Yang Penting itu Cuan
“Apa pun pekerjaan dan profesinya, jika orientasinya sekadar mencari cuan, dijamin bakal bo cuan!” -Mas Redjo Fakta di atas itu suatu bukti nyata, apalagi, jika bidang pekerjaan dan jasa pelayanan kita orientasinya demi ‘cuan’ (untung) semata, dan tanpa hati. Coba lihat fakta itu di sekitaran kita. Kita tentu pernah...
Mengatasi Kekhawatiran
Seorang wanita bernama Marta, menikah dengan seorang suami yang sangat sabar, penyayang, dan bertanggung jawab. Mereka dikaruniai tiga anak. Marta bercerita, bahwa tahun-tahun pertama hidup berkeluarga, suaminya yang sangat baik itu sangat membantunya untuk mengatasi sikap bawaannya yang selalu khawatir. Banyak hal yang dikhawatirkannya itu membuat dirinya sangat tertutup....
Kekudusan bertumbuh, ketika Kita Membuka Hati bagi Yesus
“Di setiap dukacita, Allah datang mendekat; berbicara dengan belas kasih dan membentuk iman.” Allah yang Maha Rahim,Terima kasih, karena Engkau mengingatkan kami, bahwa kekudusan itu tidak selalu lahir di tempat yang megah. Kekudusan bertumbuh di dalam keluarga yang membuka pintunya bagi Yesus. Marta melayani, Maria mendengarkan, Lazarus mengalami kuasa-Mu,...
Kasih yang Berasal dari Allah
Inilah kasih itu: “Bukan kita yang telah mengasihi Allah, melainkan Allah yang telah mengasihi kita” (1 Yoh 4: 10a). Banyak situasi di dunia saat ini bertolak belakang dengan kasih: peperangan, kekerasan, kebencian, dan saling menghancurkan. Bahkan, membalas kejahatan dengan kejahatan sering dianggap hal yang wajar. Dalam keadaan seperti ini,...
Gula
“Hidup ini tetap manis, meski terbalut dengan ratap dan tangis.” -Rio, Scj Hidup itu seperti gula. Kalau kopinya pahit yang disalahin gula, kurang gulalah, pelit gulalah. Tetap yang salah itu gula. Sebaliknya, jika kopinya manis banget. Gula lagi yang disalahkan. Jika takarannya pas itu yang dipuji kopinya. Kopinya enak,...
Keseimbangan dalam Hidup Rohani
Kita melihat dua sisi pelayanan kepada Yesus melalui kisah Marta dan Maria. Marta sibuk dengan berbagai pelayanan, sedangkan Maria memilih untuk duduk di dekat kaki-Nya dan mendengarkan perkataan-Nya. Marta merasa terbebani dan meminta Yesus menegur Maria. Tapi Yesus dengan lembut berkata, “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak...
Sisa Waktumu pun Tuhan Terima
“Kesibukan tanpa berpaut pada Tuhan sesungguhnya hanya akan menyebabkan hidupmu kering dan layu.” Yang seharusnya terjadi adalah kita menyisikan waktu untuk selalu berdoa setiap saat, bukan saja untuk bersyukur, melainkan lebihnya dari itu adalah menimba kekuatan dari Tuhan. Akibat kesibukan, kadang kita lupa menyediakan watu untuk berdoa; bersujud di...
Refleksi Spiritual dan Filosofis:
Tentang Sang Asketis Sejati
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Asketisme adalah seni mengikis segala sesuatu yang bukan dirimu, sehingga yang tersisa hanyalah dirimu yang sejati di hadapan Tuhan”(Suara Sang Kebenaran) “Asketisme,” itu sering disalahpahami sebagai “penyangkalan diri” (menyiksa tubuh dan menjauhi kehidupan). Asketis, berasal dari kata ‘askesis’ (Yunani), yang berarti ‘latihan’ atau ‘disiplin’...
Dunia Nyata adalah Medan Kita Berjuang
Seorang mahasiswa yang kuliah di kota menelepon orangtuanya di kampung. Ia bercerita tentang banyaknya godaan yang mengganggunya, seperti pergaulan bebas, perkelahian antara teman, malas atau bosan belajar, dan banyak pengaruh jahat lainnya. Bapanya yang berbicara di telepon menanggapi, “Kami di kampung juga banyak gangguan seperti bertengkar dengan Ibumu, Adik-adikmu...
Jadilah Pembawa Terang
“Temukan dulu kehadiran Tuhan. Karena rahmat-Nya selalu lebih besar daripada kegelapan.” Allah yang Maha Rahim, begitu mudah bagi kami merasa cemas. Berita buruk datang silih berganti. Kebohongan sering terdengar lebih nyaring daripada kebenaran. Juga banyak kejahatan, perpecahan, dan penderitaan, sehingga kadang kami bertanya-tanya: apakah kegelapan sedang menang? Melalui Injil,...
Tetap Jadi Gandum yang Baik
“Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman” (Mat 13: 40). Dunia bagaikan sebuah ladang, tempat kebaikan dan kejahatan tumbuh berdampingan. Melalui perumpamaan tentang lalang di antara gandum, kita diingatkan, bahwa Tuhan memberi waktu bagi setiap orang untuk bertumbuh. Ia tidak segera melenyapkan...
Pesan Sederhana
“Don’t compare yourself with others.” -Rio, Scj. Ada pesan sederhana dari Ibu saya, sudah lama, tapi tetap tersimpan. Kalau melihat buah busuk di atas pohon jangan dipetik, karena nanti akan jatuh sendiri. Begitu pula saat ketemu orang busuk hatinya, jangan dibalas, apalagi dipikirin, karena mereka akan jatuh dengan sendirinya....
Hidup dalam Kebenaran
Yesus menjelaskan perumpamaan tentang lalang di ladang. Ia menerangkan, bahwa ladang adalah dunia, benih baik adalah anak-anak Kerajaan, dan lalang adalah anak-anak si Jahat. Musuh yang menabur lalang adalah Iblis, masa panen adalah akhir zaman, dan para penuai adalah Malaikat. Pada akhir zaman, lalang akan dikumpulkan dan dibakar, sedangkan...
Sampai Jumpa di Meja Pengadilan Ilahi
“Anda boleh berbuat apa pun di dunia ini, boleh jadi pemeluk agama apa saja, dan boleh tidak percaya akan keberadaan Allah. Tapi satu hal yang diyakini sebagai Kebenaran Ilahi, bahwa pada akhir hidup ini, Yesus menanti kita di meja Pengadilan Ilahi dan Dia sendirilah Hakim Tunggalnya.” Dalam Injil, Yesus...
Refleksi Filosofi dan Spiritual:
Setangkai Zaitun
Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Setangkai Zaitun mengingatkan kita, bahwa damai sejahtera bukan berarti tidak adanya badai hidup lagi, melainkan adanya sekeping harapan yang tetap hijau di tengah genangan air bah.”(Makna Sentral dari Setangkai Zaitun) Lewat refleksi ini, kepada kita diingatkan kembali, akan sebuah kisah purba “Nuh yang disandingkan...