Kategori: JLITHENG

Belajar dari Senja

Ada dua cara manusia hadir di dalam hidup kita: Hubungan yang bernilai itu tidak diukur dari ledakan emosi di awal perjumpaan. Kenyamanan sejati itu lahir seperti hadirnya senja. Ia tidak terburu-buru, tapi selalu konsisten meneduhkan jiwa yang lelah. Kilat memang memukau, tapi senja yang selalu dirindukan. Semoga hari ini...

Selalu Ada Jalan

Pernahkah kita merenungkan, bahwa sebuah gembok tidak pernah dibuat tanpa kuncinya? Begitupun dengan kehidupan. Sang Pencipta tidak pernah mengizinkan masalah hadir tanpa menyediakan jalan ke luar di baliknya. Tantangan sering kali membuat kita merasa buntu. Tapi batas kemampuan kita bukanlah batas kemampuan Tuhan. Tugas kita hari ini sederhana: teruslah...

Diam itu Tidak selalu Emas

Seorang kakak (bisa: keluarga, biara, komunitas, atau lingkungan) pernah berkata kepada Adiknya: “Kalau kamu marah, berbicaralah, walau dengan nada kesal. Jika kamu mendiamkan dan menganggapku tidak ada, itu jauh lebih menyakitkan.” Kata-kata ini mengingatkan kita pada sebuah kebenaran. Bahwa kemarahan, seburuk apa pun itu, masih memiliki harapan. Saat seseorang...

Iman dan Integritas

Sahabat keluarga yang dikasihi Allah. Saat kita mendoakan anak-cucu, mari merenung sejenak: Apakah kita sudah ‘mewarisi’ mereka dengan perisai hidup yang tepat? Karena rasa sayang, terkadang kita mendidik anak untuk selalu mencari ‘selamat’. Tapi dunia luar itu penuh ujian moral. Anak yang hanya diajar aman akan rapuh dan mudah...

Cintanya Tidak Terbatas

“Di mana ada cinta, di sana ada kehidupan.” -Mahatma Gandhi Mari merenungkan arti hidup dari kisah nyata perang Vietnam, September 1965. Saat bom menghancurkan segalanya, seorang Ibu menerjang sungai berarus deras demi menyelamatkan empat anaknya. Kedua tangannya terkunci mendekap buah hatinya, sementara mulutnya menggigit kuat ujung bajunya sendiri menahan...

Pemimpin yang Mau Berguru pada Warganya

“Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga.” Sehebat apa pun seorang pemimpin, ia tetap manusia biasa yang bisa lelah, keliru, dan khilaf. Pemimpin yang bijak itu tidak akan berjalan sendirian dan merasa paling benar. Ia justru memilih merunduk, membuka hati, dan berguru kepada warganya. Tiga Kunci Keselarasan Saat pemimpin...

Guru Sejati

Hari ini, Guru sejati melangkah ke kelas dengan senyuman terbaiknya. Saat berhadapan dengan keterbatasan, dia mengatakan kepada murid-murid dengan penuh keyakinan: “Ibu/Bapak juga tidak punya laptop canggih. Namun, otak dan kreativitas kita gratis serta tidak terbatas. Mari kita jadikan alam ini sebagai laboratorium kita!” Pesan Utama:Kemiskinan materi itu tidak...

Kesalehan yang Egois

“Bahaya jadi orang baik yang hanya memikirkan diri sendiri.” Saat Yesus terangkat ke Surga, para murid sempat berdiri terpaku dan terus menatap ke langit. Malaikat lalu menegur mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit?” (Kisah Para Rasul 1: 11). Teguran Malaikat itu adalah kritik langsung terhadap...

Lelaki yang Sempurna

Hari ini hatiku tertuju pada sebuah kalimat yang mendalam: “Kita pasti akan kembali lagi kepada-Nya.” Kalimat ini bukan sekadar rangkaian kata. Melainkan adalah cermin dari sebuah kesadaran spiritual yang amat tinggi. Sebuah pengingat dari seorang Lelaki yang hidup-Nya sepenuhnya terarah pada tujuan akhir yang kekal. Saat merenungkannya, aku menyadari...

Cinta Tak Bertepi

Sebuah potret nyata tentang pengorbanan tanpa batas seorang Ibu. Meski raga lelah dan cuaca tak menentu, senyumnya tetap jadi kompas bagi anak-anaknya. Pagi belum terjaga, tapi langkahnya sudah melampaui mimpi. Sambil mengantar sekolah dengan karung di pundak, ia tidak sedang memulung sisa… ia sedang merangkai masa depan. Dunia melihat...

Memberi dari Kelimpahan Hati

Pokok Refleksi:Jangan biarkan jiwa ini gersang saat membasahi hidup orang lain. “Nemo dat quod non habet ” kau tidak bisa menyalakan pelita sesama tanpa cahaya dalam dirimu. Cangkir yang PenuhJadilah cangkir syukur yang meluap. Saat kebaikan itu tumpah secara alami, kau takkan merasa kehilangan, karena kau membagikan kelimpahan, bukan...

Gusti Nyuwun Welas

Ungkapan “Gusti Nyuwun Welas” adalah kerendahan hati terdalam hamba yang mengakui ketergantungan penuh pada belas kasih Tuhan. Tuhan tidak melihat seberapa sering kita jatuh, melainkan ketulusan untuk bangkit. Kasih-Nya adalah oase penyembuh luka, penguat, dan pengharapan baru. Kesadaran akan kasih Tuhan yang besar menggerakkan kita untuk jadi pribadi yang...

Caritas Christi Urget Nos

Semboyan ini berasal dari 2 Kor 5: 14 dan menggambarkan, bahwa kasih Yesus yang teramat besar, khususnya pengorbanan-Nya di salib adalah motivasi utama bagi umat Kristiani untuk hidup bagi sesama dan melayani, bukan untuk diri sendiri. Cinta sejati kepada Yesus terpancar saat kita melangkah sesuai kehendak-Nya. “Jangan takut, karena...

Joy of Missing Out

Sering kali kita merasa tertinggal saat tidak mengikuti tren terbaru atau memiliki status yang setara dengan orang lain. Inilah jebakan FOMO (Fear of Missing Out). Sebuah kekhawatiran yang melumpuhkan nalar demi mengejar status semu. Padahal, kedewasaan sejati itu bukan tentang memiliki segalanya, melainkan tahu apa yang tidak perlu lagi...

Kutemukan Jati Diri

Dunia mungkin menuntut segalanya, tapi di titik ini, raga memilih berserah. Setelah ‘Via Dolorosa’ dan laku seduluran yang panjang, saya menemukan ‘Padang Gurun’. Bukan sebagai tempat kehilangan, melainkan ruang suci untuk lahir baru. Oleh rapuhnya jantung dan dampak stroke, saya belajar, bahwa retaknya raga itu justru jadi jalan masuk...