Jadilah padaku Menurut Sabda-Mu

“Aku tidak dapat mengikuti Yesus, kalau aku masih terus meminta-Nya mengikuti aku.”
Allah yang Maha Rahim, Petrus mengasihi Putra-Mu. Hatinya sebenarnya tulus, tapi pikirannya belum sejalan dengan pikiran-Mu. Baru saja ia mengakui Yesus sebagai Mesias, sekarang ia mencoba menentukan yang seharusnya dilakukan oleh Sang Mesias: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Itu sekali-kali takkan menimpa-Mu.”
Yesus menjawab, “Enyahlah ke belakang-Ku.”
Mungkin itu juga undangan-Mu kepadaku. Betapa sering aku berkata, bahwa aku percaya kepada-Mu, tapi jadi kecewa. Ketika jalan-Mu berbeda dari rencanaku. Aku ingin Engkau memberkati rencanaku, menjaga kenyamanan, dan menjauhkan aku dari setiap salib. Namun Yesus tidak meminta aku memahami semuanya itu sebelum mengikuti-Nya. Ia hanya meminta aku cukup percaya untuk mengikuti-Nya.
Yeremia merasakan api Sabda-Mu yang membakar dalam hatinya. Paulus mengajakku untuk mempersembahkan hidupku kepada-Mu dan membiarkan pikiranku diperbarui. Yesus menunjukkan jalannya: menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Dia.
Bapa, ubahlah cara berpikirku. Ketika aku ingin berkata, “Jangan sampai terjadi, Tuhan!” Ajarlah aku berkata, “Bapa, aku percaya kepada-Mu.”
Bebaskan aku dari segala sesuatu yang terus ingin kukendalikan, agar dengan kehilangan hidupku di dalam Kristus, aku justru menemukan hidup yang sejati.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.