Semboyan ini berasal dari 2 Kor 5: 14 dan menggambarkan, bahwa kasih Yesus yang teramat besar, khususnya pengorbanan-Nya di salib adalah motivasi utama bagi umat Kristiani untuk hidup bagi sesama dan melayani, bukan untuk diri sendiri.
Cinta sejati kepada Yesus terpancar saat kita melangkah sesuai kehendak-Nya. “Jangan takut, karena kita tidak berjalan sendiri. Roh Penolong yang kudus akan mendampingi dan menuntun langkah kita selamanya.”
Wujud nyata dari cinta kita kepada Sang Pencipta adalah dengan menjaga kebaikan di setiap tindakan. Ketika kita memilih jalan yang benar, nurani kita akan jadi pembimbing setia yang memberikan ketenangan dan kekuatan selamanya.
Di setiap niat baik kita, cinta-Nya bersemi. Di setiap tenang hati kita, langkah-Nya menyertai.
Berkah Dalem.
Jlitheng

