Kelana Kampung dan Kota -82
Simply da Flores
Aku, Engkau dan Kita

Puisi itu
aku, engkau, dia
Puisi itu Kita
dengan jiwa raga yang utuh
menjelma dalam kata-kata
dalam bunyi dan tanda aksara
Karena kita ada dan menjadi
Karena kita fakta dan misteri
yang sedang berinkarnasi dengan tarian imajinasi pelangi
Kita
adalah raga, rasa, nalar
Kita
adalah hati nurani, sanubari jiwa
Kita
adalah rindu damba dan mimpi
Kita
adalah imajinasi dan misteri
Siapakah yang mengumpulkan huruf jadi kata
Siapakah yang merangkai kata jadi ayat-ayat
Siapakah yang menggubah ayat jadi bait
Dari manakah imajinasi jadi bunyi dan suara
Apakah jari-jari tangan menari
tanpa mata dan telapak kaki
Adakah bibir tersenyum tanpa nalar dan wajah
Benarkah kaki berkelana tanpa rasa dan kepala
Mungkinkah penyair berimajinasi tanpa raga
Mungkinkah seniman berkarya tanpa nalar, tubuh dan mata sanubari
Puisi, syair dan pantun
Kisah cerita, lagu dan novel
Semua sarana karya cipta
adalah cinta dan cita
Wujud upaya mengatakan apa kepada siapa
Kita ada dan menjadi
Kita menyampaikan kata dalam tanda, bunyi dan tulisan
Entah…
Saat suka atau duka
dengan air mata atau tertawa
Entah…
ada yang peduli dan menangkap maknanya
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.