Iman itu bukanlah garis lurus yang terus menanjak, melainkan sebuah perjalanan ‘jatuh bangun’. Ada saat di mana langkah kita begitu ringan, karena berkat yang melimpah. Tapi ada kalanya bahu kita kembali memar, karena tersungkur oleh beban hidup.
Iman adalah tentang menerima pasang dan surutnya hidup ini. Kadang kita berdiri tegak di puncak berkat, tapi sering kali kita justru menemukan kedalaman makna saat bersimpuh di lembah ketakberdayaan. Bahu yang pernah patah itu tidak pernah benar-benar pulih jadi mulus, tapi ia jadi saksi, bahwa di titik paling rapuh sekalipun, penyertaan-Nya tetap utuh.
Semoga oase ini jadi kekuatan bagi siapa pun yang membaca, mengingatkan kita semua, bahwa tidak apa-apa untuk merasa lelah, selama kita tidak berhenti melangkah.
Berkah Dalem.
Jlitheng

