Sanguinis, oh, Sang Sanguinis

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK

“Keindahan Sanguinis terletak pada kemampuannya mengingatkan dunia, bahwa hidup ini ringan, lucu, dan layak dinikmati.”
(Didaktika Hidup Sadar)

Jika si ‘melankolis’ adalah karakter “lautan dalam yang tenang,” maka si ‘sanguinis’ adalah “api unggun di tengah pesta.”

Dalam Tipologi Kepribadian, (Hippocrates 400 tahun sebelum Kristus), Karakter “Sanguinis” diasosiasikan dengan elemen udara dan darah (sanguis). Sanguinis adalah jiwa yang hidup, bernafas, dan berdenyut paling keras dalam spektrum manusia.

Inilah Bedah Karakter Unik si Sanguinis dari Kacamata Psikologi dan Filosofi Sosial

  1. Filosofi Eksistensi: “Aku Ada, karena Aku Dirayakan”

Bagi karakter Sanguinis, kehidupan ini bukanlah sebuah teka-teki yang harus dipecahkan (seperti karakter Koleris), atau pun sebuah penderitaan yang mutlak dimaknakan (seperti karakter Melankolis). Tapi bagi Sanguinis, kehidupan itu adalah sebuah arena atau panggung pertunjukan.

  • Hedonisme Positif: Sanguinis percaya, bahwa kebahagiaan adalah hak asasi manusia di saat ini, dan bukan nanti di saat pensiun atau pun bahkan di Surga.
  • Spesialis Masa Kini: Sanguinis adalah master dari ‘the present moment’. Sanguinis sangat sibuk menikmati masa kini dan jarang untuk cemas (carpe diem).
  1. Keunikan Psikologis: Magnet Sosial Alami

Secara psikologis, Sanguinis memiliki tingkat ekstroversi dan keterbukaan (openness), yang sangat tinggi.

  • Bahasa Tubuh sebagai Kata-kata: Sanguinis tidak hanya berbicara, tapi juga ‘beracting’. Tangan Sanguinis seolah menari-nari, matanya bersinar terang, dan suaranya memiliki ritmis melodi nan indah.
  • Lupa Diri demi Koneksi: Sanguinis sering kali mengorbankan kedalaman demi kelebaran.
  1. Sisi Terang: Matahari yang Menghangatkan
  • Optimisme Radikal: Di saat semua orang panik, maka Sanguinis adalah orang pertama yang akan berkata, “Ah, pasti ada jalan ke luarnya!” “Ayo, kita cari sambil makan setusuk sate dengan santai!”
  • Si Pemaaf Cepat: Sungguh Sanguinis tidak menyimpan dendam.
  • Kreativitas Spontan: Ide-ide segar Sanguinis akan muncul secara spontan, terkesan liar, dan sering kali brilian, karena tanpa ada beban dan belenggu.
  1. Sisi Bayangan: Badai dalam Cangkir Teh

Oh, ya, ternyata Sanguinis itu juga mempunyai titik lemah yang bahkan bisa jadi bumerang baginya:

  • Ketidakdisiplinan Kronis: Janji adalah utang bagi Sanguinis, “Oh ya, saya janji apa tadi?” “Lupa, eh, lihat ada kupu-kupu itu!”
  • Superfisialitas: Karena Sanguinis takut pada kesepian dan keheningan, maka Sanguinis sering menghindari percapakan yang bersifat mendalam yang membutuhkan vulnerabilitas (kerentanan). Sanguinis lebih suka sekadar bercanda.
  • Impulsif: Sanguinis mengambil keputusan berdasarkan perasaan sesaat, dan bukan atas dasar analisis mendalam serta berjangka panjang.
  1. Dinamika Sanguinis dengan Tipe-tipe Lain
  • Dengan Tipe Melankolis: Sanguinis akan berusaha untuk menarik Melankolis ke luar dari cangkangnya, sementara itu, Melankolis akan membantu Sanguinis untuk bersikap lebih mendalam dan terstruktur.
  • Dengan Tipe Koleris: Sanguinis akan membantu melunakkan ketegangan Koleris. Sementara itu, Koleris akan membantu memberikan arah pada energi Sanguinis.
  • Dengan Tipe Phlegmatis: Saguinis akan menghibur Phlegmatis. Sementara itu, Phlegmatis akan menenangkan kegelisahan Sanguinis.

Refleksi Filosofis untuk Sanguinis

“Keindahan Sanguinis, justru terletak pada kemampuannya untuk mengingatkan dunia, bahwa hidup itu ringan, lucu, dan layak untuk dinikmati. Tapi tantangan terbesarnya adalah ia perlu belajar, bahwa sikap diam itu bukan berarti ‘kosong’ dan ’kedalaman’, melainkan berarti membosankan.”

Kediri, 24 Juli 2026