Kelana Kampung dan Kota -88
Simply da Flores
Benarkah Kita Berasal dari Binatang
1.Ada pendapat bahwa asal usul manusia dari debu tanahSeluruh unsur dalam tubuh dari alam lingkungandan ketika mati kembali ke debu tanahLalu karakter manusia mengikuti tanah asalnyaAda tanah gersang kering kerontangAda tanah keras berbukit berbatuAda tanah miring dan sering longsorAda tanah basah gembur penuh humusAda juga tanah subur hutan rimba...
Kelana Kampung dan Kota -87
Simply da Flores
Senja di Trotoar Metropolitan
1.Sudah berulang kali aku telusuri trotoar iniSepintas terlihat masih sama jalurnyaNamun…selalu ada ribuan jejak langkah baruyang menghalau catatan cerita kemarinapalagi kisah fakta tempo dahulumungkin tertimbun debu dan batuAda banyak yang hilir mudik mengejar waktuentah sedang ceria semangat atau justru galauAku rehat sejenak di bangku trotoar iniseorang pedagang minuman menghampirimenawarkan...
Kelana Kampung dan Kota -86
Simply da Flores
Menyusuri Mata Air NKRI
1.Selokan dan got mampetentah di kota maupun kampung udikAneka sampah menumpuk bau tengikcoklat hitam pekat warna menjijikkanSeperti korupsi yang merajalela mendera nasib bangsa Berdiri di muara sungai dan pesisir pantaianeka sampah plastik berserakditemani sterofom dan popok bayibahkan hingga ke dasar lautjadi pembunuh karang dan racun yang dimakan ikanMungkin seperti...
Kelana Kampung dan Kota -85
Simply da Flores
Ketika Rindu itu…
Ketika rindu itu bertanyaPikiran coba berlari ribuan langkahMenerjang gulita malam menerobos anginmencari apa dan siapa jawabannyaBergulat meraih jarak yang tak terjangkaukarena yakin mampu temukan jawabanRindu itu sering datang seperti pencuri dan angin Ketika rindu itu menggugatJemari tangan mencabik-cabik waktuTelapak kaki berjibaku merengkuh ruangAgar bisa temukan sosok dan wajahyang bisa...
Kelana Kampung dan Kota -84
Simply da Flores
Mata Bulan di Atas Atap
Aku mendekap sepi di gubuk bambutetapi ragaku dipeluk erat gulita dalam kamarkuSenja telah pergi beberapa saat laluAku yakin bisa berlari sembunyikan wajahkuDari gugatan mengusik sesama saudarakuDari hiruk pikuk zaman penuh galauDari kegagalan dan aneka problema hidupkuDari gengsi dan bara api rasa malu Tanpa kusadari, bahwa saat ini ada purnamaAku...
Kelana Kampung dan Kota -83
Simply da Flores
Menuju HUT 81 NKRI
1.Pancasila dan Tri Sakti Ada lima silayang jadi wasiat penuh maknaDirumuskan para Pendiri Negaradan digali dari sanubari suku bangsa Nusantarauntuk jadi pijakan dan pedoman ziarahBerkelana meraih cita-cita bangsaPancasila dasar Negara IndonesiaSepertinya sirna bersama jasad raga para pahlawanTak berdaya hadapi dasyatnya energi seleraseperti korupsi yang semakin merajalela Tercatat ada semangat...
Kelana Kampung dan Kota -82
Simply da Flores
Aku, Engkau dan Kita
Puisi ituaku, engkau, diaPuisi itu Kitadengan jiwa raga yang utuhmenjelma dalam kata-katadalam bunyi dan tanda aksaraKarena kita ada dan menjadiKarena kita fakta dan misteriyang sedang berinkarnasi dengan tarian imajinasi pelangi Kitaadalah raga, rasa, nalarKitaadalah hati nurani, sanubari jiwaKitaadalah rindu damba dan mimpiKitaadalah imajinasi dan misteri Siapakah yang mengumpulkan huruf...
Kelana Kampung dan Kota -81
Simply da Flores
Meraih Hakikat Kehidupan
1.Seperti Bunyi, Suara, Melodi Pada mulanya desah nafaslalu menjelma dalam bunyiEntah apa nama dan sebutannyaMungkin hanya jeritan tanyaMungkin juga pekikan merdekaMungkin pijar seruan misteri Bunyi yang lahir dari kepolosanSuara yang terlontar dari kebeninganMisteri yang sedang berinkarnasiAda yang menyebut tangisAda yang katakan sapaanMungkin itu doa awalMungkin juga mantra doa pertamaSetiap...
