Hidup yang Berlimpah dari Keterbatasan
Posted On 5 Oktober 2026

“Sujudku adalah hidupku.”
Menjelang datangnya malam, aku merasakan seutuhnya keterbatasan hidupku ini. Bukan untuk bertahan, melainkan berdaya tahan.
Bertahan (survival) adalah tentang, bagaimana kita melewati hari demi hari. Tapi berdaya tahan (resilience) adalah tentang, bagaimana kita tetap memegang kendali atas hidup, menemukan makna, dan terus bertumbuh di tengah segala keterbatasan.
Energi fisik kita sangat terbatas. Kunci utamanya adalah bukan hanya menghemat energi dan fokus pada hal-hal kecil yang membawa dampak besar, melainkan memelihara harapan. Karena di sana ada hidup yang membuat cara-cara baru untuk tetap berdaya, bukan itu diri sendiri, tapi mereka yang berjuang seperti kita.
Berkah Dalem,
Jlitheng
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.