Kamis, 28 Mei 2026 Oleh Romo Agus CSsR Bartimeus seorang buta duduk di pinggir jalan dan berteriak minta tolong pada Yesus sewaktu mendengar Yesus lewat. Ia tak bisa melihat namun percaya bahwa Yesus nampu menyembuhkannya. Ia mengalami kebutaan fisik namun iman yang cerah. Saat Yesus bertanya apa yang bisa kuperbuat bagimu dengan lantang ia berseru…
Renungan Harian Katolik
Apakah Kau Bahagia?!
Berjanjilah pada diri sendiri untuk jadi orang yang bahagia. Berbahagia itu bisa diekspresikan lewat senyuman, tawa, tatapan mata, dan lewat ekspresi tubuh. Sungguh, betapa dahsyat efek dari kebahagian itu. Yang jelas, orang-orang di sekitar kita ikut bahagia. Mereka ikut tersenyum, tertawa, dan ikut menunjukkan ekspresi bahagianya. Bagaimana, jika ada orang yang mengekspresikan bahagia saja tidak…
Jembatan Keikhlasan
Tangan yang memberi itu tidak pernah kekurangan, dan hati yang rela berkorban tidak pernah kehilangan. Idul Adha mengajarkan kita, bahwa pengorbanan terbesar bukanlah melepaskan apa yang kita benci, melainkan merelakan apa yang paling kita cintai demi kebaikan yang lebih besar. Saat ego kita tunduk oleh rasa peduli pada sesama, di situlah mukjizat kedamaian sejati dimulai….
Semangat Mengasihi
“Ketika melayani sesama, sejatinya kami sedang bertemu dengan Yesus.” Allah yang Maha Rahim,Yakobus dan Yohanes datang kepada Yesus dengan permintaan yang berani: “Kami mau Engkau melakukan apa saja yang kami minta.” Mereka menginginkan tempat kehormatan dan kebesaran, tanpa memahami, bahwa Yesus sedang berjalan menuju penderitaan dan salib. Bapa, sering kali doa kami juga diam-diam sama….
Menyerahkan Segalanya Kepada Tuhan
Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” (Mrk 10: 28). Ketika Petrus mengikuti Yesus, sesungguhnya ia tidak terlalu mengalami kesulitan untuk meninggalkan rumah, saudara laki-laki atau perempuan, Ibu atau Ayah, anak-anak, ataupun tanah miliknya demi Kristus. Tapi yang jadi tantangan terbesar baginya adalah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Sesungguhnya,…
Kelana Kampung dan Kota -41
Simply da Flores
Jatuh Cinta pada Literasi
1.Tercengang mempesona namanya Literasikarena wajahnya mendengar dan bicarakarena sosoknya membaca dan menuliskarena nafasnya berdesah berkomunikasi karena gelora energinya relasi pribadiAku harus tahu siapakah dirikuAku perlu sadar apa dan siapa sesamakuAku perlu paham alam lingkungankuSehingga aku siap berkelana membaca dan menulis jejak langkahku 2.Dari desah nafas aku belajarternyata hadirku adalah fakta komunikasiKomunikasi Ilahi dengan orangtuaKomunikasi orangtua…
Siap Melayani
Kita sering mudah mengingat kegagalan, tapi lupa mensyukuri sejuta berkat. Salah satu berkat terbesar yang kita terima dari Tuhan adalah, bahwa kita ditebus, bukan dengan perak atau emas, melainkan dengan darah Kristus, Anak Domba yang tidak bercacat. Hidup kita begitu berharga sehingga Allah rela menebusnya dengan kasih yang tak ternilai. Maka, hidup ini bukan lagi…







