Urip sing Nguripi

Hidup terbaik adalah saat kita mampu menjadi ‘urup’ sekaligus ‘oase’ bagi sesama. Menjadi ‘urup’ berarti menyalakan cahaya kepedulian dan kehangatan yang menuntun di kala gelap. Tapi cahaya itu tidak boleh membakar, melainkan harus mengalir teduh sebagai ‘oase’. Menjadi mata air ketenangan yang membasuh lelah dan menyegarkan jiwa-jiwa yang dahaga di tengah gersangnya dunia.

Ketika kedua konsep ini menyatu, kehadiran kita menjelma menjadi tempat bernaung yang aman penuh harapan. Kita bergerak untuk menerangi tanpa menggurui, dan merangkul tanpa menghakimi. Pada akhirnya, esensi tertinggi dari kehidupan adalah tentang keindahan memberi: menyala untuk memberikan arah, dan meneduhkan untuk menyembuhkan.

Berkah Dalem,
Jlitheng