“Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga.”
Sehebat apa pun seorang pemimpin, ia tetap manusia biasa yang bisa lelah, keliru, dan khilaf. Pemimpin yang bijak itu tidak akan berjalan sendirian dan merasa paling benar. Ia justru memilih merunduk, membuka hati, dan berguru kepada warganya.
Tiga Kunci Keselarasan
- Selaras: Lapang dada mendengar masukan warga.
- Sehati: Merasakan langsung penderitaan warga.
- Setindak: Satunya kata dengan perbuatan nyata.
Saat pemimpin membuka diri untuk diingatkan, ia sedang menyelamatkan dirinya dari kejatuhan. Siapa pun Anda, dan di level mana pun Anda memimpin, ingatlah satu hal: “Cintailah wargamu.”
Berkah Dalem.
Jlitheng

