Menyimak Mantra ‘ke-kita-an’
Mosaik Serpihan Kelana -18
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Siapakah Kita
Aku adalah kita
Engkau adalah kita
Dia juga adalah kita
Karena…
kehadiran diri selalu bersama orangtua
tanpa bicara pun mereka ada
tanpa kata pun mereka fakta
Tanpa orangtua
aku, engkau, dia pasti tidak terlahir ada
Tetapi…
Kami belum tentu kita
Kamu juga belum tentu kita
Mereka juga belum pasti kita
Karena…
itu hasil kompromi dan inovasi
Entah karena keterpaksaan selera
Entah karena ada kepentingan rasa
Bhinneka Tunggal Ika
Kita sama, tetapi berbeda
Datang berbeda-beda cerita
Hidup bermacam ragam cara
Pulang juga berwarna-warni kisah
Tetapi…
Ada satu fakta dan tanya yang sama
Ada jalan kelana yang sama
Ada satu rindu damba yang sama
Ada fakta dan misteri yang sama
Entah
Sebagai apa dan siapa
dalam ruang dan waktu bergelora
Dikendalikan kreasi energi maha daya
Datang tak pernah meminta
apalagi memilih dan memutuskannya
Hidup penuh tanya dan dinamika
Di penjara dalam tradisi kata bahasa
Berkelana menulis tanya dan jawaban sementara
Akhirnya kembali membawa tanya sebagai jawaban makna
Entah ke mana dan menjadi apa
dalam kemasan kata rindu damba
Entah fakta Surga atau Neraka
Semua dirangkul dalam penjara kata yang papa beraneka makna
Apakah Kita Merdeka?
Kita ada dan menjadi
dalam kata, fakta dan tanya
Memang ada kata ‘kemerdekaan’
Antara kata dan fakta
Antara cita-cita dan hasil karya
Antara pejabat negara dan rakyat bangsa Indonesia
Antara sosial media dan kejadian yang dialami
Entah…
apa dan siapa itu kemerdekaan
Entah…
Mengapa dan bagaimana makna kemerdekaan
Entah…
Untuk siapa sajakah kemerdekaan itu
Entah…
Kemerdekaan menurut kata siapa
Sejatinya…
Memang lidah tak bertulang
Tak terbatas kata-kata
Pada mulanya…
kita tidak dilahirkan kemerdekaan
Pada kenyataannya…
kita hidup bukan dari dan untuk kemerdekaan
Pada akhirnya…
kita mati pun bukan demi penggenapan kemerdekaan
Mungkin…
Kemerdekaan adalah rindu damba jiwa raga
karena kita ingin ke luar dari fakta hukum semesta
Biarpun…
hanya kata dan fatamorgana
Meskipun hanya mimpi dan utopia
Dirgahayu HUT 81 NKRI
Indonesia Sejahtera Maju Jaya
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.