Ngomong Secukupnya, Ngemong Seutuhnya
Filosofi ‘ngemong’ itu memang sangat dalam, karena melibatkan kesabaran dan kedewasaan spiritual. Ngemong itu bukan berarti kalah, melainkan menang atas diri sendiri. Misalnya, kita ngemong saudara. Saat kita bersedia meminta maaf terlebih dahulu atau menahan amarah, sebenarnya kita sedang meninggikan derajat persaudaraan di hadapan Tuhan. Dari tulisan di atas,...
Kunang-kunang di Jalan Emaus
Kiasan “Kunang-kunang di Waktu Malam” mengingatkan kita, bahwa meski cahaya iman kita terlihat kecil, ia memiliki keindahan luar biasa, justru karena menyala di tengah kegelapan. Sahabat…, kisah murid-murid menuju Emaus adalah kisah tentang kita yang sedang lelah, sakit, atau kehilangan arah di hari yang mulai senja. Saat itu, hati...
Bekal di Perjalanan
“Selagi kehidupan ini masih berpihak, jangan pernah Anda beranjak.” Kita adalah petani di atas tanah pinjaman semesta. Esok atau lusa, tanah ini akan kembali pada Pemilik-Nya. Maka, selagi musim masih berpihak, tanamlah cahaya agar kegelapan tidak mempunyai tempat untuk tumbuh. Agar sepetak tanah kita tumbuh, jangan biarkan gersang oleh...
Tuntasnya Tugas Cinta:Saat Kesetiaan Bertemu dengan Keikhlasan
Tuntasnya Tugas Cinta ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah pilihan penghormatan yang mendalam bagi mereka (kakak, adik, saudara, teman) yang sedang atau telah menjalani fase cinta yang matang. Di usia senja, ‘ngopeni’ (merawat dengan telaten) pasangan itu bukan lagi soal kewajiban hukum atau sosial, melainkan bentuk doa dan...
Mencari Tuhan
Murid: “Guru, saya sudah membaca semua kitab, misa tiap hari, dan meditasi bertahun-tahun, tapi kenapa saya belum merasa dekat dengan Tuhan?” Guru: Masalahmu adalah kamu merasa sudah melakukan banyak hal untuk Tuhan, padahal Tuhan tidak meminta koleksi kegiatanmu. Dia hanya meminta hatimu” Intinya:Kamu sibuk dengan ritual (bungkusnya), tapi lupa...
Kebecikan ojo Dipekso
Kisah Adikku kemarin; Ceritanya ia mau berbagi beras pada tetangga. karena memperoleh beras Bulog, berasnya ‘pero’. Eh, ditolak mentah-mentah. Oh, ya, sudah. Itu hak dia. Jawabku: “Walah, ngenes ya, ceritane? Tapi bener Sampeyan, kebecikan kuwi pancen ora iso dipekso.” Niat baik itu kadang diabaikan atau dicuèkkin. Niat baik itu...
Kehilangan Jejak
Kehilangan identitas sering kali jadi pintu masuk bagi kesepian yang mendalam pada lansia. “Jangan takut!” Kenali mengapa. Kehilangan Identitas Profesional (Post-Power Syndrome) Opa Jlitheng adalah manager sukses yang hidupnya selama 35 tahun diisi dengan pengambilan keputusan besar dan dihormati banyak karyawan. Begitu pensiun, ia kehilangan ‘seragam’ dan jabatannya (kata...
Nasihat Simbok dan Bapak
Kebetulan simbok itu ‘Maria’ dan Bapak itu ‘Thomas’, karakter yang nyaris berlawanan. Diakhir hayat, ada kedekatan, terutama cara keduanya menjalani hidup: “Sedih olèh, ngrintih ojo” itu adalah sebuah pegangan hidup yang mengajarkan tentang ketangguhan dan kemandirian dalam balutan etika Jawa yang halus. Singkatnya: “Tenang seperti Maria, tapi tidak lebay...
Dari Kenosis Riuh Gelar ke Hening Berakar
Dahulu, bejana hidup kita penuh sesak dengan peran dan pengakuan. Sebagai apa pun peran itu, hari-hari kita riuh dengan kata-kata, jadwal, dan pandangan mata yang menatap penuh rindu. Ibarat bejana ini merasa ‘penuh’, karena kesibukan. Seiring dengan penyusutan, Tuhan seolah-olah mengetuk bejana itu dan meminta kita menumpahkan isinya. Kita...
Saksi Rahasia
Intinya, rahasia atau ‘mulut rapat’ itu adalah cara kita menghormati perjalanan hidup orang lain yang mungkin tidak semudah kelihatannya. Dengan menyadari, bahwa setiap orang itu mempunyai kisahnya sendiri adalah alasan terkuat untuk tidak ‘ember’ atau saksi ‘mulut rapat’. Menjaga ruang aman bagi kisah orang lain adalah karakter yang langka...
Mewartakan Kasih Tuhan
Jadi saksi itu bukan sekadar ‘label’, melainkan sebuah ‘aksi’. Sejatinya jadi saksi-Nya itu seperti ‘menularkan’ damai dan sukacita yang sudah kita terima dari Tuhan kepada orang di sekitar kita. Berkah Dalem.Jlitheng...
Jadilah Saksi Kebenaran
Dasar Menjadi Saksi.Setelah diselamatkan, kita dipanggil untuk jadi saksi Tuhan. Bukan sekadar menyampaikan informasi atau teori, melainkan membagikan pengalaman hidup pribadi yang telah diubah secara nyata oleh kuasa Tuhan. Wujud Nyata dalam Keseharian. Kebenaran yang diyakini itu harus mewujud dalam tindakan sehari-hari. Hidup kita adalah ‘Surat Terbuka’ yang dibaca...
Kemenangan Jiwa
Hujan itu seolah jadi liturgi alam yang agung. Ketika Sang Pencipta disebut sebagai penggeraknya. Hujan bukan lagi sekadar fenomena cuaca, melainkan instruksi langit agar manusia menanggalkan kesombongan. Di titik ini, takbir dan lonceng tidak lagi saling bersahutan dalam jarak, tapi melebur dalam satu irama syukur di bawah basuhan yang...
Tetelestai
Pemeran Yesus dalam Passio kemarin, tepat jam 3 sore, terbata – bata, ketika dia mengatakan, ‘tetelestai’. Sudah selesai! Saat kita merasa lelah atau susah, bisikkan kata ‘tetelestai’ dalam doa kita. Biarkan kata itu mengingatkan kita, bahwa beban terberat hidup ini sudah dipikul oleh-Nya, sehingga kita mempunyai kekuatan untuk melangkah...
Iman yang Bernyali seperti Nikodemus
Permenungan hari ini berhenti berpura-pura seperti Nikodemus. Iman yang sejati itu bukan seberapa hafal kita pada doa atau seberapa rapi ibadat kita. Iman itu kerja nalar dan budi yang digerakkan oleh Roh di kedalaman jiwa. Jadi murid Yesus adalah tentang keberanian untuk jujur. Di tengah dunia yang sering kali...