Selalu ada Ruang Ampunan di Hatiku Untukmu

“Manfaat pengampunan pertama-tama selalu diperuntukan bagi dia yang mengampuni, bukan dia atau mereka yang diampuni, karena terlepas atau terikatnya dirimu dengan amarah dan dendam ditentukan oleh kerelaanmu untuk mengampuni.”

Ketika memberikan jawaban kepada Petrus, Yesus memberi harapan kepadanya, bahwa kendatipun Petrus adalah manusia biasa, tapi akan menjadi sangat serupa dengan Allah Penciptanya, ketika ia rela mengampuni. Praktek untuk mengampuni itu harus dimulai dari diri sendiri dan dipraktekan di antara sanak keluarga sendiri.

Tentang pengampunan dalam kaitan dengan keluarga, Paus Fransiskus mengatakan, “Tidak ada keluarga yang sempurna; tidak ada suami atau istri, orangtua, atau anak-anak yang sempurna. Tapi ketidaksempurnaan ini hanya bisa disempurnakan oleh pengampunan yang terberi kepada yang lain, karena cinta.” Sesama anggota keluarga yang saling mempraktekan cinta dan pengampunan adalah keluarga yang yang hidup, bertumbuh, dan berbuah dalam iman.

Yesus menghendaki agar kita saling mengampuni/memaafkan. Ia menyadarkan kita, bahwa:

    1. Memang mengampuni itu sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin. Selalu ada harapan untuk bisa mempraktekannya;
    1. Yesus percaya, bahwa kita mampu mengampuni sekalipun kita terluka, karena sesungguhnya luka kita hanya bisa tersembuhkan oleh pengampunan.

Akhirnya, berilah ruang ampunan di hati untuk sesamamu agar Allah menyediakan istana ampunan dan berkat bagimu.

Monsignor Inno Ngutra, Pr