Sering kali, masalah terbesar kita bukanlah apa yang orang lain lakukan, melainkan apa yang otak kita ‘tambahkan’ terhadap tindakan mereka. Contoh ilmu ‘Cocoklogi’ : Kita melihat seseorang merokok, lalu asumsi kita melompat terlalu jauh (overthinking). Kita melabelinya sebagai ‘penghancur kesehatan bumi’ atau pribadi yang egois. Dalam sekejap, di kepala kita, dia bukan lagi manusia biasa,…
Kategori: JLITHENG
Beciké Ati-ati
Sesungguhnya, istilah “Esok dele sore tempe,” adalah satu pengingat (Jawa) untuk ‘èling’ pada diri sendiri saat berurusan dengan orang lain agar janji kita bisa dipegang dan dipercaya. Secara harfiah, “Esok dele, sore tempe” berarti “pagi masih kedelai, sore sudah jadi tempe.” Karena kedelai itu membutuhkan waktu fermentasi jadi tempe, perubahan yang dadakan ini ‘ngelingake’ (mengingatkan)…
Pemimpin Yes:Satunya Kata dan Perbuatan
“Mengapa Integritas itu Menenangkan?“ Sederhananya, integritas adalah tentang keselarasan: “Katakan yang dilakukan, dan lakukan yang dikatakan.” Saat kata dan perbuatan berjalan seiring, batin kita jadi tenang. Kita tidak lagi butuh energi ekstra untuk merangkai skenario palsu atau menutupi kenyataan. Integritas itu bukan tentang mengejar kesempurnaan, melainkan tentang keberanian untuk jadi nyata. Sebab pada akhirnya, orang…
Seni Memimpin: Ngemong di Balik Instruksi
Ngomong (bicara): Banyak orang yang keliru menganggap, bahwa memimpin itu hanyalah soal kepiawaian ‘ngomong’ memberi perintah, membagi tugas, dan memastikan roda kerja berputar. Tapi instruksi yang hampa empati itu hanya akan menghasilkan kepatuhan sesaat. Tim kerja itu akan bergerak, karena takut, dan bukan karena hormat. Ngemong (ngayomi): Sebaliknya, pemimpin yang ‘ngemong’ itu hadir seperti oase….
Ngomong Secukupnya, Ngemong Seutuhnya
Filosofi ‘ngemong’ itu memang sangat dalam, karena melibatkan kesabaran dan kedewasaan spiritual. Ngemong itu bukan berarti kalah, melainkan menang atas diri sendiri. Misalnya, kita ngemong saudara. Saat kita bersedia meminta maaf terlebih dahulu atau menahan amarah, sebenarnya kita sedang meninggikan derajat persaudaraan di hadapan Tuhan. Dari tulisan di atas, bagian mana yang menurut Anda paling…
Kunang-kunang di Jalan Emaus
Kiasan “Kunang-kunang di Waktu Malam” mengingatkan kita, bahwa meski cahaya iman kita terlihat kecil, ia memiliki keindahan luar biasa, justru karena menyala di tengah kegelapan. Sahabat…, kisah murid-murid menuju Emaus adalah kisah tentang kita yang sedang lelah, sakit, atau kehilangan arah di hari yang mulai senja. Saat itu, hati mereka gelap oleh duka, persis seperti…
Bekal di Perjalanan
“Selagi kehidupan ini masih berpihak, jangan pernah Anda beranjak.” Kita adalah petani di atas tanah pinjaman semesta. Esok atau lusa, tanah ini akan kembali pada Pemilik-Nya. Maka, selagi musim masih berpihak, tanamlah cahaya agar kegelapan tidak mempunyai tempat untuk tumbuh. Agar sepetak tanah kita tumbuh, jangan biarkan gersang oleh amarah atau mati tertimbun batu harga…







