Menari di atas Derita Orang Kecil

“Banyak sekali secara sengaja dan sadar demi menggapai keinginan dan tujuan pribadi, kita tega memanfaatkan orang kecil dan miskin.”
Khotbah tentang kemartiran Yohanes Pembaptis, ketakberdayaan Raja Herodes dan senyum atas terbalasnya dendam Herodias terhadap Yohanes Pembaptis sudah banyak dibaca dan didengar. Tapi ada satu hal menarik dalam kisah itu, yakni tentang Herodias yang demi memuaskan dendamnya rela memanfaatkan putrinya yang lugu tidak berdosa itu untuk mewujudkan rencana jahatnya terhadap Yohanes Pembaptis. Mintalah kepala Yohanes Pembaptis, demikian perintah Herodias kepada putrinya. Maka kematian Yohanes Pembaptis atas cara yang tidak langsung dilakukan oleh putri Herodias yang lugu itu.
Kita diajak bermenung tentang beberapa hal berikut ini:
- Kadang demi menggapai keinginan dan cita-cita, kita tega mengorbankan banyak orang, teristimewa mereka yang dianggap bodoh, kecil, dan miskin;
- Kadang kita memasukan orang lain ke dalam kesalahan dan dosa tanpa mereka menyadarinya.
Akhirnya, tanyakanlah kepada diri sendiri secara jujur, berapa orang kecil, miskin, dan dianggap bodoh, yang telah kita korbankan demi menggapai keinginan itu? Apakah kita menganggap mereka pantas dikorbankan atas ketidaktahuan mereka?
Semoga tidak ada lagi orang yang dikorbankan demi keinginan jahat itu. Kita jangan menari di atas penderitaan orang lain!
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.