Jadilah Jembatan, bukan Tembok

“Sadar atau tidak, kita kadang tidak mampu mengontrol kata dan perbuatan, sehingga kita menjadi tembok yang memisahkan Tuhan dan sesama.”
Pada pesta Santo Matius, Rasul dan Penulis Injil, kita mendapatkan sebuah kisah yang sangat inspiratif. Santo Matius menampilkan gerakan pertobatan dan perubahan dari manusia yang penuh dosa dan masa lampau yang kelam menuju kepada masa depan yang cerah ceria berkat pengenalan akan Yesus. Tidak hanya sampai di sini, karena momen berikutnya sungguh memesona, ketika melalui Matius, banyak pendosa datang, duduk dan makan bersama dengan Yesus. Matius sungguh menjadi jembatan kokoh kuat yang memungkinkan sesama para pendosa berjalan dari lumpur dosa kepada kebahagiaan surgawi.
Kita mendapatkan pelajaran yang paling indah tentang kehidupan seorang beriman, yakni:
- Tanggalkan dan tinggalkan masa lalu, bila kita ingin mendapatkan keselamatan;
- Jadilah contoh dalam perbuatan, bukan hanya dengan kata-kata manis. Perbuatan yang lebih banyak manfaatnya daripada banyak pembicaraan tanpa makna;
- Jadilah jembatan dan bukan tembok bagi sesamamu untuk datang dan mengenal Tuhan;
- Ikutsertakan sesama dalam setiap gerakan pertobatan dan perbaikan diri yang dipelopori olehmu. Ketika Anda bertobat, maka Anda akan menjadi contoh bagi sesamamu.
Akhirnya, ketika Tuhan memanggil, kita, maka Ia ingin agar kita berani meninggalkan masa lalu yang penuh dosa untuk menggapai masa depan keselamatan di dalam Dia.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.