Menjadi Pelaku Sabda dan Pembawa Keadilan
Menurut survei LSI tahun 2021, tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap tokoh agama masih tinggi, tapi sering kali hanya sebatas simbol, bukan ajakan untuk berubah. Hal ini mirip dengan situasi di Nazaret saat Yesus kembali ke kampung halamannya. Mereka mengenal-Nya sebagai ‘anak Yusuf’, tapi tidak mampu melihat siapa Dia sebenarnya....
Refleksi Filosofis:
Bahasa Alam, Bahasa Semesta
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Belajarlah mendengar, karena Tuhan paling sering bicara hanya lewat sunyi.”(Amanat Sunyi) Di saat alam menderu gemuruh bak memecah angkasa, maka manusia pun gementar dan tersungkur cemas. “Eh, alam lagi batuk,” demikian guyonan manusia. Di kala bumi bergetar keras berguncang sambil memporakporandakan segalanya, maka manusia...
Kita Terluka atas Izin Sendiri
“Kita terluka atas izin sendiri. Maka jangan biarkan orang lain melukai dengan kritikan yang mereka berikan dari sedikit pengetahuan dan pengenalan tentang kita.” Bukannya orang-orang yang mengenal Yesus bangga atas yang dicapai oleh-Nya, melainkan mereka tidak percaya, bahkan menolak kehadiran-Nya sebagai akibat dari iri hati dan rasa cemburu terhadap...
Tantangan Penyangkalan Diri
Kita semua pengikut Kristus selalu mendengar, mengucapkan, dan melakukan tindakan penyangkalan diri. Hal ini terjadi juga dengan dua anak, kakak dan adik yang masih SD kelas enam dan empat. Mereka dilatih untuk membereskan tempat tidurnya, setelah bangun. Mereka sering merasa bosan atau malas melakukannya. Suasana bangun pagi sangat tidak...
Belajar dari Pucuk Cemara
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Jadilah seperti pucuk cemara: lancip, bertujuan, liuk dalam sikap, dan tetap menaungi, meski tetap berdiri sendiri.”(Amanat Hidup Sejati) Sungguh unik pucuk Cemara itu. Mengapa? Lihatlah pada langsing dan kaku batangnya. Ternyata, secara alam biologis hal itu justru berfungsi demi melawan badai. Di sisi lain,...
Jadilah padaku Menurut Sabda-Mu
“Aku tidak dapat mengikuti Yesus, kalau aku masih terus meminta-Nya mengikuti aku.” Allah yang Maha Rahim, Petrus mengasihi Putra-Mu. Hatinya sebenarnya tulus, tapi pikirannya belum sejalan dengan pikiran-Mu. Baru saja ia mengakui Yesus sebagai Mesias, sekarang ia mencoba menentukan yang seharusnya dilakukan oleh Sang Mesias: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan...
Salib di Jalan Kebenaran
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat 16:24). Beberapa kesempatan lalu di Indonesia, kita mungkin melihat atau mendengar berita medsos tentang orang yang berjuang membela kebenaran justru disalahpahami dan diserang. Peristiwa seperti ini menyadarkan, bahwa...
Nafas Romantisme
*Menafasi keluarga dengan romantisme, jika tidak berarti kita menyia-nyiakan rahmat Tuhan.” -Mas Redjo Jika orang bersemboyan, “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” itu adalah hak setiap pribadi. Tapi tidak layak diikuti. Menunda, jika dibiasaan membuat kita jadi pemalas, dan itu mengecewakan hati Tuhan yang menganugerahi hidup ini. “Adalah...
Menerima dan Merawat Kemerdekaan NKRI
Mosaik Serpihan Kelana -30Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Bangsa ini diwariskan dengan nyawa cintadari Sang Ilahi kepada para leluhurdari para orangtua pendahulu kepada kita anak cucuNegeri ini berkah Sang Penciptadiwariskan para Nenek moyangdan dipinjamkan anak cucu generasiNegara Republik inidiperoleh dengan korban harta, darah, dan nyawaKita terima dengan senyum untuk...
Memikul Salib dan Panggilan Kerendahan Hati
Dalam survei ‘Katadata Insight Center’ tahun 2022, ditemukan, bahwa lebih dari 60% generasi muda Indonesia merasa cemas terhadap masa depan dan menghindari tantangan yang berat. Gaya hidup instan dan serba nyaman menjadi pilihan banyak orang. Fenomena ini mencerminkan kecenderungan untuk menghindari salib kehidupan. Dalam Injil, Yesus justru menegaskan, bahwa...
Luluh
“Hidup bukan untuk bertahan, melainkan beradaptasi menemukan peluang berkat Tuhan.” -Rio, Scj. Pernah tidak kita bertahan begitu lama sampai akhirnya lelah untuk melawan. Ada satu kata dalam Bahasa Indonesia yang mengungkapkan ini: Luluh. Luluh, ketika seseorang yang selama ini bertahan akhirnya berhenti melawan. Bukan karena lelah dan kalah, melainkan...
Jadi Batu Penjuru, bukan Batu Sandungan
“Kita adalah putra-putri Allah yang diciptakan oleh Allah secitra dengan-Nya, namun kadang kita memilih untuk menjadi mirip dengan bahkan lebih kesetanan lagi dari Setan dengan membiarkan mulut dan tangan kita digunakan untuk melakukan kejahatan.” Ketika Petrus berani menegur Yesus atas derita yang akan dilalui-Nya, Yesus bukannya memuji dan berterima...
Renungan Harian Katolik
MENGIKUTI YESUS TANPA MENOLAK SALIB
Minggu, 30 Agustus 2026 Oleh Romo Agus CSsR Mengikuti Yesus tanpa menolak salib itu adalah tanda kemuridan sejati. Ibarat tak ada makan siang gratis. Kalau mau memperoleh kemuliaan maka harus siap menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus. Artinya ada harga yang harus dibayar. Yesus menegur Petrus dengan kalimat...
Berbicara Kebenaran dan Pertahankan Kemurnian
Bertepatan dengan peringatan wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, hati dan pikiran kita diarahkan kepada pribadi yang teguh dan lantang yang membawa suara kebenaran sampai menyentuh relung hati terdalam manusia. Ia berani dan pantang menyerah menantang penguasa tertinggi lantaran hidup tidak bermoral yang jauh dari ketulusan dan kemurnian. Berbicara kebenaran dan...
Refleksi Tentang Ketakabadian:
Sebuah Warisan Abadi
Oleh:Fr. M. Christoforus, BHK “Ayahku laksana tempayan tua itu, banyak retakkannya, tapi selalu dan tetap berguna bagi kami”(Kesaksian Seorang Anak) “Seorang Ayah telah mendirikan sebuah rumah, sedangkan Ibu memasukan matahari ke dalamnya, dan anak-anak pun akan melihat sebuah jalan!” Mengenang Sang Ayah Kala 1000 Hari Kepergiannya Setelah kami khusuk...