...

Berani Menentang Kejahatan

Mengapa kejahatan tidak pernah punah? Entah orang baik diam menyaksikannya, ataukah kita takut sehingga bersekongkol dengannya, atau mungkin juga kita suka jadi pelaku kejahatan, sehingga kita membiarkannya terjadi dan menghancurkan orang lain. Sebagai murid Yesus, kita ditantang oleh Yesus dengan keberanian dan kuasa-Nya untuk menentang dan mengusir kuasa Setan,...

Kita Terluka atas Izin Sendiri

“Kita terluka atas izin sendiri. Maka jangan biarkan orang lain melukai dengan kritikan yang mereka berikan dari sedikit pengetahuan dan pengenalan tentang kita.” Bukannya orang-orang yang mengenal Yesus bangga atas yang dicapai oleh-Nya, melainkan mereka tidak percaya, bahkan menolak kehadiran-Nya sebagai akibat dari iri hati dan rasa cemburu terhadap...

Jadi Batu Penjuru, bukan Batu Sandungan

“Kita adalah putra-putri Allah yang diciptakan oleh Allah secitra dengan-Nya, namun kadang kita memilih untuk menjadi mirip dengan bahkan lebih kesetanan lagi dari Setan dengan membiarkan mulut dan tangan kita digunakan untuk melakukan kejahatan.” Ketika Petrus berani menegur Yesus atas derita yang akan dilalui-Nya, Yesus bukannya memuji dan berterima...

Menari di atas Derita Orang Kecil

“Banyak sekali secara sengaja dan sadar demi menggapai keinginan dan tujuan pribadi, kita tega memanfaatkan orang kecil dan miskin.” Khotbah tentang kemartiran Yohanes Pembaptis, ketakberdayaan Raja Herodes dan senyum atas terbalasnya dendam Herodias terhadap Yohanes Pembaptis sudah banyak dibaca dan didengar. Tapi ada satu hal menarik dalam kisah itu,...

Jagalah agar Pelita Jiwamu Tetap Bernyala

“Semua orang berharap, bahwa suatu waktu nanti mereka akan masuk Surga. Tapi mereka kurang mempersiapkannya selama hidup terberi kepada mereka di dunia ini.” Pengalaman Santa Monika itu sangat menginspirasi. Seharusnya seseorang mempersiapkan jalan ke Surga itu bukan hanya bagi orang lain, melainkan juga bagi diri sendiri. Lewat doa yang...

Kesetiaan yang Melahirkan Kepercayaan

“Jangan berharap agar orang percaya padamu, jika kau sendiri tidak mampu menunjukkan kesetiaan kepadanya. Sebaliknya, ketika kau berlaku taat dan setia, maka kepercayaan itu akan mendatangimu.” Yesus menegaskan dalam Injil, “Berbahagialah hamba, yang didapati Tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika Tuannya datang. Sungguh, Tuan itu akan mengangkat dia jadi pengawas...

Orang Munafik:
Hebat di Luar, Hancur di Dalam

“Orang munafik itu selalu terlihat hebat, glamour, dan sok suci dari aspek lahiriah/fisik, tapi di dalam hatinya selalu tersimpan rencana dan niat jahat terhadap orang lain.” Yesus mengingatkan, bahkan mengkritik kita yang berlaku munafik dengan kata-kata yang tegas dan keras: “Kalian seperti kuburan yang dilabur putih. Sebelah luarnya tampak...

Lepaskan Topeng Kemunafikan Diri

“Kemunafikan membuat seseorang menampilkan sifat kepura-puraan, mudah mengobral janji, tapi susah ditepati. Seorang munafik itu selalu tampil dengan topeng yang melindungi kebobrokan dirinya.” Dalam Injil, Yesus mengeritik pedas para Kaum Farisi yang bermulut manis di hadapan Jemaat, tapi hatinya dipenuhi keinginan jahat untuk merampas hak dan harta orang lain,...

Jangan Gegabah Menilai

“Mempersilakan orang untuk melihat, mengalami, dan memutuskan sendiri adalah lebih baik dan bijak daripada memaksakan mereka untuk mengikuti yang kita yakini sebagai kebenaran. Namun adalah tugas kita untuk menjelaskan kebenaran itu daripada membiarkan dia mencarinya, sehingga keliru atau bahkan salah menafsirkannya.” Dalam Injil, Filipus membawa Natanael kepada Yesus melalui...