Kelana Kampung dan Kota -88
Simply da Flores
Benarkah Kita Berasal dari Binatang

1.
Ada pendapat bahwa asal usul manusia dari debu tanah
Seluruh unsur dalam tubuh dari alam lingkungan
dan ketika mati kembali ke debu tanah
Lalu karakter manusia mengikuti tanah asalnya
Ada tanah gersang kering kerontang
Ada tanah keras berbukit berbatu
Ada tanah miring dan sering longsor
Ada tanah basah gembur penuh humus
Ada juga tanah subur hutan rimba belantara
Ada lagi tanah rawa dan berlumpur
Ada tanah tandus padang savana
Lalu ada tanah kuburan dan tanah sengketa
Entah, aku termasuk tanah yang mana?
2.
Pendapat lain bahwa manusia berasal dari binatang
Charles Darwin mengatakan kita berevolusi dari keluarga monyet
sehingga banyak perilaku seperti bangsa monyet
Perbedaan kita lebih pada kemajuan dalam bernalar
dari kelana lintasi aneka ruang
kemudian memilih tinggal di gua-gua
Akhirnya memilih menetap
mulai melahirkan komunitas dan peradaban
Ada kemampuan membangun tempat tinggal
Ada kreasi berladang dan beternak
Ada bahasa dan aneka unsur budaya
Budi dan daya kreasi nalar mewarnai sejarah
Tersebar di berbagai belahan dunia
dengan keanekaragaman etnis dan kultur
Benarkah kita adalah monyet bernalar?
3.
Pendapat lain bahwa manusia adalah miniatur alam jagat semesta
Kita adalah jagat kecil di tengah semesta
Energi Sang Ilahi menjadi pengatur dinamika inkarnasi
Sungguh nyata sekaligus misteri
semua dialami tanpa mampu dibatalkan manusia
Hukum alam berkuasa mutlak bagi kita
meski ada ruang kreasi dan inovasi
tetapi
kita lahir datang tak pernah meminta
kita hidup dalam batas ruang dan waktu
Kita pasti mati kembali sirna dan raga ke tanah
Tak ada yang dapat melawan dan menghentikan
kodrat alamiah manusia
4.
Ketika ada yang emosi dan mencaci maki
ada aneka ucapan caci maki kasar
bisa ditumpahkan pada pribadi yang tidak disukai
Kedengarannya seperti kebun binatang
yang ke luar dari mulut pihak yang marah
lalu ditempel pada pribadi sesama yang dibenci
Ada anjing babi bangsat
Ada tikus kecoa dan kutu kupret
Ada monyet, kunyuk, kerbau
Ada cacing, ulat dan walang sangit
Ada bunglon, ular beludak dan bajing
Dan
masih banyak perilaku binatang yang diumpat kepada pihak yang dimarahi
Entah…
mengapa emosi ditumpahkan dengan caci maki
Entah…
mengapa binatang yang dijadikan perwakilan kemarahan pada sesama
5.
Apakah memang kita manusia berasal dari binatang
Sepertinya ada banyak potensi perilaku kebinatangan dalam diri kita
tetapi berbeda setiap pribadi mengelola
dengan nalar pikiran, nurani dan sanubari jiwa
Kita bisa seperti kelinci dan domba
yang sederhana dan sahaja di depan sesama
bahkan dianggap tak berdaya dan pasrah saja
Saat emosi marah dan buas
kita bisa seperti serigala dan harimau
Ketika bertindak licik, maling dan munafik
maka diibaratkan seperti ular beludak
Saat berlaku sopan, tulus dan jujur
biasa disebut sifat seperti merpati
Kalau perkataan dan sikap mengikuti pendapat orang lain
maka bisa dikatakan diri kita seperti burung beo
Jika mencuri, korupsi dan penjahat
dicap tikus berdasi, celeng, lintah dan kutu busuk
Banyak juga dongeng tentang binatang
yang dipakai untuk mengajarkan petuah kepada anak-anak
Apakah memang kita adalah anak cucu binatang
yang jadi manusia karena bisa berpikir?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.