Penulis: Admin

Nafas Romantisme

*Menafasi keluarga dengan romantisme, jika tidak berarti kita menyia-nyiakan rahmat Tuhan.” -Mas Redjo Jika orang bersemboyan, “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” itu adalah hak setiap pribadi. Tapi tidak layak diikuti. Menunda, jika dibiasaan membuat kita jadi pemalas, dan itu mengecewakan hati Tuhan yang menganugerahi hidup ini. “Adalah...

Menerima dan Merawat Kemerdekaan NKRI

Mosaik Serpihan Kelana -30Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Bangsa ini diwariskan dengan nyawa cintadari Sang Ilahi kepada para leluhurdari para orangtua pendahulu kepada kita anak cucuNegeri ini berkah Sang Penciptadiwariskan para Nenek moyangdan dipinjamkan anak cucu generasiNegara Republik inidiperoleh dengan korban harta, darah, dan nyawaKita terima dengan senyum untuk...

Memikul Salib dan Panggilan Kerendahan Hati

Dalam survei ‘Katadata Insight Center’ tahun 2022, ditemukan, bahwa lebih dari 60% generasi muda Indonesia merasa cemas terhadap masa depan dan menghindari tantangan yang berat. Gaya hidup instan dan serba nyaman menjadi pilihan banyak orang. Fenomena ini mencerminkan kecenderungan untuk menghindari salib kehidupan. Dalam Injil, Yesus justru menegaskan, bahwa...

Luluh

“Hidup bukan untuk bertahan, melainkan beradaptasi menemukan peluang berkat Tuhan.” -Rio, Scj. Pernah tidak kita bertahan begitu lama sampai akhirnya lelah untuk melawan. Ada satu kata dalam Bahasa Indonesia yang mengungkapkan ini: Luluh. Luluh, ketika seseorang yang selama ini bertahan akhirnya berhenti melawan. Bukan karena lelah dan kalah, melainkan...

Jadi Batu Penjuru, bukan Batu Sandungan

“Kita adalah putra-putri Allah yang diciptakan oleh Allah secitra dengan-Nya, namun kadang kita memilih untuk menjadi mirip dengan bahkan lebih kesetanan lagi dari Setan dengan membiarkan mulut dan tangan kita digunakan untuk melakukan kejahatan.” Ketika Petrus berani menegur Yesus atas derita yang akan dilalui-Nya, Yesus bukannya memuji dan berterima...

Renungan Harian Katolik
MENGIKUTI YESUS TANPA MENOLAK SALIB

Minggu, 30 Agustus 2026 Oleh Romo Agus CSsR Mengikuti Yesus tanpa menolak salib itu adalah tanda kemuridan sejati. Ibarat tak ada makan siang gratis. Kalau mau memperoleh kemuliaan maka harus siap menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Yesus. Artinya ada harga yang harus dibayar. Yesus menegur Petrus dengan kalimat...

Berbicara Kebenaran dan Pertahankan Kemurnian

Bertepatan dengan peringatan wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, hati dan pikiran kita diarahkan kepada pribadi yang teguh dan lantang yang membawa suara kebenaran sampai menyentuh relung hati terdalam manusia. Ia berani dan pantang menyerah menantang penguasa tertinggi lantaran hidup tidak bermoral yang jauh dari ketulusan dan kemurnian. Berbicara kebenaran dan...

Refleksi Tentang Ketakabadian:
Sebuah Warisan Abadi

Oleh:Fr. M. Christoforus, BHK “Ayahku laksana tempayan tua itu, banyak retakkannya, tapi selalu dan tetap berguna bagi kami”(Kesaksian Seorang Anak) “Seorang Ayah telah mendirikan sebuah rumah, sedangkan Ibu memasukan matahari ke dalamnya, dan anak-anak pun akan melihat sebuah jalan!” Mengenang Sang Ayah Kala 1000 Hari Kepergiannya Setelah kami khusuk...

Menyampaikan Kebenaran dengan Cinta Kasih

Karena Yohanes pernah menegur Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” (Mat 6: 18). Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, dunia kerja, lingkungan pendidikan, keluarga, maupun komunitas sering kali kita menghadapi situasi yang kurang nyaman. Ketika kebenaran itu ‘dikurung’, tidak disampaikan, karena merasa tidak enak, takut konflik, atau orang yang...

Teguh pada Kebenaran

“Hidup yang menunjuk kepada Yesus selalu menuntut keberanian untuk berubah.” Allah yang Maha Rahim,Hari ini kami belajar dari keberanian St Yohanes Pembaptis. Yohanes tidak hidup untuk mencari perhatian bagi dirinya sendiri. Ia hidup untuk mengenalkan Yesus. Ia menyerukan pertobatan, mengajak orang kembali kepada kebenaran, dan mempersiapkan hati mereka untuk...

Jeritan di tengah Bencana Alam

Mosaik Serpihan Kelana -29Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Dalam ketakutan akan keterbatasan jiwa ragakusebut nama-Mu, ya, Tuhanmeski malu dan galau hadapi faktaAtas kesombongan diri yang biasanya pongahAtas kefanaan harta benda dan aneka gelar jabatanAtas mutlaknya ketergantunganku pada sesama dan alam jagat semestaAtas ketakmampuanku di hadapan aneka bencana alamAtas kemiskinan...

Keberanian Menyuarakan Kebenaran

Di Indonesia, keberanian menyuarakan kebenaran masih berisiko tinggi. Data dari Komnas HAM mencatat, bahwa pelapor kasus korupsi, pelanggaran lingkungan, dan ketidakadilan sosial sering mendapat ancaman, bahkan kriminalisasi. Hal ini mencerminkan realitas, bahwa menjadi suara kebenaran bisa berujung penderitaan, seperti yang dialami Yohanes Pembaptis yang wafat, karena menegur dosa Herodes....

Lirih

“Lirih bukan berarti tak terdengar, tapi keras bersuara dalam rasa.” -Rio, Scj. Lirih, ketika mendengar kata lirih, yang sering kita bayangkan adalah suara yang pelan, yang hampir tidak terdengar, tapi ternyata yang lirih tidak selalu berupa suara. Kadang perasaan juga bisa datang dengan lirih. Seperti rasa rindu yang tiba-tiba...

Menari di atas Derita Orang Kecil

“Banyak sekali secara sengaja dan sadar demi menggapai keinginan dan tujuan pribadi, kita tega memanfaatkan orang kecil dan miskin.” Khotbah tentang kemartiran Yohanes Pembaptis, ketakberdayaan Raja Herodes dan senyum atas terbalasnya dendam Herodias terhadap Yohanes Pembaptis sudah banyak dibaca dan didengar. Tapi ada satu hal menarik dalam kisah itu,...

Renungan Harian Katolik
MEWARTAKAN KEBENARAN DALAM DUNIA PENUH RESIKO

Sabtu, 29 Agustus 2026 Oleh Romo Agus CSsR Mewartakan kebenaran perlu keberanian sebab selalu ada resiko yang harus siap dihadapi. Ada harga yang harus dibayar. Santo Yohanes Pembaptis harus mati dipenggal kepalanya karena mewartakan kebenaran. Yohanes menegur Herodes yang mengambil istri saudaranya. Anehnya Herodias yang martabatnya dibela oleh Yohanes...