“Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga.” Sehebat apa pun seorang pemimpin, ia tetap manusia biasa yang bisa lelah, keliru, dan khilaf. Pemimpin yang bijak itu tidak akan berjalan sendirian dan merasa paling benar. Ia justru memilih merunduk, membuka hati, dan berguru kepada warganya. Tiga Kunci Keselarasan Saat pemimpin membuka diri untuk diingatkan, ia sedang…
Kategori: JLITHENG
Guru Sejati
Hari ini, Guru sejati melangkah ke kelas dengan senyuman terbaiknya. Saat berhadapan dengan keterbatasan, dia mengatakan kepada murid-murid dengan penuh keyakinan: “Ibu/Bapak juga tidak punya laptop canggih. Namun, otak dan kreativitas kita gratis serta tidak terbatas. Mari kita jadikan alam ini sebagai laboratorium kita!” Pesan Utama:Kemiskinan materi itu tidak boleh memiskinkan cara berpikir dan daya…
Kesalehan yang Egois
“Bahaya jadi orang baik yang hanya memikirkan diri sendiri.” Saat Yesus terangkat ke Surga, para murid sempat berdiri terpaku dan terus menatap ke langit. Malaikat lalu menegur mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit?” (Kisah Para Rasul 1: 11). Teguran Malaikat itu adalah kritik langsung terhadap “kesalehan yang egois.” Para murid tidak…
Lelaki yang Sempurna
Hari ini hatiku tertuju pada sebuah kalimat yang mendalam: “Kita pasti akan kembali lagi kepada-Nya.” Kalimat ini bukan sekadar rangkaian kata. Melainkan adalah cermin dari sebuah kesadaran spiritual yang amat tinggi. Sebuah pengingat dari seorang Lelaki yang hidup-Nya sepenuhnya terarah pada tujuan akhir yang kekal. Saat merenungkannya, aku menyadari beberapa hal: Lelaki ini menjadikan kematian…
Cinta Tak Bertepi
Sebuah potret nyata tentang pengorbanan tanpa batas seorang Ibu. Meski raga lelah dan cuaca tak menentu, senyumnya tetap jadi kompas bagi anak-anaknya. Pagi belum terjaga, tapi langkahnya sudah melampaui mimpi. Sambil mengantar sekolah dengan karung di pundak, ia tidak sedang memulung sisa… ia sedang merangkai masa depan. Dunia melihat sisa, tapi anak-anaknya melihat harapan. Terima…
Memberi dari Kelimpahan Hati
Pokok Refleksi:Jangan biarkan jiwa ini gersang saat membasahi hidup orang lain. “Nemo dat quod non habet ” kau tidak bisa menyalakan pelita sesama tanpa cahaya dalam dirimu. Cangkir yang PenuhJadilah cangkir syukur yang meluap. Saat kebaikan itu tumpah secara alami, kau takkan merasa kehilangan, karena kau membagikan kelimpahan, bukan menguras sisa. Kasih Tanpa Tepi“Tuhan tidak…
Gusti Nyuwun Welas
Ungkapan “Gusti Nyuwun Welas” adalah kerendahan hati terdalam hamba yang mengakui ketergantungan penuh pada belas kasih Tuhan. Tuhan tidak melihat seberapa sering kita jatuh, melainkan ketulusan untuk bangkit. Kasih-Nya adalah oase penyembuh luka, penguat, dan pengharapan baru. Kesadaran akan kasih Tuhan yang besar menggerakkan kita untuk jadi pribadi yang penuh pengampunan dan pengertian bagi sesama….







