Refleksi Filosofis – Simbolis:
Anak Kecil dan Sebuah Buku

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK

“Lakukan apa yang dapat Anda lakukan dan berdoalah untuk apa yang tidak dapat Anda lakukan.”
(Santo Agustinus)

Siapakah Pengangkut Beban Hidupmu?

Seorang Pelayan Tuhan sangat sibuk memindahkan perpustakaan pribadinya ke lantai atas rumahnya. Tampak juga Putra kecilnya yang juga ingin membantunya.

“Ya, engkau boleh membantu Ayah, tapi hanya seberat kekuatan kedua lenganmu,” kata Ayahnya.

Ketika Ayahnya kembali, tampak bocah kecil itu sedang duduk di anak tangga sambil terisak-isak. Ia merasa sangat berat untuk memboyong sebuah buku yang terbesar itu. Ya, benar, ternyata dia tidak sanggup memikulnya.

Sang Ayah segera menggendong Putranya dengan buku terbesar itu tetap berada dalam genggaman tangannya.

Demikian pula Tuhan selalu setia menggendong Anda beserta semua beban terberat Anda!

“Orang Buta yang Membawa Lentera”
(DL. Moody)

Filosofis – Simbolis: Siapakah si Kecil dan Siapa pula sang Ayah?

Si Kecil adalah simbolisasi dari diri kita, Anda dan saya. Sedangkan Ayah adalah simbolisasi dari Bapak, Sang Maha Kasih.

Kekuatan Manusia yang Terbatas versus Kebaikan Tuhan yang Melimpah

“Erare Humanum est” (Manusia itu adalah makhluk yang lemah dan sangat terbatas). Sekalipun kita bertekad untuk mempersembahkan diri demi melayani kehidupan ini, tapi sering kali, tekad yang membara itu terpaksa terhenti di tengah ziarah hidup ini, karena manusia itu sudah tidak sanggup lagi memikulnya. Inilah sebuah realitas yang sungguh menantang kita manusia.

Untuk itu, sebaiknya kita tidak perlu harus duduk dan meratapi nasib sial serta keterbatasan diri ini. Karena Dia, Sang Maha kasih itu yang akan segera menghapus air mata, membopong kita erat-erat di dalam pelukan lengan kasih-Nya.

Perpustakaan: Simbolisasi dari Seluruh Rencana dan Niat-niat Baikmu

Anda perlu strategi baru demi suatu perubahan dalam hidup ini. Maka, rencana dan niat-niat baik itu pun perlu dimurnikan kembali dengan meningkatkan kesadaran serta ketulusan hati ke tempat yang lebih tinggi. Maka, jadikan seluruh rencana dan niat itu sebagai prioritas hidupmu.

Konklusi Spiritual

  • Sadarilah selalu, bahwa Anda hanyalah seorang manusia yang sangat terbatas.
  • Sadarilah juga, bahwa Anda mempunyai Sang Penolong Abadi yang kapan saja, bersiap untuk membopong hidupmu ke tempat yang lebih tinggi (dari Manusia Lama ke Manusia Baru), dan sadarilah pula, bahwa hanya Tuhan yang akan sanggup melakukannya!

Amanat Agung!

  • Tingkatkanlah niat-niat baik dan kesadaranmu hanya di dalam dan bersama Tuhan!
  • Anda adalah ibarat bocah yang terisak sendu di jalan menuju ke sana!

In Te Confido.

Kediri, 30 Juli 2026