Merangkul Jarak dan Waktu

Mosaik Serpihan Kelana -8
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores



Hidup itu kelana dalam tanya
mengembara merangkul jarak dan waktu
Jarak tempat yang tak bertepi
Jarak waktu yang tak pernah usai
Bagi raga yang terbatas
untuk berada di mana saja
Bagi jiwa yang tak bebas
untuk melintas tanpa batas
Kita selalu ada dan menjadi
dalam waktu dan tempat terbatas
karena memang terlahir serba terbatas


Hidup itu perjalanan untuk berjumpa dan berpisah
Kita berjalan dengan langkah kaki
melintas ruang yang bisa dijangkau
meraih waktu yang dapat disadari
Kita berjumpa dengan sesama saudara
entah jadi sahabat atau musuh
Kita berkelana dengan nalar pikiran
ada perjumpaan dan perpisahan silih berganti
Menemui dan
meninggalkan jejak fakta pengalaman
mengkaji tanya dan menyibak misteri


Kita adalah makhluk pengembara
musyafir yang berkelana membawa tanya
Coba berkreasi dan berinovasi
demi nyatakan pribadi ada dan bermakna
agar lahirkan sosok diri jadi apa dan siapa
Kita berjalan dengan langkah kaki
ciptakan wajah perjumpaan dan tinggalkan sosok perpisahan
Kita menulis kisah pada halaman waktu
dan melukis cerita pada kanvas ruang
Udara dan debu tanah setia menyimpan abadi


Ketika fakta ada perjumpaan
banyak kisah cerita menjelma
Ada yang dikurangi kata dan suara
karena rindu lebur dalam kehadiran
karena damba menjelma dalam kebersamaan
Ada banyak hadir hal tak terduga
karena aku, engkau, dia berubah
karena kamu dan mereka sirna
Perjumpaan merangkul jarak ruang dan waktu
Ada kreasi menjadikan kita bersama
Ada bagian diri yang seperti sirna
Ada nada dan irama cinta
hadir memeluk jiwa raga semua