Parade Sosok Wajah Bangsa
Mosaik Serpihan Kelana -9
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Keserakahan membangun istana megah
Menaranya menikam wajah angkasa
Gemerlap cahaya kesombongan memadamkan sinar mentari
Pikiran licik membangun tembok baja memagari
Dilengkapi senjata canggih kata-kata sumpah dan janji atas nama agama
Iptek canggih jadi mata dan senjata adidaya
Bukan saja menghabisi mereka yang dianggap musuh
tapi juga untuk menguras kekayaan sumber daya alam
Dan terus menciptakan aneka kasus dan problema bagi rakyat
Banyak gubuk reot dibiarkan roboh
rumah sederhana di kampung udik dan pelosok negeri digusur
Para pewarisnya diusir sebagai penghambat kemajuan
atau dipaksa berkelahi dan saling membunuh
agar sumber daya alam dan tanah warisan leluhur gampang dikuasai
Uang dan kuasa bisa perintahkan pejabat membuat hukum dan aturan
yang mungkin tak pernah dipahami rakyat jelata
Tetapiโฆ
atas nama pembangunan bangsa dan kebijakan negara
semua bisa dilakukan dan dikendalikan
Justru oleh pejabat yang dipilih dan dibiayai oleh rakyat NKRI
Negara merdeka demi membangun kesejahteraan seluruh rakyat bangsa ini
Tetapiโฆ
Entah di kota maupun di kampung dan dusun udik pelosok negeri
Rakyat sahaja yang katanya merdeka
justru terus lara merana di tengah kelimpahan tanah warisan leluhurnya
Sejarah bangsa dan NKRI memasuki umur 81 tahun Proklamasi
banyak catatan kemajuan sarana dan langkah menuju kesejahteraan
Namunโฆ
Justru gurita budaya korupsi yang semakin berdaulat jaya
Bukan jaminan hak rakyat dan nasib harkat kesejahteraan bangsa
Sedang bergelora perjuangan hingga saat ini
Jeritan lara derita ketidakadilan pada hak rakyat dan nasib bangsa
Para pejabat koruptor yang bersekutu dengan politisi busuk dan pebisnis tamak
sedang menjajah bangsa atas nama NKRI
sedang buas merampok kekayaan alam tanah air demi kepentingan pribadi dan kelompok
Jika suara para cendekiawan tak digubris
Jika demonstrasi mahasiswa dan generasi pewaris diabaikan seperti deru debu
Bagaimana nasib rakyat jelata yang ketakutan dan tak bisa bersuara?
Sosok wajah bangsa adalah lara derita
karena ketidakadilan para pejabat negara pada rakyat
Galau resah gelisah adalah nafas anak-anak dan generasi muda pewaris negeri
Rakyat dari kota hingga ke pelosok tanah air diam galau menunggu
Kapankah datang Ratu Adil dan Raja Bijaksana
untuk memimpin bangsa dan mengelola NKRI
Tanah air sedang dikuras isinya, digadaikan dan dijual kepada pemilik modal
sedangkan rakyat digusur dan dibebani aneka pajak serta harga sembako yang tak pasti
Kemiskinan, pengangguran, ketidakpastian hukum dan aneka problema terus mendera nasib bangsa
Entahโฆ
inikah kemajuan pembangunan bangsa selama 80 tahun NKRI Merdeka?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.