Bermisi untuk Mengasihi

“Keberhasilan misi itu tidak bergantung pada yang dibawa, melainkan pada Dia yang mengutus mereka.”
Allah yang Maha Rahim, Putra-Mu yang terkasih mengutus para Rasul-Nya dengan perintah yang sederhana, tapi mendesak: “Pergilah dan wartakan: Kerajaan Surga sudah dekat.”
Kerajaan-Mu tidak pernah dimaksudkan untuk tetap berada di dalam tembok Gereja. Dunia yang merindukan Yesus tidak selalu akan menemukan jalan kepada kami. Banyak orang dibebani ketakutan, terluka oleh dosa, lelah oleh kekecewaan, atau sekadar terlalu lemah untuk mengambil langkah pertama. Jika kami tetap nyaman dan menunggu orang lain datang, kami diam-diam menjawab ‘tidak’ terhadap undangan Kristus untuk pergi.
Untuk ‘pergi’ dimulai dengan hati yang menyerupai hati-Mu. Dalam Hosea, Engkau menyatakan diri-Mu sebagai Bapa yang dengan penuh kasih mengajar anak-Nya berjalan, menggendong mereka yang letih itu dekat kepada-Nya, dan yang menarik mereka dengan tali-tali ikatan kasih.
Engkau meminta kami mewartakan Injil. Bukan dengan paksaan atau perdebatan, melainkan dengan belas kasih, kepedulian, dan kasih yang sabar.
Bukalah mata kami untuk mengenali rasa lapar yang tersembunyi dalam keluarga kami, tetangga, rekan kerja, dan setiap orang yang Engkau tempatkan di hadapan kami. Tolonglah kami memperhatikan mereka yang diam-diam merindukan harapan, pengampunan, penyembuhan, dan damai.
Jadikan kami cukup berani untuk menjangkau mereka yang jarang mendengar Injil, terutama dalam profesi-profesi di mana martabat hidup manusia sering dilupakan: di bidang kedokteran, hukum, pendidikan, politik, bisnis, media, dan di setiap tempat di mana kebenaran dan belas kasih sangat dibutuhkan.
Tuhan Yesus, Engkau juga memerintahkan para murid-Mu untuk menyembuhkan orang sakit, mentahirkan orang kusta, membangkitkan orang mati, dan mengusir setan. Sering kali Engkau melakukan mukjizat-mukjizat ini melalui tindakan kasih yang sederhana. Hati yang mengampuni menyembuhkan jiwa yang terluka. Kata-kata pengharapan membangkitkan mereka yang hancur oleh keputusasaan. Kebenaran mematahkan belenggu tipu daya. Belas kasih menutup pintu yang hendak dimasuki kejahatan. Melalui Gereja-Mu, kehadiran penyembuhan-Mu terus memeluk dunia.
Ajarlah kami, Bapa, untuk tidak bersandar pada bakat, sumber daya, atau rencana cerdik kami, melainkan sepenuhnya pada rahmat-Mu. Yesus mengajarkan para Rasul-Nya untuk bepergian dengan ringan, karena keberhasilan misi tidak bergantung pada apa yang mereka bawa, melainkan pada Dia yang mengutus mereka. Kuasa-Mu jadi nyata di mana pun ada ketaatan yang rendah hati, hati yang percaya, dan kesatuan di antara umat-Mu.
Sebelum memasuki setiap rumah, Yesus meminta para murid-Nya untuk menawarkan damai. Betapa indah pelajaran ini bagi kami. Kami dipanggil untuk membawa shalom-Mu terlebih dahulu sebelum apa pun yang lain. Jika damai kami diterima, itu jadi berkat. Jika ditolak, damai itu kembali kepada kami. Bebaskan kami dari keputusasaan, ketika kesaksian kami ditolak. Ajarlah kami untuk pergi tanpa kepahitan, sambil percaya, bahwa Engkau tetap bekerja dalam setiap hati menurut waktu-Mu yang sempurna.
Hari ini kami juga mengenang St. Augustine Zhao Rong dan 119 rekan martirnya, para Martir dari Tiongkok. Ada yang Imam, banyak yang awam biasa, laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, tapi semuanya dengan bebas memberikan yang pertama-tama telah mereka terima, yaitu karunia iman yang tak ternilai. Daripada menyangkal Kristus, mereka menyerahkan segalanya, bahkan hidup mereka, ke dalam tangan-Mu.
Kesaksian mereka mengingatkan kami, bahwa Injil bukan sekadar sesuatu untuk dipercayai, melainkan harta yang layak dihidupi dan, bila perlu untuk mati karenanya.
Bapa, terima kasih, karena Engkau memanggil kami melalui Baptisan untuk ambil bagian dalam misi Kristus sebagai Imam, Nabi, dan Raja. Semoga kami dengan bebas memberikan yang telah kami terima dengan cuma-cuma. Biarlah hidup kami mewartakan Kerajaan-Mu ke mana pun Engkau mengutus kami.
Ini aku, Tuhan. Utuslah aku. Aku menyerahkan baik perjalanan maupun buahnya kepada Penyelenggaraan Ilahi-Mu.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.