Teguh pada Kebenaran

“Hidup yang menunjuk kepada Yesus selalu menuntut keberanian untuk berubah.”
Allah yang Maha Rahim,
Hari ini kami belajar dari keberanian St Yohanes Pembaptis.
Yohanes tidak hidup untuk mencari perhatian bagi dirinya sendiri. Ia hidup untuk mengenalkan Yesus. Ia menyerukan pertobatan, mengajak orang kembali kepada kebenaran, dan mempersiapkan hati mereka untuk menyambut Mesias. Seluruh hidupnya seakan dirangkum dalam satu kalimat:
“Ia harus makin besar, tapi aku harus makin kecil.”
Kesetiaan kepada kebenaran itu ada harganya.
Yohanes berani menegur Herodes, sekalipun ia tahu, bahwa kebenaran itu dapat membahayakan dirinya. Herodes mau mendengarkan Yohanes, bahkan tertarik pada perkataannya. Tapi ia tidak mau membiarkan kebenaran itu mengubah hidupnya.
Bapa, betapa mudahnya aku juga menjadi seperti Herodes: mau mendengar, tersentuh, bahkan tergerak sesaat, tapi belum sungguh mau berubah.
Jangan biarkan hati nurani kami hanya terganggu oleh kebenaran. Ubahlah aku melalui kebenaran-Mu.
Berikan kami keberanian Yohanes untuk berdiri teguh dalam kebenaran, tapi juga kerendahan hati untuk menerimanya, ketika kebenaran itu justru menegur diri kami sendiri.
Ajarlah kami berbicara dalam kasih dan kebenaran, bukan untuk menghakimi, tapi agar hidupku membawa orang semakin dekat kepada Yesus.
Bapa, nyalakan kembali api kasih-Mu dalam setiap hati kami. Semoga hidup kami tidak membuat orang berhenti pada diri kami, tapi selalu menemukan jalan menuju Putra-Mu.
Yesus, bertambah besarlah dalam diriku. Biarlah segala sesuatu dalam diriku yang bukan dari-Mu semakin berkurang. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.