Mendengar cerita teman yang
kehilangan jam mengajar dan kekhawatiran tentang masa pensiun, ada nada yang sama: getir dan gelisah.
Namun ingatlah: “Di titik paling rapuh sekalipun, penyertaan-Nya tetap utuh.”
Inilah iman kita. Jangan biarkan kekhawatiran itu mencuri damai sejahtera kita. Percayakan hidup ini sepenuhnya pada-Nya.
“Serahkanlah kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Ptr 5: 7).
Selamat menjalani hari dalam pemeliharaan Tuhan.
Berkah Dalem.
Jlitheng

