Tikamilah Aku dengan Kasih-Mu agar Lukaku Sembuh

“Teguran dan bahkan kritikan itu selalu tidak mengenakan. Jika dilakukan dengan cara yang lembut, di tempat yang sesuai, dan dalam suasana persaudaraan yang berbalutkan kasih, maka tajamnya kata-kata kritikan itu tidak akan melukai, bahkan sekalipun menusuk daging maka tidak terasa sakitnya.”

Dalam Injil, Yesus berbicara tentang bagaimana cara menasehati para sahabat demi keselamatannya. Intinya, teguran dan kritik sekali pun harus tetap dilaksanakan dengan kasih, dan yang ditegur harus menerima dengan kebesaran hati sebagai ungkapan kasih dari orang lain terhadapnya.

Beberapa hal penting yang bisa dipetik, adalah:

    1. Hanya mereka yang memiliki kasihlah yang dapat mengoreksi kesalahan orang lain tanpa merendahkan dan melukai;
    1. Kasih teruji di kala kita dapat mengoreksi orang lain dalam suasana persaudaraan;
    1. Kerendahan dan kebesaran hati untuk menerima koreksi, bahkan kritik sekali pun adalah bagian dari iman;
    1. Jangan bertegar hati dan keras kepala, bila dinasihati. Karena di balik sebuah nasihat selalu ada keinginan untuk mendukungmu.

Akhirnya peluk eratlah kekurangan dan kesalahan teman dalam doa-doamu agar Tuhan yang akan mengubah hati mereka.

Monsignor Inno Ngutra, Pr