Salib di Jalan Kebenaran

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat 16:24).
Beberapa kesempatan lalu di Indonesia, kita mungkin melihat atau mendengar berita medsos tentang orang yang berjuang membela kebenaran justru disalahpahami dan diserang. Peristiwa seperti ini menyadarkan, bahwa melakukan yang benar tidak selalu nyaman, karena ada ‘salib’ yang harus dipikul.
Dalam Injil Matius 16: 21-27, Yesus mulai menyatakan, bahwa Ia harus menderita dan wafat. Ketika Petrus menolak, Yesus menegaskan bahwa, jalan Allah berbeda dari keinginan manusia. Mengikut Yesus berarti siap menyangkal diri, bukan mencari aman. Salib bukan hukuman, melainkan tanda kesetiaan pada kehendak Allah, ajaran Yesus (Injil).
Kita diajak berani memilih kebenaran Injili, walau berat. Seperti mereka yang tetap berdiri teguh di tengah tekanan, kita pun dipanggil setia. Sebab pada akhirnya, bukan kenyamanan yang menyelamatkan, melainkan kesetiaan kepada Kristus.
Rm. Brendan Maria, CSE
Minggu, 30 Agustus 2026
Yer 20: 7-9 Mzm 63: 2-6.8-9 Rm 12: 1-2 Mat 16: 21-27
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.