Hati yang Dibentuk oleh Rahmat

“Hati yang siap menyambut Kristus adalah hati yang terus-menerus dibentuk oleh rahmat.”

Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu mengingatkan kami untuk berjaga dan menjaga pelita kami tetap menyala, sebab kami tidak tahu, kapan ‘Sang Mempelai’ itu akan datang. Lima gadis yang bijaksana memahami, bahwa kesiapsiagaan tidak dapat dipinjam atau ditunda. Minyak itu harus sudah tersedia di dalam pelita.

Tuhan, terkadang aku ingin menjadi kudus sekelip mata. Aku berharap doa dan iman kemarin itu cukup untuk menghadapi pencobaan hari ini, atau kesalehan orang lain dapat menggantikan apa yang selama ini aku abaikan. Tapi Engkau mengundangku untuk mempersiapkan hati setiap hari.

St. Agustinus pernah mencari kebahagiaan di banyak tempat. Ia mengembara, jatuh, dan mencoba mengisi hatinya dengan berbagai hal yang ternyata tidak mampu memuaskannya. Tapi rahmat-Mu tidak pernah berhenti mengejarnya, sampai akhirnya ia menemukan, bahwa hatinya yang gelisah hanya dapat beristirahat di dalam Engkau.

Bapa, ajarlah kami bukan hanya menantikan-Mu, melainkan mempersiapkan diri bagi-Mu. Biarlah doa mengisi pelitaku; Ekaristi menguatkan jiwaku; Sakramen Tobat memulihkan aku, ketika jatuh; dan kasih yang nyata membuat imanku tetap menyala.

Ketika mengikuti Kristus menuntut pengorbanan, ajarlah aku menerima kebijaksanaan ‘salib’, meskipun bagi dunia itu tampak sebagai kebodohan.

Aku tidak dapat menjadi kudus dalam semalam. Tapi hari ini aku dapat kembali menyerahkan diriku kepada rahmat-Mu. Semoga pelitaku tetap menyala, hatiku tetap berjaga, dan hidupku menjadi sebuah ‘ya’ yang setia kepada-Mu.

Datanglah, Tuhan Yesus. Temukanlah aku dalam keadaan siap. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)