Berbicara Kebenaran dan Pertahankan Kemurnian
Bertepatan dengan peringatan wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, hati dan pikiran kita diarahkan kepada pribadi yang teguh dan lantang yang membawa suara kebenaran sampai menyentuh relung hati terdalam manusia. Ia berani dan pantang menyerah menantang penguasa tertinggi lantaran hidup tidak bermoral yang jauh dari ketulusan dan kemurnian. Berbicara kebenaran dan...
Refleksi Tentang Ketakabadian:
Sebuah Warisan Abadi
Oleh:Fr. M. Christoforus, BHK “Ayahku laksana tempayan tua itu, banyak retakkannya, tapi selalu dan tetap berguna bagi kami”(Kesaksian Seorang Anak) “Seorang Ayah telah mendirikan sebuah rumah, sedangkan Ibu memasukan matahari ke dalamnya, dan anak-anak pun akan melihat sebuah jalan!” Mengenang Sang Ayah Kala 1000 Hari Kepergiannya Setelah kami khusuk...
Menyampaikan Kebenaran dengan Cinta Kasih
Karena Yohanes pernah menegur Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” (Mat 6: 18). Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, dunia kerja, lingkungan pendidikan, keluarga, maupun komunitas sering kali kita menghadapi situasi yang kurang nyaman. Ketika kebenaran itu ‘dikurung’, tidak disampaikan, karena merasa tidak enak, takut konflik, atau orang yang...
Teguh pada Kebenaran
“Hidup yang menunjuk kepada Yesus selalu menuntut keberanian untuk berubah.” Allah yang Maha Rahim,Hari ini kami belajar dari keberanian St Yohanes Pembaptis. Yohanes tidak hidup untuk mencari perhatian bagi dirinya sendiri. Ia hidup untuk mengenalkan Yesus. Ia menyerukan pertobatan, mengajak orang kembali kepada kebenaran, dan mempersiapkan hati mereka untuk...
Jeritan di tengah Bencana Alam
Mosaik Serpihan Kelana -29Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Dalam ketakutan akan keterbatasan jiwa ragakusebut nama-Mu, ya, Tuhanmeski malu dan galau hadapi faktaAtas kesombongan diri yang biasanya pongahAtas kefanaan harta benda dan aneka gelar jabatanAtas mutlaknya ketergantunganku pada sesama dan alam jagat semestaAtas ketakmampuanku di hadapan aneka bencana alamAtas kemiskinan...
Keberanian Menyuarakan Kebenaran
Di Indonesia, keberanian menyuarakan kebenaran masih berisiko tinggi. Data dari Komnas HAM mencatat, bahwa pelapor kasus korupsi, pelanggaran lingkungan, dan ketidakadilan sosial sering mendapat ancaman, bahkan kriminalisasi. Hal ini mencerminkan realitas, bahwa menjadi suara kebenaran bisa berujung penderitaan, seperti yang dialami Yohanes Pembaptis yang wafat, karena menegur dosa Herodes....
Lirih
“Lirih bukan berarti tak terdengar, tapi keras bersuara dalam rasa.” -Rio, Scj. Lirih, ketika mendengar kata lirih, yang sering kita bayangkan adalah suara yang pelan, yang hampir tidak terdengar, tapi ternyata yang lirih tidak selalu berupa suara. Kadang perasaan juga bisa datang dengan lirih. Seperti rasa rindu yang tiba-tiba...
Menari di atas Derita Orang Kecil
“Banyak sekali secara sengaja dan sadar demi menggapai keinginan dan tujuan pribadi, kita tega memanfaatkan orang kecil dan miskin.” Khotbah tentang kemartiran Yohanes Pembaptis, ketakberdayaan Raja Herodes dan senyum atas terbalasnya dendam Herodias terhadap Yohanes Pembaptis sudah banyak dibaca dan didengar. Tapi ada satu hal menarik dalam kisah itu,...
Renungan Harian Katolik
MEWARTAKAN KEBENARAN DALAM DUNIA PENUH RESIKO
Sabtu, 29 Agustus 2026 Oleh Romo Agus CSsR Mewartakan kebenaran perlu keberanian sebab selalu ada resiko yang harus siap dihadapi. Ada harga yang harus dibayar. Santo Yohanes Pembaptis harus mati dipenggal kepalanya karena mewartakan kebenaran. Yohanes menegur Herodes yang mengambil istri saudaranya. Anehnya Herodias yang martabatnya dibela oleh Yohanes...
Dia adalah Pengantin
Di dalam Kitab Suci profil Tuhan digambarkan sebagai seorang pengantin, merupakan salah satu tema yang besar. Tuhan menempatkan posisi sebagai pihak yang dipasangkan dengan mempelai, yang di dalam pemahaman menurut tradisi kita adalah pihak wanita. Seorang wanita yang menikah itu sangat membutuhkan pengantin pria, karena ia tidak bisa menikah...
Keteladanan itu dari Hati
“Hidup adalah jalan keteladanan yang didasari kasih agar kita ikhlas hati.” -Mas Redjo Keteladanan itu tidak dinilai dari berjuta kata nasihat, tapi perbuatan nyata yang sumbernya dari hati. “Anak itu mudah meniru perilaku orangtuanya,” tegas BS mengenai cara mendidik anak secara efektif dan baik. Mendidik anak untuk menjadi baik...
Hati yang Dibentuk oleh Rahmat
“Hati yang siap menyambut Kristus adalah hati yang terus-menerus dibentuk oleh rahmat.” Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu mengingatkan kami untuk berjaga dan menjaga pelita kami tetap menyala, sebab kami tidak tahu, kapan ‘Sang Mempelai’ itu akan datang. Lima gadis yang bijaksana memahami, bahwa kesiapsiagaan tidak dapat dipinjam atau ditunda....
Refleksi Eksistensialis:
Siapakah Diriku?
(Sebuah Catatan Lepas)
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Jadilah dirimu yang paling otentik”(Didaktika Hidup Sejati) Janganlah memandangiku hanya lewat: ‘jabatanku, nilaiku, atau pada followerku!’ Juga bukan sebagai ‘anak siapa, suami atau istri siapa, dan bukan pula karena aku pernah berbuat salah!’ Sejatinya, “Keberadaanku itu justru mendahului esensiku.” Artinya, aku hadir dan ada...
Kesiapsiagaan Rohani dan Kebijaksanaan Waktu
Pernahkah kita mengalami momen penting yang terlewat hanya, karena kita tidak siap? Seperti mahasiswa yang datang terlambat ke ruang ujian, karena mengira jadwalnya esok hari. Ia siap secara ilmu, tapi lalai berjaga. Hasilnya, kesempatan itu hilang. Dalam Injil, Yesus berbicara tentang sepuluh gadis yang menanti mempelai. Lima gadis bijaksana...
Deru Gelora Rakyat Menggugat
Mosaik Serpihan Kelana -28Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Dalam desah nafas insaniroda nafsu selera bergelora mengiringiBersama detak jantung kita manusiakebutuhan dan kepentingan mengalir membasahi jiwa ragaSejarah mencatat dinamika nalar beraksiuntuk memilah dan memilihuntuk menentukan dan memutuskanAda yang menghalalkan segala carademi selera, kebutuhan dan kepentingan diriSedangkan banyak pribadi menjadi korban...