Penulis: Admin

Refleksi Filosofis-Antropologis:
Otak Udang

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK “Seorang pendidik humanis tak akan berkata, “Dasar anak otak udang”(Didaktika Hidup Sadar) Di balik sebutan ‘otak udang’ memang terdengar lucu, tapi di balik itu ada sekeping hati yang terluka secara antropologis. Semisal Anda sangat sering menjukuki seorang anak dengan sebutan ‘otak udang,’ hal itu...

Tuhan yang Diutamakan

“Jika Anda tahu sesuatu tentang hidupmu maka pasti Tuhan tahu segala segala tentang dirimu; masa lalu, hidupmu sekarang, dan di masa yang akan datang.” ‘Ora et Labora’: berdoa dan bekerja adalah dua hal yang tidak lepas dari hidup manusia. Manusia perlu bekerja demi kelangsungan hidupnya, tapi menyisikan waktu untuk...

Menjadi Orang Samaria yang Murah Hati

Sudah pantaskah kita menempatkan kualitas kepribadian yang dimiliki oleh orang Samaria yang baik itu dalam diri ini? Dalam Injil, untuk suatu kebaikan, orang Samaria itu menunjukkan banyak pengorbanan, yaitu waktu, uang, dan seluruh perhatiannya. Dia mengambil semua tanggung-jawab itu untuk memberi perhatian dan merawat dengan baik orang yang ditolongnya....

Hidup yang Berlimpah dari Keterbatasan

“Sujudku adalah hidupku.” Menjelang datangnya malam, aku merasakan seutuhnya keterbatasan hidupku ini. Bukan untuk bertahan, melainkan berdaya tahan. Bertahan (survival) adalah tentang, bagaimana kita melewati hari demi hari. Tapi berdaya tahan (resilience) adalah tentang, bagaimana kita tetap memegang kendali atas hidup, menemukan makna, dan terus bertumbuh di tengah segala...

Karena Pernyataan Kristus

Maria, Ibu rumah tangga dari dua anak. Ia seorang Katolik yang baru dibaptis setahun lalu. Suaminya, Mario menjadi panganut Katolik sejak bayi. Menyadari, bahwa kedua anaknya dibina dan dibesarkan secara Katolik, Maria berusaha maju dalam keyakinan iman Katolik. Dalam setahun sebagai Katolik, prinsip yang ia pegang ialah “karena pernyataan...

Kasih yang Nyata dalam Tindakan

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!” (Luk 10:37b). Dalam Injil Lukas 10:25-37, melalui kisah orang Samaria yang baik hati, Yesus menegaskan, bahwa kasih kepada sesama tidak cukup hanya diungkapkan dengan kata-kata, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kasih sejati tidak dibatasi oleh perbedaan suku, status sosial, atau kelompok...

Mengasihi Tanpa Sekat

“Menjadi sesama itu tidak dengan memilih mereka yang layak dikasihi. Melainkan mengasihi sesama seperti Kristus mengasihi kita.” Allah yang Maha Rahim,Seorang ahli Taurat bertanya kepada Putra-Mu, “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Yesus menuntunnya menemukan jawabannya sendiri: mengasihi-Mu dengan segenap hati, jiwa, kekuatan, dan akal...

Aroma Prahara di Nusantara

Mosaik Serpihan Kelana -65Pemburu Jejak AnginSimply da Flores Aroma prahara di NusantaraKetika alam bergolak dalam aneka bencanaGunung api meletus di waktu yang bersamaandari Gunung Ibu di Halmahera dan di NTT gunung Ile Lewotokok dan LewotobiAda gunung Semeru dan Merapi di JawaGunung Anak Krakatau di Selat Sunda dan gunung Sinabung...

Cinta Sejati

Dalam dunia percintaan, sering kali kita mendengar ungkapan romantis, “Dari mata turun ke hati.” Tapi cinta sejati itu sebenarnya melibatkan suatu pergerakan yang lebih jauh. Bukan hanya sampai ke hati, melainkan seharusnya dari mata turun ke kaki. Artinya, jika mata kita melihat orang menderita, tidak cukup hati kita merasa...

Wujudnyatakanlah Rasa Belas Kasihmu

Banyak orang pintar mampu merangkai kata-kata cinta, dan sebagian besar dapat mengucap kata-kata belas kasih, tapi hanya sedikit dari dua kelompok di atas yang mampu mewujudnyatakan untaian kata indah dan rasa belas kasih itu ke dalam perbuatan nyata. Menurut Yesus, kita hanya bisa menjadi sesama yang baik bagi orang...

Renungan Harian Katolik
ORANG SAMARIA YANG BAIK HATI

Senin, 05 Oktober 2026 Oleh Romo Agus CSsR Kisah orang samaria yang baik hati sangat populer karena menggugat praktek beriman kita. iman sejati terwujud dalam kasih pada sesama. Iman tanpa kasih adalah kosong karena tanpa kasih iman menjadi tak berguna. Sudahkah kita wujudkan iman kita dalm tindakan belaskasih? Jadilah...

Jangan Sia-siakan Kepercayaan yang Sudah Diberikan

Di sebuah rumah sedang dicat kembali dinding-dindingnya. Sehingga semua benda yang bergantung itu harus diturunkan dan disimpan sementara. Anak sulung yang berusia 5 tahun, Aris berbicara dan mengingatkan Mamanya, katanya: “Saya ingin supaya begitu pekerjaan itu selesai, Tuhan Yesus segera kembali bergantung di tempatnya. Saya sedih, kalau tidak menemukan...

Relasi di Atas Transaksi

Hubungan sejati adalah oase spiritual bagi kebebasan jiwa, bukan panggung transaksi ekonomi. Senyuman tanpa syarat dan tutur kata tanpa tendensi adalah kunci peruntuh tembok ego. Di sinilah kelembutan sejati bekerja, mengubah komunikasi dari alat pencari keuntungan menjadi jembatan suci yang menyatukan dua batin dalam kejujuran murni. Memberi tanpa alasan...

Hidup sebagai Persembahan Kasih kepada Allah

“Jangan bertanya yang diberikan Allah pada kita, tapi bertanya, buah apa yang dikehendaki Allah untuk kita persembahkan kepada-Nya.” Allah yang Maha Rahim,Engkau menanam kebun anggur dengan penuh kasih. Engkau mempersiapkan tanahnya, menanam pokok anggur pilihan, menjaganya, dan mempercayakannya kepada para penggarap agar menghasilkan buah. Tapi mereka lupa satu hal:...

Yesus:
Batu Penjuru Hidup Beriman

Dalam Injil, pemilik tanah itu melambangkan Allah, penggarap melambangkan kita, dan tanah atau kebun anggur itu melambangkan Kerajaan Allah. Sama seperti pemilik tanah menyediakan segala sesuatu agar kebun anggur itu tumbuh subur, Allah telah memberi kita semua yang dibutuhkan, yakni ajaran-Nya, Roh-Nya, dan kasih karunia-Nya berupa talenta-talenta dan kelimpahan...