Filosofi ‘ngemong’ itu memang sangat dalam, karena melibatkan kesabaran dan kedewasaan spiritual.
Ngemong itu bukan berarti kalah, melainkan menang atas diri sendiri. Misalnya, kita ngemong saudara. Saat kita bersedia meminta maaf terlebih dahulu atau menahan amarah, sebenarnya kita sedang meninggikan derajat persaudaraan di hadapan Tuhan.
Dari tulisan di atas, bagian mana yang menurut Anda paling sulit untuk dipraktikkan dalam kehidupan nyata: menahan diri untuk tidak banyak ngomong atau konsistensi untuk tetap ngemong saat situasi sulit?
Berkah Dalem.
Jlitheng

