Semboyan ini berasal dari 2 Kor 5: 14 dan menggambarkan, bahwa kasih Yesus yang teramat besar, khususnya pengorbanan-Nya di salib adalah motivasi utama bagi umat Kristiani untuk hidup bagi sesama dan melayani, bukan untuk diri sendiri. Cinta sejati kepada Yesus terpancar saat kita melangkah sesuai kehendak-Nya. “Jangan takut, karena kita tidak berjalan sendiri. Roh Penolong…
Kategori: JLITHENG
Joy of Missing Out
Sering kali kita merasa tertinggal saat tidak mengikuti tren terbaru atau memiliki status yang setara dengan orang lain. Inilah jebakan FOMO (Fear of Missing Out). Sebuah kekhawatiran yang melumpuhkan nalar demi mengejar status semu. Padahal, kedewasaan sejati itu bukan tentang memiliki segalanya, melainkan tahu apa yang tidak perlu lagi kita kejar. Mari kita memilih JOMO…
Kutemukan Jati Diri
Dunia mungkin menuntut segalanya, tapi di titik ini, raga memilih berserah. Setelah ‘Via Dolorosa’ dan laku seduluran yang panjang, saya menemukan ‘Padang Gurun’. Bukan sebagai tempat kehilangan, melainkan ruang suci untuk lahir baru. Oleh rapuhnya jantung dan dampak stroke, saya belajar, bahwa retaknya raga itu justru jadi jalan masuk bagi cahaya-Nya. Tubuh yang ringkih ini…
Teduhnya Langkah yang Tidak Terucap
Layaknya pendar lilin di sudut sepi, saya tidak berambisi menerangi seluruh kota untuk bermakna. Cukup dengan tetap menyala, memberi hangat bagi siapa pun yang singgah di dekatnya. Momen tilik sedulur (menjenguk saudara) ini adalah saat di mana kekuatan Tuhan bertemu dengan kesetiaan waktu. Di hadapan para sesepuh yang telah kenyang pengalaman hidup, kesaksian saya akan jadi…
Membesarkan Hati
Dalam perjalanan tilik sedulur, saya menyaksikan pemandangan yang menggetarkan: para suami senja yang setia membesarkan hati istri mereka di tengah kepungan sakit. Saat diabetes dan gangguan saraf menggerus raga serta memori, para suami ini hadir sebagai ‘penyambung napas’ harapan. Mereka tidak sekadar merawat fisik, tapi menghidupkan kembali nyala jiwa yang hampir padam. Kelembutan ini membawa…
Welas Asih
“Seni mencintai hidup dengan cara yang paling tenang” (aspire to live quietly – Yes 30: 15). Ketenangan itu adalah sebuah penerimaan diri yang utuh. Rasa tenang itu hadir saat kita berhenti untul membandingkan langkah kaki kita dengan lari orang lain, lalu mulai mendengarkan detak jantung sendiri dengan penuh kasih. ‘Eudaimonia’ adalah seni hidup yang tidak…
Ziarah Hati
Dua hari di Lampung itu bukan sekadar perjalanan melintasi ruang, melainkan sebuah ziarah hati yang kami sebut ‘tilik sedulur’. Layaknya api di tungku yang harus terus dijaga agar tetap hangat, hubungan persaudaraan itu juga menuntut perhatian yang konsisten. Kami melangkah dari pintu ke pintu, melakukan sebuah ‘road show’ kasih sayang untuk memastikan nyala api itu…







