Pada Sekeping Wajah
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Tuhan tidak melihat wajahmu, tapi dunia mengenal dan menilaimu dari ekspresi sekeping wajahmu. Maka, jadikan wajahmu sebagai sebuah alasan agar orang-orang pun bisa mengingat Tuhan.”(Para Sufi) “Wajahmu, Wajahku, Wajah Kita” adalah seutas ‘kanvas’ yang jujur, tulus, dan otentik. I. Dari Sudut Antropologi: Wajah adalah...
Hanyalah Sebabak Sandiwara
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hidup ini ibarat sebabak sandiwara”“All the world’s a stage”(William Shakespeare) Sesungguhnya, Wiiliam Shakespeare tidak menyatakan, bahwa hidup ini hanya palsu dan sia-sia, tapi “hidup ini punya babakan, peranan, penonton, dan pasti tirainya akan turun pada saatnya.” Inilah Ketujuh Babak Kehidupan versi William Shakespeare Didaktika...
Refleksi Filosofis Antropologis:Sepasang Sepatu Tua
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Karena suatu hari nanti, semua orang pun akan jadi sepasang sepatu tua di pojok rumah Tuhan”(Didaktika Hidup Beriman) “Jika dunia berkisah tentang ‘sepasang telapak kaki’ di pasir pantai, atau ‘pedang bermata dua,’ atau pun ‘sepasang sepatu tua,’ maka di dalamnya pun dapat disimbolkan dengan:...
Ibarat Pedang Bermata Dua
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hati-hati pegang pedang hidupmu. Dia itu tajam pada dua sisinya. Dia bisa menobatkanmu jadi Raja, tapi juga bisa melukaimu. Tapi, jika dipegang dengan iman, maka pedang itu akan jadi alat untuk memotong rantai dan bukan sebagai penebas batang lehermu.”(Didaktika Hidup Sadar) “Disegani, itulah tampilan...
Tapak Kaki yang Ditinggalkan
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Jadi, untuk apa kita berjalan? Bukan untuk membuat tapak kita jadi abadi. Tapi demi empuknya pantai ini saat dipijaki orang lain, setelah kita.”(Didaktika Hidup Sadar) Pasir pantai itu memang terkesan aneh! Mengapa justru demikian? Ya, karena dia memang sangat ikhlas menerima siapa saja yang...
Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Sadarilah selalu, bahwa gonggongan anjing itu pun tidak mampu menghentikan langkah ayunan kaki Anda”(Filosofi Hidup Sejati) Filosofi “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu,” adalah sebuah “sikap hidup, sebuah fokus, dan kebijaksanaan Anda.” Secara harfiah: Filosofi ini hendak mengajak Anda agar jangan sekali-kali mau memberikan ruang bagi...
Laksana Katak di Bawah Tempurung
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Janganlah puas dengan langitmu yang selebar tempurung. Beranilah merangkak ke luar, meskipun kakimu gemetar. Karena di luar sana, menunggumu bukan kehampaan, melainkan pelukan lelangit yang tidak bertepi.”(Didaktika Hidup Sadar) Inilah sebuah metafora klasik yang mendeskripsikan hal “keterbatasan perspektif dan zona nyaman yang terbelenggu.” Dalam...
Menyalakan Kembali:
Api Spiritualitas Cinta
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Janganlah takut pada abunya. Di sanalah bara api terpanas dari cintamu kepada-Nya. Tiuplah perlahan dalam nafas doa dan biarkan Ia mengubah kembali jadi cahaya yang tak kunjung padam.”(Didaktika Hidup Sejati) Dasar-dasar dan Esensi Permenungan! Refleksi: Mari Menyalakan Kembali Api Spiritualitas Cinta. Sering kali spiritualitas...
Refleksi Filosofis – Simbolis:
Anak Kecil dan Sebuah Buku
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Lakukan apa yang dapat Anda lakukan dan berdoalah untuk apa yang tidak dapat Anda lakukan.”(Santo Agustinus) Siapakah Pengangkut Beban Hidupmu? Seorang Pelayan Tuhan sangat sibuk memindahkan perpustakaan pribadinya ke lantai atas rumahnya. Tampak juga Putra kecilnya yang juga ingin membantunya. “Ya, engkau boleh membantu...
Refleksi Spiritual dan Filosofis:
Tentang Sang Asketis Sejati
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Asketisme adalah seni mengikis segala sesuatu yang bukan dirimu, sehingga yang tersisa hanyalah dirimu yang sejati di hadapan Tuhan”(Suara Sang Kebenaran) “Asketisme,” itu sering disalahpahami sebagai “penyangkalan diri” (menyiksa tubuh dan menjauhi kehidupan). Asketis, berasal dari kata ‘askesis’ (Yunani), yang berarti ‘latihan’ atau ‘disiplin’...
Refleksi Filosofi dan Spiritual:
Setangkai Zaitun
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Setangkai Zaitun mengingatkan kita, bahwa damai sejahtera bukan berarti tidak adanya badai hidup lagi, melainkan adanya sekeping harapan yang tetap hijau di tengah genangan air bah.”(Makna Sentral dari Setangkai Zaitun) Lewat refleksi ini, kepada kita diingatkan kembali, akan sebuah kisah purba “Nuh yang disandingkan...
Quo Vadis Kemanusiaan?
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Perdamaian yang kokoh hanya dapat dibangun di atas kebenaran, keadilan, kasih, dan kebebasan.”(Paus Yohanes XXIII) Sebuah Jejak Historis(Pacem in Terris) Pada tanggal 11 April 1963, Paus Yohanes XXIII mengeluarkan sebuah ensiklik “Pacem in Terris” (Damai dan Bumi), yang menegaskan bahwa “perdamaian yang kokoh hanya...
Misteri Flegmatik nan Agung
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Tenanglah, karena Semuanya akan Baik-baik saja.”(Moto Flegmatik) Jika ‘Kolerik’ adalah api yang membakar, maka ‘Flegmatik’ adalah air yang tenang, tapi dalam. Sedangkan gelar “Nan Agung” dalam konteks ini, bukan tentang kuasa atau teriakan, tapi tentang ketenangan yang tidak tergoyahkan dan kedamaian yang memesonakan. Kupasan...
Kolerik Sejati
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Kolerik itu Kokoh laksana Baja, Tegar bagai Banteng, dan Teguh Hati yang tidak ada Duanya.”(Nilai-nilai Luhur Kehidupan) Dalam psikologi klasik “Empat Temperamen Manusia,” (Hippocrates-Galenus 400 tahun, sebelum Kristus), Kolerik itu sering disebut sebagai ‘The Doer’ atau ‘The Leader’. Karakter Kolerik nan unik! Bedah Tuntas...
Sanguinis, oh, Sang Sanguinis
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Keindahan Sanguinis terletak pada kemampuannya mengingatkan dunia, bahwa hidup ini ringan, lucu, dan layak dinikmati.”(Didaktika Hidup Sadar) Jika si ‘melankolis’ adalah karakter “lautan dalam yang tenang,” maka si ‘sanguinis’ adalah “api unggun di tengah pesta.” Dalam Tipologi Kepribadian, (Hippocrates 400 tahun sebelum Kristus), Karakter...