Kelana Kampung dan Kota -80
Simply da Flores
Dalam Pesta Bola Dunia itu
1.Karet yang dibentuk bulat dan diisi udaraAda ukuran dan warna tertentuAda aturannya sebagai permainanAda wasit, pelatih dan pemilik klub. Ada banyak penonton fanatik dan yang maniakMaka…terkenallah permainan sepak boladan hingga saat ini ada piala duniaPesta perebutan karet bulat berisi udaraAneka peran dan kepentingan bertemu di sanabukan saja permainan sepak...
Kelana Kampung dan Kota -79
Simply da Flores
Jika Ada Batu di Nurani Sanubari
1.Ada kalimat yang biasa didengar“Kuman di seberang lautan tampak,Balok di mata sendiri tak kelihatan”Dua bola mata untuk melihatnamun sering tergantung pemiliknyaPilihannya mau melihat apa dan siaparelasinya dengan selera dan kepentinganDanada godaan yang biasa memenangkanlebih suka melihat kekuarangan orang lainLebih gampang menilai kesalahan sesamaEntah…apakah diriku tak ada kekuaranganadakah pribadiku tanpa...
Kelana Kampung dan Kota -78
Simply da Flores
Ketika HUT Lima Abad Jakarta
1.Tanah Betawi adalah tungku apibagi waktu kelana aneka suku bangsaBumi Salaka Negara adalah Kuali Sejarahuntuk memasak berbagai kepentingan sandiwaraDanhari ini telah dirayakan lima abadBetawi memasak adonan seleratetapi bukan kerak telor dan ketoprakmelainkan parade perjumpaan aneka suku bangsa NusantaraYang sempat dikenal dengan Sunda Kelapadan juga nama JayakartaYang tercium aromanya oleh...
Kelana Kampung dan Kota -77
Simply da Flores
Antara Aku dan Anak-anak
1.Pada mulanya aku tak tahu apa punkarena tak punya data untuk berpikirkarena tak punya pengalaman untuk memilih dan memutuskan“mengapa aku jadi janin dalam rahim Ibuku?”Setelah waktunya tumbuh kembangaku terlahir ke dunia inidan tanya pertamaku adalah dengan tangisanMungkin karena tarikan nafasku dari udara alam jagatdan tidak lagi dalam kenyamanan rahim...
Kelana Kampung dan Kota -76
Simply da Flores
Kepala Kerbau dan Gajah Berkepala Merah
1.Ada berita dan gambar di sosial mediaSebuah kepala kerbau di atas wadahrapi terbungkus kain putihSang mantan Presiden duduk menghadapdan kakinya menginjak kepala kerbau ituBeberapa sosok gagah berdiri mendampingiMereka semua berbusana istimewa khas daerahEntah busana adat budayaEntah busana kebesaran ritualEntah busana kehormatan sosial politikHanya pemakai busana yang tahu pasti jawabannyaMengapa...
Kelana Kampung dan Kota -75
Simply da Flores
Kanvas Cahaya Putih Para Bocah
1.Cahaya surya tersenyumAngin semesta berhembusMantra inkarnasi menggema misteriAnak-anak kehidupan terlahirmembawa titipan kanvas putih bercahayauntuk bermain kreasi antara tanya dan jawabanDatang tak meminta hingga pulang tak mampu membatalkanTak ada yang tuntas dipahami nalar yang terbatasantara ada dan tiadaantara misteri dan fakta realitaantara selera nalar manusia dan hukum semestaAntara kemampuan pikiran...
Kelana Kampung dan Kota -74
Simply da Flores
Merayakan Ruang dan Waktu
1.Menulis dan Melukis Peristiwa Kepada-Mu…Sang Hyang Maha Sejatiaku datang sujud memohonAjarkan aku mampu menuliskata dan kalimat jadi kisah ceritatentang aneka suka duka peristiwadalam setiap jejak langkah kelanaku Kepada-Mu…Sang Hyang Maha LuhurAku datang berlutut memintaAjarkan aku memakai kuas warna dan kanvasuntuk bisa melukis sosok wajah kejadiandalam setiap tapak ziarah pribadi...