Dahulu, kita hanya butuh waktu sejenak untuk belajar berdiri. Dengan jemari kecil yang menggenggam erat tangan Ibu, kita belajar melangkah satu demi satu hingga akhirnya mampu.
Seiring waktu kita sadari, bahwa sekadar kaki yang kuat itu tidaklah cukup. Jika belajar berjalan hanya membutuh hitungan tahun, maka belajar menjaga hati agar tidak tersesat itu adalah perjalanan sepanjang usia.
Sejatinya, kehidupan ini bukan tentang adu cepat, melainkan tentang ketepatan arah dan kedamaian batin.
Mari berjalan ke arah yang tepat, lurus menuju rumah Tuhan agar jiwa selamat dan damai.
Berkah Dalem.
Jlitheng

