Penulis: Admin

Kebaikan ke luar dari Hati yang Baik

Seorang bocah berusia enam tahun dapat menentukan pilihannya terhadap pemberian Bapak dan Ibunya. Suatu hari, kedua orangtuanya memberikan dia oleh-oleh. Dengan tersenyum gembira ia menerima hadiah itu dari Ibunya. Sebaliknya terjadi hal yang berbeda, ketika datang kepada Bapaknya. Ia tersenyum, tapi tidak mengambil hadiah itu dari Bapaknya. Ketika ditanya...

Allah yang Meraja

“Sepahit apa pun realitanya, jangan kehilangan harapan dan putus asa. Karena Allah selalu memberi kita yang terbaik.” -Mas Redjo Untuk yang kesekian kali pula saya diam merefleksikan peristiwa itu dengan tenang dan berpikir jernih untuk mengambil hikmat-Nya. Bersyukur, untuk selalu bersyukur, karena saya memprioritaskan Allah di atas segalanya. Seberat...

Urip sing Nguripi

Hidup terbaik adalah saat kita mampu menjadi ‘urup’ sekaligus ‘oase’ bagi sesama. Menjadi ‘urup’ berarti menyalakan cahaya kepedulian dan kehangatan yang menuntun di kala gelap. Tapi cahaya itu tidak boleh membakar, melainkan harus mengalir teduh sebagai ‘oase’. Menjadi mata air ketenangan yang membasuh lelah dan menyegarkan jiwa-jiwa yang dahaga...

Menghasilkan Buah Kebajikan

“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik” (Luk 6: 45a). Apakah saya sudah menghasilkan banyak buah yang baik? Dalam Injil, Tuhan menegaskan, bahwa hanya pohon yang baik yang menghasilkan buah yang baik. Meski terkadang pengaruh dari luar dapat membuat buah yang dihasilkan tampak kurang...

Menghidupi Sabda-Nya dengan Kasih

“Buah menunjukkan akar. Badai menunjukkan dasar.” Allah yang Maha Rahim,Sabda-Mu mengajak kami melihat lebih dalam, bukan hanya pada yang tampak dari luar, melainkan pada yang sedang berakar di dalam hati kami. Yesus berkata, “Setiap pohon dikenal dari buahnya.” Apa yang ke luar dari hidup kami menunjukkan yang berakar di...

Sajak Seorang Pengembara

Mosaik Serpihan Kelana -42Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Angin mengajariku mengembara merajut jejakAku berjalan dengan energi rasa dan nalaraku melangkah dengan tanya nuraniAku berkelana dengan damba sanubari jiwaEntahsampai ke mana saja pergiEntah untuk berapa lama nantiEntah menjadi apa dan siapaEntah mengapa dan untuk apa terlahir ada di dunia Cahaya...

Pohon Dikenal dari Buahnya

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Kalimat bijak ini mengandung makna, jika orangtua itu baik, maka anak-anak pun akan baik adanya. Anak yang baik adalah cerminan nyata dari orangtua yang baik. Tidak heran, jika sering kali kita mendengar pengakuan yang berbunyi, “Tidak beda jauh sama Bapak/Ibunya,” entah itu menyangkut...

Waktu untuk Tuhan

“Tuhan selalu punya waktu untuk kita, sediakanlah waktu kita untuk Tuhan.” -Rio, Scj. Paus Fransiskus pernah meminta semua orang Katolik mempunyai waktu untuk Tuhan tiga menit setiap hari. Satu menit mengucap syukur atas berkat, mukjizat, dan anugrah hari ini. Satu menit untuk memohon ampun atas kerapuhan kita hari ini....

Hasilkanlah Buah Kebaikan

“Buah semangka berdaun sirih. Yang normal terjadi seharusnya buah dan daun sama satu pohon, tapi pepatah di atas dalam arti lain, bahwa mengapa pohonnya sirih tapi buahnya semangka? Demikian pun seharus manusia itu baik maka produk yang ke luar pun baik bukan yang jahat.” Saya pernah teringat pada tahun...

Kala Pelangi Setia Mencumbui Samudra

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Hidup kita laksana samudra nan luas yang kadang justru juga menakutkan. Tapi setiap kali hujan mereda selalu saja ada seutas pelangi yang setia hadir.”(Misteri Kehidupan) ‘Pelangi itu adalah sejuta janji manis, secarik keindahan, dan sekerat harapan yang hadir setelah hujan mengguyuri bumi.’ Samudra itu...

Tujuan Membenarkan Cara

Pelatihan kepemimpinan bagi orang muda Katolik pernah diadakan di daerah pedesaan. Latihannya, ialah melakukan perjalanan ke puncak bukit yang berjarak sekitar 4 kilometer. Peserta diwajibkan berjalan kaki dari tengah kampung dengan memilih berbagai jalan alternatif. Yang lebih dulu mencapai puncak bukit akan diberi hadiah. Ternyata kegiatan pelatihan ini menjadi...

Tiada Mawar tak Berduri

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Cinta romantis itu bukan tanpa duri. Tapi justru tetap mau pegang, walau tahu akan tertusuk. Juga tetap mau merawat, walau tahu kelopaknya itu bakal rontok.”(Misteri Cinta Sejati) Mawar itu adalah simbol ‘gairah cinta, rasa syukur, serta momen-momen terindah.’ (Bukankah semua orang selalu ingin memiliki...

Melihat Diri Sendiri sebelum Menasihati

“Sebelum menilai serpihan di matamu, biarkan Yesus menunjukkan balok di mataku.” Allah yang Maha Rahim,Putra-Mu mengajukan sebuah pertanyaan yang terus terang: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta?” Sebelum aku mencoba menuntun orang lain, ya, Tuhan, bantulah aku terlebih dahulu untuk dapat melihat dengan jelas. Santo Paulus memahami hal ini....

Ad Maiora Natus Sum

“Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya” (1 Kor 9: 23). Apa yang diwartakan oleh Santo Paulus mengajarkan kepada kita tentang kerendahan hati seorang pewarta Sabda yang rela menomorduakan hak-hak pribadinya agar Injil dapat diwartakan dan banyak jiwa diselamatkan. Ia tidak menjadikan pelayanan sebagai...

Syair Para Pengemis

Mosaik Serpihan Kelana -41Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Aku tidak pernah meminta jiwa ragaku dibelenggu kemiskinanseperti terlahir pun bukan karena usul atau keputusankuWarna warni pada sosok wajah kehidupan mungkin seperti hadirnya pelangi menghiasi angkasadan sekejap meninggalkan pesona bola mataSepertinya udara membawa sosok wajah kemiskinan menyebar di pelosok kampung hingga...