Banjir Kreasi Kata dan Nasib Bangsa

Mosaik Serpihan Kelana -13
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores



Berdiri di depan podium resmi
karena memang dia pejabat penting
Tubuh tegap wajah serius berwibawa
Dia berpidato di hadapan undangan terhormat
Dia dinantikan rakyat yang mengidolakan
Bajunya hitam berlogo macan
dan menggunakan celana loreng
Akhir pidatonya yang membingungkan
karena bukan dari teks yang tertulis
Dia menegaskan gelar pribadinya
“Akulah Sang Macan Podium
Karena bisa berpidato di luar teks tertulis
Entah kalian paham atau tidak isi kata-kataku
Soal fakta pelaksanaannya nanti bisa diatur dan kita lihat saja”


Ada yang pelan dan diam beraksi
tetapi seperti virus yang ganas berbahaya
Kata-katanya terbatas dan biasa
namun artinya bersayap dan menyebar ke mana-mana
Kekuasaan rupanya begitu menggoda selera
bahkan seperti jadi tujuan membangun dinasti tujuh turunan
Makaโ€ฆ
berbagai cara dilakukan dengan kekuatan stretegi dan kekayaannya
Bahkan mengatur untuk didaulakan jadi raja di seluruh pelosok negeri
Kata-kata berbisa dan penuh paradoks bagi yang mendengar
Bahkan pandai menciptakan masalah untuk memecah-belah bangsa dan rakyat


Kemajuan zaman digital milenial
telah menyiapkan aneka sarana informasi
agar bisa menguasai selera dan pikiran
agar bisa membelenggu hati nurani
agar mampu membutakan sanubari jiwa
Entah bagi para penggembira parpol
Entah bagi para pegawai sederhana
Entah bagi generasi muda yang sedang belajar
Entah bagi rakyat jelata yang galau bingung di cengkraman kemiskinan
Bahkan juga bagi para cerdik pandai yang banyak gelar akademiknya
Apakah zaman digital milenial inilah wujud kemerdekaan sejati?


Kreasi kata-kata bicara semakin canggih
bahkan tipu daya dan kejahatan jadi viral
Banjir informasi menerjang langsung kepada setiap pribadi
melalui gadget dan komputer
sehingga tak mudah dicerna nalar pikiran
Untuk bisa membedakan benar dan salah
Untuk cepat memahami yang hoaks dan fakta
Kata-kata dan gambar hasil teknologi informasi
semakin canggih untuk membodohi bangsa
Dikelola oleh mereka yang mempunyai kuasa, senjata dan uang
Entah sampai kapan akan kembali normal
Danโ€ฆ
ke manakah arah langkah NKRI
bagi nasib segenap bangsa Indonesia