Hati yang Mau Diubah oleh Kerahiman Tuhan

“Yesus tidak memilih orang yang paling hebat, tapi orang yang bersedia mengikuti-Nya.”

Allah yang Maha Rahim, Engkau mengingatkan kami, bahwa Kerajaan-Mu tidak dibangun oleh kekuatan manusia, melainkan oleh hati yang berbalik kembali kepada-Mu dan hidup yang diubahkan oleh kerahiman-Mu.

Melalui Nabi Hosea, Engkau mengundang umat-Mu untuk menabur kebenaran, menuai kasih setia, dan mencari Tuhan selagi masih ada waktu. Walaupun mereka telah berkali-kali meninggalkan-Mu, hati-Mu tetap rindu untuk memulihkan, bukan menghukum. Engkau mengajak kami membajak tanah hati kami yang keras agar benih rahmat-Mu kembali bertumbuh.

Dalam Injil, Putra-Mu Yesus memanggil kedua belas Rasul satu per satu. Mereka hanyalah orang-orang biasa dengan banyak keterbatasan, tapi Yesus mempercayakan kuasa-Nya sendiri kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat, menyembuhkan orang sakit, dan mewartakan, bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Betapa indah belas kasih-Mu! Engkau juga tidak menunggu kami jadi sempurna dulu sebelum memanggil kami. Sebaliknya, Engkau memanggil kami terlebih dahulu, menyertai, membentuk, lalu mengutus kami.

Bapa, janji-Mu selalu sama: “Akulah yang akan membentukmu.” Sebagaimana Engkau menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan, demikian pula Yesus terus membentuk murid jadi Rasul, orang berdosa jadi kudus, dan hati yang takut jadi saksi yang berani. Misi ini tidak bergantung pada kemampuan kami, tapi pada rahmat-Mu yang bekerja di dalam kami.

Pemazmur mengajak kami mengenang karya-karya-Mu yang ajaib. Semakin kami mengingat kesetiaan-Mu sepanjang hidup kami, kian teguh pula kepercayaan kami, bahwa Allah yang menguatkan para Rasul dahulu adalah Allah yang sama yang terus menguatkan kami melalui Roh Kudus.

Bapa, utuslah kami jadi pembawa damai, penghiburan, dan pengharapan. Jadikan hidup kami cermin kasih Yesus, Sang Gembala Baik, sehingga setiap orang yang kami jumpai boleh mengalami kehadiran-Mu. Berikan kami kerendahan hati, kebijaksanaan, keberanian, dan sukacita agar melalui hidup kami, semakin banyak jiwa tertarik datang kepada kerahiman IlahiMu.

Semoga kami tidak menunda-nunda untuk mencari Engkau, sebab Engkau setia menyelesaikan setiap karya baik yang telah Engkau mulai dalam diri kami.
Kami mohon semuanya ini demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)